The Journey

The Journey
Part 10



2 hari telah berlalu setelah kejadian tersebut. Keluarga andreas khususnya Simon dan ben sangat shock dengan aksi Alex dan Irene yang membunuh beberapa bodyguard namun tidak melukai anggota keluarga sama sekali, mereka berdua anak yang sudah diangkat dan dianggap anak kandung oleh Simon bukan anak dari orang biasa itulah yang tertanam di otak seluruh anggota keluarga andreas. Namun hal itu tidak menutup kekhawatiran Simon dan ben pada keadaan Alex dan Irene sekarang, bagaimana keadaan mereka? Apa mereka sudah makan? Bagaimana mereka tidur?? Dan masih banyak pertanyaan yang melintas di kepala mereka. Mereka juga sudah mengerahkan seluruh Anak buah mereka untuk mencari Alex dan Irene. Bukan untuk mendapat hukuman atau balas dendam namun untuk membuat mereka tenang setelah menghilangnya Alex dan Irene di negara yang baru saja mereka datangi kurang dari seminggu.


Keluarga Andreas yang lain tentu saja menolak dengan keras untuk membawa Alex dan Irene kembali bukan sebagai musuh namun sebagai anak Simon karena mereka bukan anak orang biasa dan mungkin saja musuh mereka. Namun penolakan mereka tidak di respon sama sekali oleh Simon maupun ben. Sedangkan Alex dan Irene yang sedang di khawatirkan saat ini sedang makan dengan tenang di apartemen mereka. Tunggu..... Apartemen??? Bagaimana mereka mendapatkannya


FLASHBACK ON


"nah paman kurasa sudah cukup bermainnya karena sekarang aku dan adikku sedang lapar jadi kau akan kukirim menyusul paman paman yang lainnya ya" kata Alex lalu secara tiba-tiba Alex menembak tepat di kepala bodyguard itu. Badan yang sudah tidak bernyawa itu jatuh tergeletak ditengah tengah Alex dan Irene.


" kakak bagaimana jika kita menyembunyikan mayat mereka lalu mengambil kartu dan hp mereka" kata irene yang dibalas tatapan bingung oleh Alex


"untuk apa? " tanya Alex


"kita perlu tempat tinggal kak, tidak mungkin kita membelinya sendiri pasti kita akan dicurigai. Kita bisa menggunakan ponsel mereka untuk memesan apartemen, saat mengurus datanya kita bisa bilang jika itu untuk hadiah anak jadi kepemilikan tentu saja atas nama anak dan itu atas nama kakak bagaimana? " kata irene yang dibalas anggukan oleh Alex


" membunuh tanpa takut dan merencanakan ide yang menarik tapi sayang kalian tidak mungkin bisa melakukan itu " kata seseorang membuat mereka menoleh ke asal suara dengan tatapan waspada


" ah... Tenang tenang aku tidak melakukan apapun" kata orang itu seraya mengangkat kedua tangannya tanda menyerah


"siapa kau?" tanya Alex yang masih waspada begitu juga irene yang memandang orang itu dengan tajam


"eh!!! Kalian melupakanku?!" tanya orang itu dengan nada tidak percaya yang tambah membuat Alex maupun irene memandangnya aneh namun tetap tidak menurunkan kewaspadaan mereka


" well mungkin kalau clarry yang lupa wajar namun kau nathan! Bagaimana bisa kau melupakanku" kata orang itu dengan memandang Alex sinis


"kau mengenal kami?" tanya irene dengan menurunkan kewaspadaannya karena menurutnya orang didepan mereka ini tidak membahayakan mereka


"oh my.... Buruk sekali nasib ku dilupakan oleh keponakan ku sendiri" lirih orang itu namun tetap bisa didengar oleh Alex maupun irene


"keponakan??" tanya Alex dengan pandangan aneh


"akhirnya kau mengingatku" kata orang itu atau Marcus dengan aura yang berbunga - bunga


"uncle kemana saja selama ini??" tanya Alex yang sudah berada di pelukan Marcus entah sejak kapan


"uncle tidak bisa menemui kalian lagi, kau tau bukan uncle bukan lagi bagian dari keluarga davidson maka itu uncle tidak bisa menemui kalian. Uncle memutuskan untuk memiliki kehidupan di sini agar uncle tenang namun apa yang uncle liat sekarang keponakan uncle  bisa berada disini dan membunuh orang " kata Marcus yang membuat Alex maupun irene menunduk


" maaf uncle " kata Alex


" untuk apa bilang maaf, justru uncle bangga sama kalian yang bisa mempraktekkan apa yang kalian pelajari dan itu membuktikan kalian benar-benar pilihan yang cocok untuk pewaris di dunia bawah. Uncle harap kalian tidak lupa jika uncle seorang mafia" kata Marcus yang mendapat respon 'ah... Iya' dari Alex dan Irene yang masih berusaha mengingat


"kau tidak mengingat uncle sweety??" tanya Marcus kepada irene


"kau ingat uncle yang memberimu permen cokelat setiap bertemu itu adalah uncle Marcus" ucap Alex kepada irene


"ah... Uncle yang bertingkah aneh itu?" tanya irene dengan polosnya dan itu sukses membuat Marcus berpindah ke sudut gang dan bermain jari jari miliknya. Irene dan Alex yang melihat itu hanya diam tidak bersuara selama sekian detik hingga


"tuh kan dia melakukan tingkah aneh lagi" kata irene dan sukses membuat aura Marcus lebih kelam.


"lagi pula tadi uncle aneh itu mengatakan dia keluar dari keluarga tapi aku tidak menerima informasi apapun dulu tentang anggota keluarga yang keluar namun kalau kabur itu ada" kata irene dengan santai membuat Marcus tersedak air liurnya sendiri mendengar perkataan jujur sang keponakan yang memang benar jika dirinya kabur dari keluarga davidson lebih tepatnya dari kakek irene dan alex


Setelah kejadian beberapa menit yang lalu akhirnya Marcus mengakhiri tingkahnya dan segera membawa Alex serta irene ke apartemen miliknya yang terletak di kawasan elit.


"ini apartemen unlce, kalian akan tinggal bersama uncle mulai sekarang. Tapi uncle sekarang harus pergi hingga beberapa hari kedepan uncle harap kalian bisa menjaga satu sama lain. Ini kartu untuk kalian gunakan untuk membeli apapun yang kalian mau. Jaga diri kalian uncle pergi sekarang" kata marcus setelah memberikan masing-masing saru kartu blackcard kepada Alex dan Irene lalu marcus segera pergi dari apartemen miliknya meninggalkan Alex dan Irene yang sedang menyesuaikan lingkungan baru mereka.


FLASHBACK OFF