
Keluarga andreas dan Marcus menjalani tahun - tahun belakangan ini dengan kepanikan, keterkejutan, dan perasaan was was yang diperoleh dari alex dan irene. Beberapa tahun terlewati baik alex dan irene kini sudah menjadi remaja dengan paras yang rupawan, bahkan akun SNS pribadi mereka memiliki jutaan pengikut walaupun alex tidak memiliki post-an apapun dan irene hanya punya satu foto candid yang dia post di akun miliknya beberapa tahun lalu. Walaupun tidak aktif dalam media sosial namun foto alex maupun irene tersebar banyak di media sosial karena dimana ada mereka disitu akan ada orang yang memotret mereka yang tentu saja mereka sadari, apa lagi beberapa bulan yang lalu para fans dari artis Michael sangat heboh di media sosial saat menyadari keberadaan alex dan irene di meet and greet Michael yang diadakan di Amerika. Tidak hanya alex dan irene, Simon juga ikut terkenal dengan julukan hot daddynya dan damian yang terkenal karena suka memposting kegiatan alex dan irene saat sedang bersantai di rumah mereka.
Dan lagi - lagi alex menarik perhatian seluruh orang yang berada di ruangan yang terbilang cukup besar dengan duduk di tempat paling belakang dan paling tinggi, Simon, ben maupun alex menarik seluruh perhatian. Saat ini mereka sedang menghadiri pesta kelulusan irene dari Havard University yang bisa dibilang lulusan paling mudah dari angkatan tahunnya.
"bu-bukankah dia alex? Kudengar dia memiliki perusahaannya sendiri" kata wisudawan perempuan kepada temannya
"kau benar, aku jadi ingin memilikinya" kata perempuan yang lain
"hey sadarlah diri jika kau ingin memilikinya setidaknya cantiklah seperti adiknya yang bahkan sangat cantik tanpa polesan makeup sedikitpun" kata wisudawan laki di samping mereka dengan pandangan yang tidak terlepas dari kursi baris pertama yang diduduki oleh anak anak pintar yang salah satunya adalah irene
"hais....itu karena DNA mereka, bagaimana bisa mereka memiliki DNA yang sangat bagus. Oh ya apa kalian tahu siapa ibu alex dan Irene?" tanya perempuan itu kepada teman-temannya
"tidak tapi aku yakin dia tidak kalah cantik dari Irene, wah..... Aku merasa iri dengan Mr. andreas memiliki istri yang cantik dan anak yang seperti mereka " ucap laki-laki dibelakang para gadis itu
"itu adalah mimpi seluruh orang broo... Baik perempuan maupun laki-laki, sungguh gen mereka benar benar tidak main. Mungkin kalau aku adalah jodoh irene maka gen keturunan keluargaku akan berubah menjadi bagus" kata teman wisudawan lelaki itu dengan kekehan kecilnya membuat teman Di sebelahnya memukul pelan kepalanya
"benar, berapa usia mu? Kau dikalahkan dengan gadis berumur 18 tahun yang sudah lulus dari Havard dengan nilai sempurna" kata temannya kearah para gadis didepannya dengan nada bercanda
"hey kalian juga lihatlah diri kalian, berapa usia kalian? alex 21 tahun namun memiliki perusahaan maju nya sendiri, kalian bahkan belum ujian skripsi saat umur kalian segitu oh... Kupikir skripsi kalian bahkan belum di terima" balas para gadis dengan sindiran
.
.
.
Beberapa jam berlalu cukup lama bagi keluarga andreas, acara kelulusan di tutup dengan pidato singkat irene sebagai murid lulusan terbaik di angkatannya. Kegiatan keluarga andreas tentu saja menarik perhatian seluruh orang yang hadir bahkan Simon yang hanya melihat jam saja membuat para gadis berusaha untuk memendam teriakan mereka. Seluruh orang seakan akan tidak peduli dengan pidato rektor yang mereka pedulikan hanya gerak gerik keluarga andreas yang sibuk dengan kegiatan mereka masing masing hingga nama irene disebut. Irene berjalan menuju keluarganya yang kini sudah berdiri dari kursi mereka, saat irene sampai di depan mereka secara bergiliran mereka memberikan pelukan hangat sebagai ucapan kelulusan irene dan melangkah pergi dari gedung kelulusan.
"apa yang akan kau lakukan setelah ini sweety?" tanya ben setelah beberapa saat mereka msuk kedalam mobil
"ntahlah mungkin aku akan mulai mengatur perusahaanku sendiri, ya aku sedikit kasihan dengan daniel yang selalu terlihat stress setiap memberikan berkas penting" kata irene dengan menerima segelas wine dari alex
"ah.... Kau benar, aku melihatnya memiliki mata panda yang cukup parah. Mungkin kau harus memberinya libur beberapa minggu baby" kata alex yang sedang memutar mutar kecil gelas kaca berisi wine ditangannya.
"aku tau kak, aku sudah menyuruhnya untuk pergi berlibur atau pulang ke rumah untuk bertemu keluarganya atau bahkan berlibur ke negeri lainnya. Tapi dia bahkan langsung menolak tanpa pikir panjang" kata irene seraya meminum sedikit demi sedikit wine di tangannya
" ya... Di lihat dari penampilannya sih cukup mengenaskan, hidupnya terlalu datar mungkin kau perlu mencarikannya pacar agar hidupnya sedikit ramai" kata ben dengan tawa kecilnya
"ah... Aku kenal seseorang yang memiliki banyak gadis.....seperti apa kriterianya? Seksi? Liar?" tanya alex dengan senyuman anehnya
Suara pukulan terdengar nyaring diiringi dengan desisan pelan dari seseorang, usul punya usul suara desisan itu dari alex yang baru saja terkenal pukulan Simon di kepalanya
" aish..... What are you doing dad?!" tanya alex dengan pandangan sinisnya
(apa yang kau lakukan pa?!)
"kau yang apa apaan, mesum sekali kau itu?!" ucap Simon dengan sinis dan tatapan tajamnya kearah alex
"semua cowo pasti mesum dad, jika tidak mana mungkin ada bayi yang lahir" kata alex seraya memutar matanya dengan masih mengusap kepalanya yang dipukul simon
alex yang awalnya menganggukan kepalanya karena setuju dengan perkataannya sendiri terhenti dalam sejenak dan melihat Simon dan ben dengan mata yang melotot dan sedikit pandangan curiga. Sedangkan irene, dia hanya melihat dan mengikuti pembicaraan tiga pria di depannya dengan pandangan malas.
"tunggu tunggu...... Dad don't tell me you're still virgin?!" ucap alex dengan heboh dan mata yang melotot
ben dan irene yang mendengar perkataan alex itu sontak langsung tersedak wine yang mereka minum bahan sang supir langsung menginjak rem secara tiba-tiba untuk saja posisi mobil dalam posisi berhenti karena lampu merah, sedangkan Simon masih dalam keadaan shocknya. Setelah merasa tenggorokannya membaik ben dan irene tidak menutup ketawa lepas mereka yang membuat Simon tersadar dari shocknya dan langsung memukul kepala alex dengan cukup kuat.
"KAU!!!" teriak Simon tidak terlalu keras keras tapi cukup keras bagi mereka yang ada disekitarnya
"kau pikir daddy apa huh?! Tentu saja sudah, kau pikir berapa usia daddy sekarang?!" decak Simon yang dibalas senyuman lebar Alex dengan raut wajah anehnya
"lalu bagaimana dengan mu unlce?!" tanya alex ke ben yang dibalas ben dengan cepat
"tentu saja pernah" kata ben dengan kekehannya
"kenapa kau semangat sekali?!" sinis Simon kepada ben
"apa masalahmu?" jawab ben dengan tertawa
"kalian....tidak saling membantu kan?" tanya irene tiba-tiba membuat suasana seketika hening hingga alex tertawa ngakak sampai jatuh kebagian bawah mobil
"h-huh?!......" shock Simon dan ben, mereka amat sangat shock
"ya siapa tau saja, karena kalian kan tidak dapat terpisahkan. Dimana ada daddy disitu ada uncle, bahkan saat kecil pun aku sering melihat uncle keluar dari kamar daddy saat pagi" kata irene dengan santainya tidak peduli dengan alex yang kesusahan bernafas karena terlalu banyak ketawa dan Simon, ben yang masih shock dengan mulut terbuka.
Mereka bahkan tidak sadar jika mereka sampai di mansion mereka, irene adalah orang pertama yang turun dari mobil diikuti oleh alex yang masih berusaha meredakan tawanya. ben dan Simon perlu beberapa saat untuk kembali pada kesadaran mereka dan saat mereka masuk, mereka sudah melihat alex dan irene yang sudah sibuk dengan telepon dan laptop mereka masing-masing yang tidak perlu di beritahu jika mereka berdua kembali sibuk dengan pekerjaan mereka.