
Perjalanan dari bandara menuju rumah utama keluarga Andreas berlangsung selama 25 menit. Selama itu juga simon dan ben mengusap telinganya yang berdegung hingga memerah. Irene yang hanya melihat kelakuan ayah dan pamannya hanya melihat dengan pandangan berbinar seperti menonton serial cartoon kesukaannya, sedangkan alex hanya bisa melihat dengan pandangan kasihan pada kedua orang itu.
"apakah sakit??" tanya alex dengan nada dan tatapan kasihan
Simon dan ben yang melihat kearah alex hanya bisa menghembuskan nafas. Lalu Simon mengarahkan pandangannya ke irene yang duduk disebelah alex
' mereka benar-benar terlihat seperti anak kandungku,dan sejak kapan irene terlihat sadistic begitu?! Dia bahkan tersenyum diatas penderitaan kami! Apa jangan jangan karena selalu bersama ben?!!' batin simon mengeluh saat melihat reaksi kedua anaknya dan jangan lupa jika Simon memberikan tatapan tajamnya pada ben yang tidak mengetahui apapun
"apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?!" tanya Ben dengan nada kesal yang sangat ketara
"ck!" decih simon seraya mengalihkan pandangannya ke luar jendela tidak memerlukan tatapan sensi ben yang mungkin saja menganggap Simon gila
📍Andreas mansion America
Mobil yang membawa rombongan simon itu akhirnya sampai di depan mansion utama, mansion mewah milik keluarga andreas. Simon dan ben keluar diikuti oleh alex dan Irene dibelakangnya mengikuti mereka seperti anak ayam yang mengikuti induknya.
Mereka memasuki kediaman mewah tersebut dengan disambut oleh puluhan maid yang menyapa kedatangan mereka, kepala pelayan kediaman utama andreas datang menyambut simon dan ben.
"selamat datang tuan muda" ucap kepala pelayan
"dimana mommy?" tanya ben
"nyonya berada diruang keluarga bersama tuan dan tuan muda lainnya" ujar kepala pelayan
" mereka disini?" tanya simon yang dibalas anggukan oleh kepala pelayan. Mereka berjalan yang masih diikuti oleh alex dan Irene dibelakang namun hanya para maid perempuan yang melihat keberadaan mereka, kepala pelayan tidak melihat mereka karena tertutup oleh badan besar simon dan ben.
Setibanya mereka di ruang keluarga, kepala pelayan baru menyadari dua sosok anak kecil dibelakang kedua tuan mudanya. Dia tentu saja terkejut saat mengetahui ada sua anak kecil disini dan mempertanyakan siapa mereka. Simon segera memeluk daddy dan mommy nya diikuti oleh Ben sedangkan alex dan Irene hanya berdiam diri melihat kumpulan orang dewasa itu.
"mom, dad aku membawakan kalian cucu" kata simon dengan sangat santai namun memiliki dampak yang begitu kuat yaitu membuat seluruh orang yang berada diruang keluarga tersedak secara bersamaan tentu saja kecuali ben yang sudah berdiri di belakang Alex dan Irene
Mereka semua mengalihkan tatapannya kearah Alex dan Irene, mereka melihat dengan tatapan tajam. Namun bukan takut Alex anak itu justru memutar matanya yang menandakan mereka bosan sedangkan irene memandang mereka dengan pandangan sayu karena mengantuk
"apaan emang kenapa?! Kau pikir aku virus huh?! " kata ben dengan sinis dan segera memeluk alex dan irene dengan erat seakan tidak akan melepaskan mereka
"apakah kau tidak sadar jika sifat mereka itu semakin sadis dan itu pasti karena dekat dekat denganmu" ucap Simon seenaknya membuat ben melayangkan protes dengan keras
"kau menuduhku? Siapa yang kejam disini?! Apa kau perlu kaca?!" protes Ben kepada Simon
Selagi ben dan simon berdebat, Mrs. Andreas melihat kedua anak itu dengan tajam. Begitu juga dengan seluruh keluarga andreas yang menatapnya dengan tajam kecuali simon dan ben yang masih saling berdebat satu dengan yang lain
"hey! Kau dipungut dari mana oleh anakku" tanya Mrs. Andreas dengan tajam dan merendahkan namun pandangan matanya tidak menunjukan pandangan merendahkan kepada Alex dan irene
"apa kami harus menjawab itu? Kurasa itu tidak penting bagi anda. Jika penting pun anda bisa bertanya pada daddy" jawab alex dengan santai dan hal itu sukses membuat Mr dan Mrs andreas menatap mereka sedikit terkejut karena mereka tidak takut saat di intimidasi, binar kagum sedikit terlihat di mata Mrs andreas sebelum dengan cepat mengubah kembali menjadi tatapan tajam
"kau pasti dibuang oleh keluargamu, kenapa karena kalian melakukan kesalahan? Atau karna kalian anak haram" ucap salah satu tuan muda disana hal itu disambut tawa ringan oleh keluarga andreas dan hal itu yang sukses membuat perdebatan antara simon dan ben terhenti.
"apa yang kalian bicarakan?" tanya ben dengan melihat seluruh orang di ruangan tersebut
" kak kau memungut mereka dimana? " tanya orang berkulit putih pucat yang duduk di single sofa
"hei!! Jaga bicara mu sean!!".teriak simon dengan raut murka saat mendengar perkataan adiknya tersebut
"why? Emang benarkan mereka pasti dibuang keluarganya, apakah mereka anak haram?" tanya yang lain dengan santai sebelum kembali fokus kepada laptopnya
"kurasa kalian tidak perlu peduli kami anak haram atau tidak, bukankah lebih baik kalian berkaca maka kalian akan menemukan siapa anak haram atau anak buangan disini" kata alex dengan tatapan tajam hal itu sukses membuat semua orang menegang tak terkecuali Simon dan ben yang shock dengan perkataan tajam alex
"kalian tau, ada istilah mengatakan jangan membangunkan singa jika tidak mau mati. Kalian memang tidak membangunkan seekor singa tetapi kalian salah menyinggung orang karena kita berdua telah dilatih untuk dunia bawah" kata alex dengan senyum manisnya namun tatapannya sangat tajam melihat mereka semua dan tangannya yang memegang pistol milik salah satu bodyguard entah sejak kapan.
"pernah mendengar tidak 'don't judge a book by it's cover' itu yang harus kalian ingat" kata irene dengan tenang
(jangan menilai buku dari sampulnya)