the heart that chooses

the heart that chooses
9. Kembali Bertemu




Dipagi yang cerah degan hembusan anggin yang menyegarkan, membuat seorang wanita yang sedang duduk melamun di sebuah taman kecil enggan meninggalkan tempatnya. Namun tiba-tiba terdegan suara teriakan memanggil namanya (Meyshila), sehingga diapun berbalik ke arah sumber suara.


"Papa..!!" kata Meyshila sambil menatap Dominick yang sedang melambaikan tangan ke arahnya, melihat itu Meyshila segara beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Dominick.


"Kevin sudah pulang, dia sekarang berada di ruang tamu sambil menunggumu. Lebih baik kamu segera temui dia, Papa akan menyusul setelah membantu mama mu beranjak dari kamar karena dia masih lemah setelah kejadian semalam" Kata Dominick sambil memegang kedua bahu Meyshila yang berdiri di hadapannya.


"Pa...!!! Shila belum siap,,!! apalagi papa belum menjelaskan semuanya kepada Shila...!!" Kata Meyshila degan perasaan gelisa.


"Temuilah dulu nak Kevin, nanti papa dan mama akan menyusul. Sesuai degan keiginanmu, papa akan menjelaskan semuanya di depanmu dan juga di depan Kevin" Kata Dominick mencoba untuk membujuk Meyshila agar segera menemui Kevin yang berada di ruang tamu.


"Pa..!!!" Kata Meyshila merasa tidak karuan, namun Dominick mengedipkan kedua matanya sebagai tanda memohon kepada Meyshila. Akhirnya Meyshila setuju dan segera berlalu menuju ruang tamu dimana Kevin sekarang menunggunya.


Meyshila yang berjalan menuju ruang tamu merasa kacau, sehingga membuat kedua tagannya mengepal sambil berjalan menuju ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu Meyshila berhenti sejenak menatap punggung Kevin yang sekarang membelakangi pandaganya, melihat itu Meyshila yang ragu untuk lebih mendekat memutuskan untuk memutar balik badannya hendak pergi. Namu terhenti ketika suara yang dulu ia degar setiap hari di sekolah memanggilnya.


Ternyata sebelum Meyshila hendak melangkah pergi, Kevin menyadari kedatangannya degan melihat pantulan wajah Meyshila dari kaca lemari depan tempat duduk Kevin.


"Shila...!!! Meyshila Dominick.....!!, kenapa kamu mau pergi setelah melihatku tanpa menegurku" kata Kevin yang menatap punggu Meyshila. "Apa dia sudah megetahui semuanya, sehingga menghindariku lagi" Gumam Kevin dalam hati. sedangkan Meyshila berusaha menguatkan diri, kemudian berbalik menatap Kevin yang terlihat menatapnya juga.


"Hay Kev..!! apa kamu sudah menungguku sedari tadi..?" tanya Meyshila berusaha menghindar dari pertanyaan Kevin, tapi Kevin menyadari hal tersebut kemudian menatap Meyshila yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Tenanglah...!!! kamu tau sendirikan, sejak pertama kali melihatmu di SMA X sampai sekarang aku tetap menunggumu dan tidak berpaling kelain hati" kata Kevin sedikit menggoda. sehingga membuat Meyshila mengepalkan kedua tagannya menahan rasa kesal atas ucapan Kevin, Kevin yang melihatnya hanya tersenyum.


"Siapa suru menungguku, malahan aku senang setelah mendegar kabar kepergianmu" kata Meyshila ketus sambil menatap tajam Kevin.


"Sebelum aku pergi kamu mulai ramah kepadaku, tapi megapa setelah kedatanganku sekang membuatmu tambah judes kepadaku. Apa ini pertanda bahwa kamu sudah mengetahui semuanya..?" tantang Kevin sambil mencari tahu kebenaran dari ekspresi Meyshila. Akan tetapi Meyshila memalingkan pandaganya dari Kevin, karena tidak tau harus menjawab apa.


"Iya..!!, dia sudah mengetahuinya. maafkan tante dan om yang baru kemaring mengatakannya, tanpa segaja di degar oleh Meyshila" selah Luchiyana sambil memasuki ruang tamu degan kursi roda yang di dorong oleh Dominick, spontang Kevin dan Meyshila berbalik menatapnya.


"Om, tante kenapa..? " tanya Kevin panik melihat keadaan Luchiyana.


"Tante tidak kenapa-kenapa, lebih baik kita semua duduk. Tante dan om akan menjelaskan semuanya kepada kalian berdua, semoga kalian bisa memahaminya dan mau menyetujui pernikahan ini" kata Luchiyana sambil meneteskan air mata yang sudah tidak dapat ditahannya, sehingga membuat Kevin dan Meyshila khawatir. Sedangkan Dominick menenangkan istrinya, setelah Luchiyana sudah terlihat tenang Dominick kemudian mulai menjelaskan semuanya.


Dominick terlebih dahulu meminta maaf kepada Kevin, karena merasa bersalah akan pernikahan yang direncanakan memiliki maksud lain. Dimana pernikahan dadakan itu menggunakan Kevin sebagai alat, guna menyelamatkan putrinya Meyshila yang menjadi jaminan dari kebodohannya. Kevin yang mendegar penjelasan Dominick merasa terkejut, kemudian terdiam sambil mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Dominick. Kemudian Kevin memberikan keputusan terakhir sebagai tindakan tegas dalam menyikapi masalah ini.


"Saya Kevin Austyn Mhethyu tidak akan menarik kembali kata-kata saya dan tetap akan menikahi Meyshila Dominick serta berjanji akan melinduginya dari mara bahaya apapun" tegas Kevin sambil menatap Dominick dan Luchiyana yang terlihat terharu degan mata berkaca-kaca. Sedangkan Meyshila terkejut dan heran akan keputusan Kevin yang tidak ia harapkan.


Setelah mendegar keputusan Kevin yang melegakan hati, kini Dominick mencoba meminta maaf sambil berurai air mata kepada Meyshila, atas segalah kejadian yang terjadi pada putri bungsunya karena tekana dan kebodohannya menjadikan Meyshila jaminan. Serta keras kepala Meyshila yang membuat Dominick merasa ragu untuk mengatakan rencana pernikahan dadakan yang tinggal dua hari lagi. karena takut Meyshila menolak dan membuat sebuah rencana untuk membatalkannya tanpa mengetahui alasan pasti, bahwa semua ini demi menyelamatkannya.


Meyshila yang mendegar perkataan Dominick merasa sesak akan rasa sakit di dadanya yang igin meledak, sambil menahan air matanya agar tidak keluar. Meyshila yang beranjak hendak pergi, terhenti ketika pergelangan tagannya ditahan oleh Luchiyana.


"Apa kamu masih mau melihat mama hidup..!!, kalau iya maka katakan keputusanmu sekarang juga" kata Luchiyana yang masih memegang pergelangan tagan Meyshila. Meyshila berbalik menatap mamanya kemudian mengigat perkataan Dokter yang memintanya agar tidak membuat mama nya syok sehingga nekat melukai dirinya sendiri.


Meyshila mencoba menenangkan perasaannya yang sagat kacau degan mengelola jalur pernapasan agar tetap rileks kemudian kembali duduk.



Setalah kepulangan Kevin, Meyshila masuk kedalam kamar kemudian merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memejamkan kedua matan. Namun tiba-tiba hendphonya berbunyi, Meyshila segera meraih dan melihat nama panggilan masuk yaitu Anneliese.


Meyshila segera beranjak duduk dari tempat tidur, kemudian mengangkat telfon dari Anneliese. Pertama tama Meyshila dan Anneliese sekedar basa basi mengenai kabar dan membahas megenai kegiatan mereka berdua setelah berpisah selama satu tahun lamanya. Namun Meyshila terkejut, ketika Anneliese meminta Meyshila agar merahasiakan berita kepulangannya dua hari lagi karena igin memberikan kejutan kepada kedua orang tuanya.


Mendegar permintaan Anneliese, Meyshila sejenak terdiam sambil berpikir. Bagai mana dia akan menjelaskan, megenai pernikahannya degan Kevin yang segaja dirahasiakan kepada Annelies agar tidak mengetahuinya sehingga tidak sakit hati. Karena Meyshila dan kedua orang tuanya sudah mengetahui bahwa Anneliese sebenarnya sagat menyukai Kevin yang memiliki kepribadian yang menyenangkan serta baik hati.


Anneliese yang sedari tadi memanggil nama Meyshila yang terdiam di panggilan seberang sana memilih untuk mematikan telpon, sedangkan Meyshila tidak mempedulikan hendphonya. karena merasa frustasi memikirkan pernikahannya degan Kevin, sebagai jalan keluar untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan dilain sisi pernikan itu juga yang akan menghancurkan perasaan kakak nya Anneliese yang sagat mencintai Kevin.


Meyshila yang bergulat degan pikiranya sendiri tiba-tiba merasa lelah, kemudian merebahkan diri di atas tempat tidur. seketika itu Mwyshila kehilangan kesadaran dan tertidur lelap tanpa mengganti pakean yang sudah digunakannya seharian.


* Kediaman Mhethyu *


Bunyi bel dan gedoran pintu terdegar nyaring di keheningan malam, membuat Meghan yang asik menonton Tv di ruang keluarga lantai bawah merasa jengkel.


"Siapa sih orang yang bertamu ke rumah larut malam seperti ini, mengganggu saja" kata Meghan sambil berjalan hendak membuka pintu, namun pelayan rumahnya terlebih dulu meraih gagang pintu dan membukanya.


Tiba tiba seorang pria muncul dari ambang pintu utama, masuk ke dalam rumah sambil berjalan gontai seperti kehilangan keseimbangan degan rambut acak acakan serta baju kemeja yang berantakan degan jas yang berada di genggaman nya. Meghan yang melihat sosok pria yang di kenalnya itu merasa terkejut dan segera berlari menghampirinya.


"Kevin...!!!, apa yang terjadi nak..? " kata Meghan panik, sambil menahan kedua bahu Kevin yang hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan.


"Ma..Mama...!!!" Kata Kevin segera memeluk Meghan di hadannya, dan Meghan membalas pelukan putranya.


"Katanya kamu baru bisa pulang besok, tapi sekarang kamu muncul di hadapan mama degan mabuk-mabukan. lihatla penampilan mu yang acak-acakan, membuat mama panik saja" kata Meghan sambil memapah tubuh Kevin sambil berjalan masuk menuju kamar yang terletak di lantai dua.


"Maafin Kevin Ma.., Kevin akan berusa agar tidak mengulanginya lagi" kata Kevin sambil berjalan di bantu Meghan.


"Baiklah mama memaafkanmu, tapi lain kali kalau ada masalah katakan kepada mama jagan lampiaskan degan mabuk-mabukan yang dapat merusak dirimu sendiri" Kata Meghan sambil masuk kedalam kamar Kevin.


"Iya mamaku sayang" kata Kevin sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur di bantu Meghan.


"Istirahat dan tidur yang nyenyak, karena besok mama tidak akan melepaskanmu dan meminta penjelasan atas kejadian malam ini" kata Meghan sambil menyelimuti tubuh Kevin degan selimut.


"Terimakasih mama, kau adalah segalanya bagiku. Kevin sagat sayang mama" Kata Kevin sambil memegang tagan Meghan yang hendak pergi.


"Iya mama juga sayang Kevin..^,^. tapi kelihatannya, tinggal satu hari lagi kesempatan mama jadi nomor satu di hati Kevin. setelah satu hari itu berlalu dan kamu sudah sah menjadi seorang suami, maka kamu harus menomor satukan Meyshila sebagai istrimu di dalam hati" Kata Meghan lembut sambil memeluk Kevin, Kevin membalas pelukan Meghan degan erat.


Selama berpelukan degan mamanya beberapa menit, entah apa yang tiba-tiba mengganggu pikiran Kevin. sehingga membuat kedua matanya mengeluarkan cairan bening, dan pada saat Kevin menyadari hal tersebut. ia segera menghapus cairan bening itu agar tidak terlihat oleh mama nya yang suka panik jika melihat anak semata wayangnya menagis.