
Keadaan ruang keluarga di mansion andreas sangat amat hening dengan aura yang sangat berat, empat orang didalam ruang keluarga itu terduduk diam dengan pandangan tajam untuk satu sama lain dan seakan tidak ada yang ingin memulai percakapan. Mereka seakan sibuk dengan memandang tajam dan sinis satu sama lainnya.
"seharusnya disini yang marah itu aku! Kalian yang tidak berkata apa apa dan tiba-tiba saja akan pergi kenegaraan berbeda?!" ucap ben dengan menatap sinis Simon, alex dan irene
"ku pikir uncle sudah tau" kata irene dengan santai, mungkin amat sangat santai
" Bagaimana aku bisa tau jika tidak ada yang memberitahu kepadaku?!" kata ben dengan sinis dan mata yang melotot ke irene
"ha.... intinya uncle, aku dan irene akan pergi. Daddy sudah mengetahui itu dan aku sendiri tidak tau jika daddy juga akan pergi" kata alex dengan tenang
"kenapa kau tidak....kenapa kalian tidak memberitahukan ku?!" ucap ben setelah agak tenang
"karena seingatku daddy yang bilang akan memberi tahu uncle" kata irene santai tanpa peduli simon yang sudah melototkan matanya kearah irene lalu melihat Ben dengan takut-takut
Dan benar saja ben melihat Simon dengan tatapan tajam membuat Simon mau tidak mau melihat kearah lain agar tidak melihat ben yang sudah dalam mode singa ganas
"ada sesuatu yang perlu kau bilang Simon?" tanya ben dengan senyuman manisnya
"uh... uhm... I-itu a-aku lupa" kata Simon dengan gugup dan badan yang sudah panas dingin
"dan karena kelupaanmu itu, aku terancam ditinggal di mansion ini jika saja aku tidak melihat kalian akan keluar dari mansion dengan koper yang sangat besar!!" kata ben dengan sangat cepat
" baiklah baiklah, aku sudah tidak punya banyak waktu karena malem ini aku ada meeting di Las Vegas. Uncle listen, aku akan ke Las Vegas lalu Akan pindah ke Italia begitu juga dengan irene dia ada memiliki pekerjaannya sendiri di Kanada dan akan kembali ke Italia untuk menetap disana juga. Aku tidak tau bagaimana dengan daddy tapi aku dan irene sedang buru - buru" kata alex dengan senyuman yang membuat ben memandang mereka datar
"kalian tidak mungkin buru-buru karena seberapa penting urusan kalian itu pasti tidak akan dimulai jika kalian tidak ada disana, kalian ada titik tertinggi mereka lebih baik menunggu dari pada hancur jadi jangan bertingkah seperti akan kehilangan miliaran dollar jika kenyataannya rapat yang kau maksud tidak sepenting itu" kata ben tajam membuat alex diam dan memilih mundur seketika. Melihat keponakan cowoknya mundur dengan teratur membuat ben kurang lebih merasa sedikit tenang lalu beralih melihat keponakan perempuannya dengan tatapan penuh selidik
"well setidaknya punya ku tidak sepenting meeting kak alex tapi aku punya beberapa tikus yang harus ku basmi, membiarkan mereka menghirup udara segar sedikit lebih lama juga tidak membuatku rugi" kata irene dengan santai yang mendapatkan senyuman dan anggukan puas dari ben
"nah Simon..... kita perlu berbicara sekarang" ucap ben masih dengan senyumannya.
Setelah itu yang terjadi diruang keluarga mansion andreas adalah teriakan ben yang mengejar Simon, pemukulan ben ke Simon dan teriakan Simon yang meminta ben untuk berhenti dan meminta kedua anaknya atau bahkan adik-adiknya yang baru tiba dan ikut asik menonton pertengkaran mereka untuk menolong dirinya yang tentu saja tidak dianggap. Hei mereka tidak jahat! ayolah sangat jarang melihat ben marah ke Simon apalagi dengan niat seakan akan ingin melempar Simon dari bumi, jika ada kesempatan untuk melihatnya kenapa harus menghentikannya begitulah pikiran alex, irene dan saudara Simon yang lain.
.
.
.
Setelah insiden di ruang keluarga yang membuat Simon, alex dan irene menunda kepergian mereka selama beberapa hari, kini mereka sudah ada di bandara lebih tepatnya ditengah tengah kearah hallway negara yang mereka tuju karena mereka memiliki tujuan yang berbeda tentu saja mereka memasuki lorong yang berbeda. Bagaimana dengan ben? Tenang dia ikut dengan Simon yang ternyata berniat kembali menetap di Italia dan akan menunggu alex dan irene untuk kembali menetap di Italia setelah urusan mereka masing masing.
"kau terlihat senang, kau yakin urusanmu itu meeting?" tanya ben dengan curiga membuat alex sedikit gelagapan
"ha...t-tentu saja!" kata alex dengan sedikit keras membuat Simon maupun ben semakin curiga
"kau tau alex, kau masih terlalu muda jadi saat kembali ke Italia jangan sampai kau membawakan ku cucu" kata Simon dengan tenang tidak memperdulikan alex yang tersedak air liurnya sendiri dan irene yang mengendus geli
"itu tidak mungkin dad!" kata alex dengan pipi yang sedikit memerah
"hey broo everyone knows what will happen in Las Vegas, negara sebagai hiburan dunia. Kau tidak berpikir kita tidak tahukan? Kalau iya, sorry my son tapi itu tempat bermainku dulu" kata Simon dengan senyuman anehnya
(hei semua orang itu tau apa yang akan terjadi di Las Vegas)
"wha-whatever I'm going now, bye" kata alex lalu melarikan diri menuju hallway penerbangannya
(ter-terserah aku pergi sekarang, dah)
" sampai ketemu di Italia alex!" teriak ben membuat Simon dan irene menutup wajah mereka
"I'm going now bye dad, uncle" kata irene lalu pergi begitu saja tidak menunggu jawaban Simon dan ben
(aku pergi sekarang sampai jumpa pa, paman)
ben yang mau kembali berteriak sudah didahului sama Simon yang menutup mulutnya dan menatapnya dengan tajam membuat ben tersenyum malu.
"kau tau kenapa irene langsung pergi?! Aku bahkan belum memeluk kedua anakku dan sekarang mereka pergi tanpa memelukku?!" desis Simon ke ben dan jangan lupakan tatapan tajamnya
"okey okey aku ngaku salah, tapi kita akan berkumpul lagi di Italia mereka tidak akan pergi selama 1 tahun you know" kata ben santai
"iya tidak selama itu tapi aku tidak akan melihat mereka dalan 1 bulan" kata Simon masih dengan tatapan tajamnya kearah ben yang kini sudah melotot
"tu-tunggu 1 bulan kau bilang?! Untuk apa mereka selama itu!!" ucap ben dengan keras membuat Simon lagi lagi menutup wajahnya menahan malu
Tidak mau semakin bertambah malu simon segera menggeret ben menuju hallway penerbangan ke Italia, tidak memperdulikan ben yang memberontak karena ingin menarik alex dan irene agar ikut mereka ke Italia.
"tidak Simon lepaskan aku, aku harus menggeret mereka ikut dengan kita! Bagaimana bisa kau mengizinkan mereka untuk pergi selama itu?!! Lepaskan lepaskan aku!! Aku tidak rela mereka pergi sejauh dan selama itu!! Lepaskan!!!!" teriak ben histeris dan memberontak membuat Simon memperkuat pelukannya ke ben dan menggeret ben sekuat tenaga bahkan ben menarik banyak perhatian buktinya satpam bandara bahkan akan mendatangi mereka jika saja bodyguard Simon tidak menghadang mereka dan beberapa orang yang memandang mereka dengan tatapan terganggu dan ada juga orang yang merekam perisitiwa lucu tersebut.