
Di pagi yang cerah seorang gadis bernama Meyshila Dominick berangkat menuju sekolah SMA X sekolah itu termasuk sekolah ternama di kota XX. Meyshila adalah siswi yang pintar, cantik tapi judes menempati kelas XI IPA 2, Meyshila memiliki seorang kakak perempuan yang cantik, pintar dan memiliki sikip sopan santun dia bernama Anneliese Dominick dan juga bersekolah di SMA X kelas XII IPA 1, mereka berdua memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda.
sebagai seorang kakak Anneliese selalu menyayangi dan memperhatikan adik kesayagannya Meyshila yang terkadang membuat keonar di sekolah degan menantag semua murid sekolah yang igin mengganggu Anneliese dan siswa yang lemah, tak jarang Meyshila mendapatkan hukuman dari sekolah karena perbuatannya.
*Kediaman Dominick*
Mesyhila di introgasi oleh kedua orang tuanya di ruang kerja Dominick. Tanpa kehadiran Anneliese, Dominick mencoba memberikan pegertian kepada putrinya megenai status keluarga yang harus di jaga degan baik oleh Meyshila yang selalu membuat keonar di sekolah, Luciyana yang merupakan ibu Meyshila dan Anneluese hanya terdiam sembari menatap putri bungsu nya yang hanya tertunduk.
" Shila, papa hanya igin agar kamu menjadi anak kebanggana orang tua yang akan meneruskan kerajaan bisnis ayah " Dominick degan suara yang penuh penekanan dan kepastian menatap ke arah Meyshila yang menatapnya juga degan mata membulat akan keterkejutan yang barusan di degarnya.
" a...a.. apa !!! kenapa Meyshila yang harus melakukan itu mengapa bukan Kakak Anneliese saja..." ucapan Meyshila degan nada bicara tidak terima degan mata melotot ke arah Dominick
" Ini adalah keputusan terakhir yang papa buat untuk kita bersama, masalah Anneliese lebih baik kau tidak mencampurinya. cukup degan megetahui bahwa kakakmu Anneliese itu sagatlah lemah dan rapuh sehingga papa dan mama tidak akan mengambil resiko untuk memberikan tanggung jawab sebesar ini untuk dia pikul " Dominick degan suara serak seperti menahan rasa sakit yang timbul dari dalam menusuk ke dalam jantungnya.
setelah megatakan hal itu Dominick segera meninggalkan ruang tersebut, Luchiyana yang menatap anak bungsunya yang sedang tertunduk lemas diatas sofa degan butiran bening yang megalir deras segera mendekati putrinya dan memeluknya degan erat.
" Maafkan Mama dan Papa sayang, kami berdua sagat keras terhadapmu, kami tidak memiliki pilihan lain selain dirimu. Semoga kamu mau megerti dan menerima keputusan papa degan lapan dada, mama tau itu sagat sulit bagimu apa lagi disaat ini kamu masih mengenyam pendidikan " kata Luchiyana degan butiran bening yang mengalir sambil memeluk erat dan megecup lembut pucuk kepala Meyshila.
jam 10.00 malam, Anneliese yang sedang belajar di dalam kamar terkejut ketika mendegar suara pintu yang di buka kemudian ditutup kasar oleh Meyshila.
" Shila... apa yang di katakan papa dan mama kepada mu hingga kau seperti ini" kata Annelie sembari memperhatikan wajahah adiknya yang terlihat gusar.
" Shila tidak apa apa kak, lebih baik kakak konsentrasi saja belajar" kata Meyshila sembari menghempaskan badangnya keatas tempat tidur, kemudian matanya beralih menatap Anneliese yang sedang membelakanginya sambil belajar
"mama dan papa selalu beralasan bahwa kakak Anneliese lemah dan rapuh, tapi nyatanya selama ini kakak tidak apa apa. Malahan dia menikmati hidupnya sebagai anak kesayangan dan aku selalu ditindas dan ditekan untuk menuruti kemauan papa dan mama" gumam Meyshila, tidak lama kemudian dia akhirnya tertidur pulas.
### FOTO PEMAIN SAAT INI SEBELUM DEWASA###
* Pagi Hari *
" mam,,, papa dan kak Lie sudah berangkat..? " tanya Meyshila sembari duduk disampin Luciyana kemudian mengambil roti yang sudah diberi selai coklat dan memakannya.
" kamu sih bagungnya telat makanya papa dan kakakmu berangkat lebih dulu, nanti kamu diantar sama pak Dim saja " Luciana degan mata yang masih fokus melihat majalah yang di pegangnya.
Berselang beberapa waktu Meyshila akhirnya sampai disekolah, ia segera masuk ke dalam kelas karna waktu menunjukka jam 07.30. pada saat Meyshila hendak masuk tiba tiba dari arah belakang terdegar suara anak laki laki yang memanggil nama nya, ia segera berbalik dan melihat kearah sumber suara.
" sialan !!! kakak kelas aneh itu selalu saja menggangguku " ketus Meyshila melihat anak laki laki yang berlari ke arahnya, Meyshila segera berbalik badan hendak masuk ke dalam kelas tanpa mempedulikan anak laki laki yang berlari ke arahnya.
" Dasar anak nakal.. ^-^.. Aku sudah cape berlarian megejarnya malah ditinggal, walaupun lo selalu menghindar dan memaki gue degan perkataan kasar. Gue akan tetap megejarmu Meyshila Dominick " kata Kevin Austyn Mhethyu degan senyum lebar terpancar diwajahnya sambil menatap pintu kelas Meyshila.
seperti biasanya kegiatan belajar megaja berjalan degan lancar, sampai akhirnya bel sokalah berbunyi yang menandaka jam pulag. Meyshila segera berlari keluar menuju kelas kakaknya yang jaraknya tidak jauh dari kelasnya sedangkan Anneliese dan Kevin masih berada di dalam kelas sambil merapikan buku ke dalam tas masing masing.
Meyshila yang menyelonong masuk dan menarik tagan Anneliese yang masih merapikan buku untuk segerah keluar tanpa mempedulikan Kevin yang terkejut melihat kedatagan Meyshila di dalam kelasnya.
" Shila..!! tunggu sebentar, kakak belum selesai merapikan buku" kata Annelise segera memasukkan semua buku ke dalam tas kemudian memakainya.
" jagan kasar gitu sama kakak lo, nanti taganya patah bagai mana..^-^ " kata Kevin degan wajah sok perhatian kepada Anneliese, kedua wanita yang ada di ruangan itu seketika berbalik dan menatap Kevin.
" Gue ngak punya urusan degan lo, lebih baik lo pergi saja dari sini sebelum gue mematahkan tulang kakimu" degan suara ketus dan tatapan tajam Meyshila megancam Kevin yang hanya tertawa terpingkal pingkal mendegar perkataan Meyshila, sedagkan Anneliese masih terpanah degan lontaran ucapan perhatian Kevin kepadanya.
" Shila.. Shila.. jadi gadis kok judes baget kalau ngatai orang, manis dikitke kaya Anneliese. " ucap Kevin degan senyum menatap mata Meyshila yang masih tajam ke arahnya. sedangkan Anneliese diam diam tersenyum tipis mendegar perkataan Kevin.
" Hay.. Kevin Austyn Mhethyu walaupun orang tua lo dan orang tua gue saling berkerja sama tapi jagan harap gue Meyshila Dominick mau menjadi kawanmu" suara teriak Meyshila yang membuat Kevin hanya berdecak kesal sembari megulas senyuman manis ke arah Meyshila degan wajah merah padam karna kemarahan.
Meyshila yang muak degan perdebatan degan Kevin ia segera menarik tagan Anneliese yang sedari tadi hanya memperhatikan Kevin yang tersenyum. Kevin yang melihat kepergian Meyshila dan Anneliese hanya dapat megacak rambutnya degan frustasi karna sudah 2 tahun ini dia belum mampu membuat Meyshila mau berteman baik deganya. Sedangkan Anneliese yang merupakan kakak dari Meyshila sagat baik dan bersahabat deganya apalagi Annelies memang orang yang lemah lembut kepada siapapun.