
Hening itulah yang menggambarkan ruangan yang di tempat oleh irene dan 4 orang lainnya. Sang kakek yang duduk di salah satu sofa Di ruangan irene dengan minuman yang masih berada di tangannya dan mata yang mengawasi dua orang lelaki yang duduk di depannya ini dengan tatapan tajamnya dan bawahan irene atau lebih tepatnya tangan kanan irene daniel berdiri di sebelah kursi yang diduduki oleh sang kakek. Mengalihkan pandangannya kearah lain, alis irene mengangkat saat melihat dua lelaki yang masih saling melempar tatapan tajam satu dengan yang lain itu.
"ekhem!" batuk irene membuat Christian dan lelaki di sampingnya melihat kearahnya, senyum palsu irene terbentuk saat dia mendapatkan perhatian dari dua lelaki di depannya ini
"jadi.... ada yang bisa saya bantu?" tanya irene dengan nada halusnya dan jangan lupa senyum palsunya
"ini bukan urusanmu!" ucap lelaki yang berada di sebelah Christian dengan sinis
"kau?! Jaga nada bicaramu itu!" geram Christian dengan mencengkram kera pakaian lelaki itu dengan kuat
Senyum palsu irene secara perlahan berubah menjadi senyuman miring saat melihat Christian membelanya, pacaran matanya yang semula bosan dan redup berganti berkilau dan licik secara bersamaan. Menopang dagunya di punggung tangannya irene melihat kedua lelaki yang sekali lagi kembali bertengkar, cukup lama mereka bertengkar dan Irene merasa kembali sedikit bosan karena tidak ada tindakan action lebih seperti yang dia harapkan. Irene melihat kearah daniel dan seakan mengerti daniel segera memberikan kertas berisi data pribadi kedua orang didepannya, membacanya sekilas sebelum senyum licik muncul di bibir merah mudanya itu dengan cepat.
" nah... nah... sudah cukup hentikan omong kosong ini james , thomas " kata irene masih dengan senyum liciknya, membuat dua orang didepannya itu secara serentak melihat kearah irene dengan pandangan waspada saat mendengar nama asli mereka disebut. Sedangkan irene yang melihat reaksi keduanya terkekeh kecil dengan tangan kanan yang bermain bolpen hitam dengan hiasan emas itu di jari jari lentik milik irene.
"kau! Bagaimana kau tau nama kami?! Siapa kau?!" tanya james atau lebih tepatnya james adam memandang tajam irene dan secara tidak sadar membawa pria di sebelahnya atau lebih tepatnya thomas kebelakang badannya memberi postur tubuh melindungi sedangkan matanya masih tidak beralih dari irene yang masih melihat mereka dengan binar yang tidak bisa james artikan di matanya.
" seperti yang kau ketahui aku Rene" jawab irene dengan sangat amat santai dan tidak memperdulikan james dan thomas yang masih memandangnya dengan waspada.
" siapa yang mengirim mu?!" ucap thomas dengan nada dinginnya dan jangan lupakan tatapan tajamnya yang ia berikan kepada irene saat dirinya masih berada di belakang perlindungan james membuat irene yang melihat itu tersenyum geli. Mungkin saja wajah thomas sangat tampan tapi tidak dapat menutup pelihatan irene yang tajam jika thomas itu sangatlah manis di balik wajah tampannya, membuat irene memandang thomas seakan dia anak laki-laki berumur 7 tahun yang merajuk karena mainannya diambil.
" apa maksudmu dengan 'siapa yang mengirimku', aku ini pemilik club ini. Pemilik yang menerima banyak protes karena adanya pertengkaran di propetiku yang mengganggu kenyamanan waktu santai mereka" ucap irene masih dengan senyuman palsunya itu dan jangan lupakan alis rapinya menaik satu di wajah cantiknya itu.
james dan thomas tidak bisa berbicara apapun, mereka hanya bisa berdiam dan berdiri di tempat mereka berusaha untuk tidak bergerak sedikitpun. Karena mereka tahu jika yang di katakan irene itu benar, mereka melakukan pertengkaran di bar ini yang irene bilang merupakan properti miliknya dan mereka tidaklah bodoh untuk mengetahui jika pemilik bar ini tidaklah bisa mereka ganggu melihat pengunjung bar ini kebanyakan orang orang terkenal atau bahkan ada beberapa yang melakukan transaksi kotor yang hebatnya lagiĀ tidak pernah terendus pihak keamanan sedikitpun entah pihak keamanan yang tidak bisa mengendus hal tersebut atau mereka tahu namun pemilik bar ini adalah orang yang ditakuti oleh pemerintahan hingga bisa lolos yang mungkin bisa dibilang pemilik bar ini tidak dapat mereka sentuh secara sembarangan, baik james maupun thomas tidak dapat memastikan itu saat ini.
"apa ada yang lucu?" tanya irene dengan nada bingung miliknya dan jangan lupakan pancaran bingung di matanya itu.
"ya, cukup lucu saat melihat kedua pria muda itu tidak berani bergerak, seakan akan jika mereka bergerak nyawa mereka akan hilang detik itu juga" kata Mr. andreas tawa gelinya
Mendengar perkataan sang kakek irene beralih melihat keadaan dua objek yang membuat sang kakek ketawa, tidak lama setelahnya bahu kecil milik irene bergetar kecil. Irene mengalihkan pandangannya kearah lain dan telapak tangan kanannya berada di depan bibirnya seakan akan berusaha menutupi tawa kecilnya yang tentu saja dapat di ketahui seluruh orang di ruangan tersebut, bahkan sang kakek tertawa semakin keras saat melihat sang cucu tertawa.
"mari mari kita lihat" kata irene setelah berhasil mengatur tawa kecil miliknya, sang asisten daniel pun segera memberikan irene beberapa berkas bermap biru tua dengan liner perak. Perlu beberapa saat hingga irene selesai membaca berkas yang berisi data diri, status maupun riwayat dua orang di depannya ini. Kini irene kembali Kedirinya sendiri, tatapannya tidak seramah yang tadi senyumnyapun juga hilang dari wajah cantiknya bahkan pancaran matanya menjadi sangat tajam. Memberikan berkas itu kembali ke daniel, irene memberikan tatapan tajamnya ke james dan thomas
"well... Welcome to Canada the heir of adam and devons" kata irene dengan senyum liciknya
(selamat datang di Kanada pewaris adam dan devons)
"siapa kau?!" tanya thomas dengan waspada
"me? Ah right ... I'm not introduce myself as properly. Well I'm irene andreas, the second child and the only daughter of andreas family the noble family in Italia" kata irene dengan senyumannya. Sedangkan baik thomas maupun james sama sama tersentak saat mengetahui status orang didepan mereka, status irene secara fakta jauh lebih tinggi dari status james maupun thomas. Mereka secara bersamaan segera menegakkan badan mereka memasang postur bangsawan yang sudah dilatih sedari kecil untuk menjaga tindakan mereka saat berada di depan keluarga yang jauh lebih tinggi statusnya andreas, davidson, devons dan adam adalah keluarga bangsawan yang harus diketahui oleh seluruh rakyat Italia sejak mereka kecil.
(aku? Ah benar... Aku tidak memperkenalkan diriku dengan benar. Jadi namaku adalah irene andreas, anak kedua dan anak perempuan satu satunya di keluarga bangsawan Italia keluarga andreas)
"senang bertemu dengan anda lady andreas" kata thomas dan james dengan sikap bangsawannya.