
Sesaat pria itu telah berdiri tepat di belakang Alex dan Irene suasana semakin tegang, mereka bertanya tanya siapa pria itu apakah anggota keluarga david juga atau bawahan keluarga david atau bahkan anggota mafia. Pertanyaan itu berada dikepala para pengunjung namun tidak dengan manager mall yang sudah pucat saat melihat kedatangan pria tersebut.
"t-t-tuan a-albert ada yang bisa saya bantu? " tanya manager mall tersebut kepada pria yang bernama Albert itu
"kau dipecat karena kelalaianmu tuan dan nona muda mendapatkan perlakuan tidak mengenakan seperti ini. Bersyukur bukan mereka yang turun tangan karena perlakuan kalian atau kalian mungkin sudah mati detik ini" ucap Albert kepada manager dan pegawai wanita itu sedangkan para pengunjung langsung percaya jika mereka yang albert maksud adalah DSD. Kebanyakan dari mereka mulai meyakini jika rumor tersebut benar namun mereka masih tidak memiliki bukti karena DSD itu memiliki ciri kas mereka sendiri jika beraksi yaitu adanya ukiran lambang bunga mawar di tubuh korban ataupun di dinding ruangan jika di bangunan, sedangkan keluarga david pernah menembak orang di tempat umum menurut saksi orang yang tertembak itu membuat anggota keluarga david terluka sehingga orang tersebut langsung di tembak ditempat.
"tu-tuan saya minta maaf, tolong jangan memecat saya" kata manager mall tersebut hingga bersujud didepan Albert
"saya hanya tangan kanan tuan besar. Saya tidak bisa mengubah keputusan tuan besar" ucap Albert dengan acuh
Manager mall yang mendengar itupun segera berusaha mendekati Alex dan Irene yang tentu saja dihalangi oleh para bodyguard
"tuan muda, tuan muda saya mohon maafkan saya. Jangan pecat saya" ucap manager mall yang sedang memberontak untuk lepas dari genggaman dua bodyguard yang sedang menahannya. Alex hanya melihat itu dengan pandangan dingin, Di pikirannya saat ini hanya ada 'bagaimana bisa uncle tau kita ada disini??'. Sedangkan irene yang sedari tadi dipelukan sang kakak hanya bisa diam, dia jadi mengantuk karena berada dipelukan hangat sang kakak yang sangat nyaman
Alex yang telah sadar karena teriakan manager mall tersebut pun akhirnya melihat kearah manager mall itu
"berisik" kata Alex dengan dingin hal itu sukses membuat manager mall tersebut terdiam. Alex mengalihkan tatapannya kepada irene yang berusaha menjaga kesadarannya, melihat hal itu Alex sontak mengendong irene dan membawanya pulang ke apartemen. Albert dan para bodyguard sontak mengikuti keduanya, walaupun mereka yakin jika tuan dan nona muda mereka bisa melindungi diri mereka namun tugas tetaplah tugas jika mereka lalai maka nyawa mereka adalah bayarannya. Setibanya Alex di apartemen, hal pertama yang dilihatnya adalah sang paman yang berjalan kesana kemari.
"apa yang uncle lakukan?" tanya Alex kepada Marcus. Marcus yang mendengar suara Alex segera menghentikan kegiatannya dan melihat kearah Alex yang berada di pintu masuk
"apa kalian baik baik saja?? Ada apa dengan pipimu?? Clarry kenapa?? Apa mereka menyakiti kalian?? Katakan saja pada uncle akan uncle bunuh mereka yang berani membuat kalian begini" kata Marcus tanpa menjawab pertanyaan Alex
"mereka hanya menamparku dan Irene hanya tertidur, ah uncle saat ini nama kami adalah Alex dan irene" ucap Alex
" ah... Benar, uncle lupa kalau kalian ganti nama. Nama pemberian keluarga angkat kaliankan keluarga Andreas" kata Marcus dengan mengambil alih irene yang tertidur dari gendongan Alex dan menidurkannya disofa secara perlahan
" tapi kenapa kalian malah menyerang keluarga Andreas??" tanya Marcus setelah duduk disebelah Alex yang sedang menonton televisi yang sedang menyiarkan berita
"bukankah uncle sudah mencari tau tentang kami? Kenapa uncle masih bertanya??" tanya balik Alex. Marcus memutar matanya sesaat mendengar Alex berkata seperti itu
"siapa yang mencari tau?? Informan uncle atau uncle sendiri?" tanya Alex yang sukses membuat kerutan bingung tercetak di dahi Marcus
"emang kenapa?" tanya Marcus yang sukses membuat Alex melihat kearahnya
"berarti informan uncle tidak jago dan kalau uncle yang cari berarti uncle harus belajar lagi. Aku yakin uncle hanya mendapatkan tentang informasi yang cukup umum" kata Alex lalu mengalihkan pandangannya kembali kearah televisi.
Marcus yang mendengar perkataan Alex melototkan matanya kearah Alex yang tentu saja disadari oleh Alex yang peka keadaan itu
"awas nanti mata uncle keluar, kalau beneran keluar unlce perlu ke rumah sakit setidaknya untuk operasi agar mata uncle kembali" kata Alex seenaknya membuat Marcus mencubit pipi Alex hingga pipi Alex memerah
"aaaaaahhhhhh...... Uncle uncle maaf" kata Alex dengan wajahnya yang bergerak mengikuti tarikan tangan Marcus. Setelah merasa cubitan pada pipinya terlepas langsung saja Alex menggosok pipinya yang ia yakini saat ini sudah memerah.
"jahat sekali" ucap Alex dengan memandang sinis Marcus
" jadi kau belum menjawab pertanyaan uncle" kata Marcus setelah beberapa saat terdiam
"pertanyaan yang mana?" tanya Alex dengan santai yang sukses membuat Marcus kembali melotot
"kau ingin unlce tarik lagi pipimu itu?" tanya Marcus membuat Alex langsung memandangnya tajam
"gak usah pakai ancam tarik pipi bisa kan??" kata Alex dengan masih memandang tajam Marcus
"ya sudah jawab" kata Marcus
"iya iya ini juga mau jawab" kata Alex
"jadi kita melakukan itu karena suatu hal" ucap Alex. Ruangan yang tadinya beratmosfir normal berubah menjadi lebih serius untuk membicarakan aksinya di keluarga Andreas.