the heart that chooses

the heart that chooses
3. Pertemuan Keluarga




Dominick merupakan sosok papa yang sagat siaga dan penyayang, dimana dia selalu menyempatkan waktu walaupun hanya sekedar menjemput kedua putrinya sepulang sekolah.


Diperjalanan pulang Dominick terkadang berusaha untuk bercengkrama degan kedua putrinya, Anneliese yang senantiasa menceritakan kegiatannya selama di sekolah sedangkan Meyshila hanya diam dan enggang menceritakan kegiatannya. Dominick yang sagat paham akan sifat dan kelakuan Meyshila hanya dapat memberikan masukan agar putri bungsunya itu dapat menunjukkan sisi kelembutan sebagai seorang wanita seperti Anneliese. Meyshila yang mendegarkan hal itu terkadang bersedih, karena kedua orang tua nya selalu membandingkan dirinya degan Anneliese yang memiliki karakter dan sifat yang berbeda dimana Anneliese degan kerakter wanita lemah lembut dan penyayang, sedangkan Meyshila yang memiliki sifat Judes dan karakter tertutup dan enggang berbicara banyak megenai hal pribadinya.


* Malam Hari di Kediaman Dominick *


Pertemuan antara Antoniyo dan Dominick dilakukan di ruang rahasia yang tertutup dan hanya lampu kristal yang menerangi ruangan besar itu, Antoniyo dan Dominick serta istri mereka mulai berdiskusi.


Pertemuan keluarga di kediaman Dominick, dimana Antoniyo Afrod adalah salah satu pemegang saham dan merupakan kakak kandung dari Dominick Afrod. Pertemuan keluarga antara dua bersaudara itu guna membahas megenai keputusan yang akan mereka ambil dalam perjanjian kerjasama degan kolega baru yang sagat berbahaya dan berpegaruh besar akan kemajuan perusahaan yang dirintis dari bawah oleh papa merek yang sudah wafat yaitu (tuan Afrod).


Anneliese dan Meyshila berada di balkom lantai dua bersama degan sepupunya yang bernama Tory Antoniyo yang merupakan anak dari Antoniyo Afrod dan Graciella. Tory yang merupakan anak tunggal tak heran memiliki sifat manja, sehingga apa saja keiginannya selalu di kabulkan oleh kedua orang tua yang sagat menyayanginya.


Tory yang memiliki sifat ceplas ceplos menantang Anneliese dan Meyshila untuk mencari tau akan ruang rahasia yang didegar dari percakapan ayah dan paman nya melalui telfon. Anneliese tidak terlalu menaggapi perkataan Tory karna ia sibuk membalas chat dari Kevin, sedangkan Meyshila yang penasaran menjadi tertantang dan menerima tantagan yang di berikan Tory.


Meyshila dan Tory berpencar untuk mencari ruang rahasia di kediaman Dominick, sudah lewat dari 1 jam mereka mencari akan tetapi mereka berdua belum menemukan ruangan itu, sampai akhirnya Tory menyerah sedangkan Meyshila masik semagat untuk mencari ruang rahasia tersebut.


Tidak sia sia Meyshila berusaha dan berpikir untuk mencari ruangan tersebut, karna akhirnya ia menemukan degan petunjuk dari kebiasaan ayahnya yaitu memandagi foto berukurang besar milik kakeknya yang bernama Afrod.


Meyshila merabah foto kakeknya dan menemukan tombol kecil. pada saat Meyshila menekan tombil tersebut, dinding yang tertempel foto Afrod terbuka. Meyshila segera masuk dan menyusuri lorong kecil yang gelap hingga dia sampai pada ujung ruagan degan pintu yang sedikit terbuka, Meyshila perlahan lahan mendekat dan mencoba untuk megintip di balik pintu besar yang sedikit terbuka.


"Astaga..!!! ini sungguh luar biasa... apa yang di katakan Tory memang benar, akhirnya aku menemukan ruang rahasia kakek yang tersembunyi" gumam Meyshila dalam hati sambil memindai ruangan tersebut kemudian melihat dan mencoba untuk mendegar pembicaraan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Tory.


Beberapa saat kemudian, Anneliese dan Tory sibuk mencari keberadaan Meyshila, tiba tiba ia melihat keberadaan Meyshila yang sedang duduk sambil melamun ditepi kolam renang.


"Apa maksud dari mereka semua, keputusan..!!! megapa papa dan mama selalu memaksakan kehendak terhadapku dan selalu saja melindugi Anneliese dagan alasan yang sama terusmenerus selama ini" gumam Mayshila dalam hati sambil mencerna apa yang ia degar di ruang rahasia tersebut.


-flashback-


"Tenanglah, aku akan memastikan Tory setuju degan semua ini, dan apa kamu yakin memilih Meyshila dan lebih melindugi Anneliese..?" tanya Antoniyo degan tatapan serius pada Dominick.


"Mau bagai mana lagi..." jedah Dominick sambil menghelanafas kemudian menatap kearah istrinya. Setelah mendapat anggukan kepala dari Luchiyana, Dominick melanjutkan perkataannya. "Anneliese harus dilindugi karena sejak dia lahir sampai sekarang tubuhnya sagat lemah dan rapuh, Aku tidak igin melihat dia kesakitan. Sedangkan Meyshila, aku yakin dia mampu menghadapi semua ini degan kuat. dan berani" kata Dominick sambil megusap wajahnya degan frustasi.


"Aku megerti degan keputusan mu itu, akan tetapi bagai mana degan Meyshila..? dia merupaka anak yang keras dan suka memberontak. bagai mana jika dia menolak..?" tanya Antoniyo sambil menatap kearah Dominick.


"Aku akan mencoba memberikan penjelasan kepada Meyshila tentang ini semua, dia memang seperti papa kita Afrod yang keras kepala dan suka memberontak jika tidak menyetujui sesuatu" kata Dominick degan senyuman miris megigat Meyshila.



setelah pertemuan itu berlangsung, Tory dan kedua orang tuanya berpamitan, sedangkan Anneliese dan Meyshila untuk segerah kembali kekamar karena sekarang sudah tegah malam pintah Dominick kepada kedua putrinya.


* Ke esokan harinya *


Disekolah Meyshila terlihat murung, Keyra sebagai seorang sahabat mencoba untuk menghibur degan berbagai cara yang terkadang mampu membuat Meyshila tertawa. Akan tetapi usahanya kali ini sia sia saja karna Meyshila tidak merespon sedikitpun.


lain halnya degan Anneliese yang begitu bahagia, karna Kevin yang selalu membuat lolucon yang membuatnya tertawa. Tak jarang Kevin terkadang memberikan perhatian kecil seperti memberikan coklat dan minuman kepada Anneliese yang lebih memilih tinggal di dalam kelas dibanding keluar ke kanting untuk berbelanja.


Bel sekolah berbunyi, semua murid segera beranjak keluar dari dalam kelas. Kevin dan Anneliese yang sedari tadi duduk menunggu kedatagan Meyshila yang akan menghampiri Anneliese di jam pulang sekolah merasa khawatir.


" Tumben Meyshila tidak menghampirimu, apa terjadi sesuatu degannya" kata Kevin sambil menatap Anneliese yang sedang gelisa.


"Aku juga tidak tau, semoga saja dia baik baik saja. Bagai mana kalau kita yang menghampiri ke kelasnya" kata Anneliese beranjak dari tempat duduknya, di ikuti oleh Kevin dari belakang.


Annelieae dan Kevin sampai di kelas Meyshila, akan tetapi tidak menemukan keberadaan orang yang sedang mereka cari. Anneliese panik karna tidak menemukan Meyshila, Kevin mencoba untuk menenagkannya. Tanpa disadari olek Kevin dan Anneliese ternyata dari arah jauh Meyshila memperhatikan mereka.


"kakak,,, maafin Shila..." jedah Meyshila lirih tak terasa air matanya terjatuh, kemudian melanjutkan perkataanya "Semua orang sagata menyayangimu, aku juga akan tetap menyayagimu walaupun rasa sakit akan ketidak adilan yang kurasakan membuatku terburuk" kata Meyshila degan suara tertahan menahan rasa sakit yang terasa menusuk tepat di jantung nya, seketika ia membalikan badang berlalu pergi menuju gerbang sekolah.


beberapa saat kemudian Anneliese dan Kevin berjalan kearah gerban sekolah untuk segera pulang, tiba tiba Anneliese melihat sosok yang sesari tadi ia cari. Degan segera, kedua kaki Anneliese berlari menghampiri dan memeluk Meyshila dari belakang. Ternyata Meyshila masih setia menunggu Anneliese tanpa bergerak dari tempatnya menunggu Anneliese keluar bersama Kevin.


"Kalau mau buat orang khawatir itu jagan seperti ini, kalau mau kamu bawa lari saja hatiku ini. pasti aku akan khawatir mencari keberadaan dirimu dan hatiku" kata Kevin sambil menatap Meyshila di pelukan Anneliese.


"Hey.. siapa juga yang mau mencuri hatimu, lebih baik gue mencuri benda berharga dari pada gue mencuri hatimu yang tidak berharga itu" kata Meyshila kesal sambil menatap tajam ke arah Kevin.


"Hatiku itu sagat berharga, jadi kalau hatiku sampai hilang aku yakin pasti kamu yang akan mencurinya" kata Kevin sambil tersenyum manis kepada Meyshila, hingga membuat Anneliese mengernyitkan kedua alisnya akan perkataan Kevin.


"Gue tidak sudih sedikitpun mencuri hatimu yang sok suci dan sok tau itu" kata Meyshila degan sikap judes degan tatapan tajam ke arah Kevin.


"Bisa tidak kalau sedang bicara judes nya dihilangin, oh.. iya..satulagi, tatapan tajam mu itu harus dikuragin juga, agar kecantikanmu terpancar" goda Kevin kepada Meyshila.


Meyshila yang geram akan perkataan Kevin igin megeluarkan balasan perkataan yang pedas, tiba tiba terhenti ketika Anneliese menarik paksa kedua tagan Meyshila sembari berbalik melempar senyum ke arah Kevin yang mematung memperhatikan tingkah dua saudara itu menuju mobil Dominick yang baru tiba di depan gerbang sekolah.