
Meyshila yang muak degan perdebatan degan Kevin ia segera menarik tagan Anneliese yang sedari tadi hanya memperhatikan Kevin yang tersenyum. Kevin yang melihat kepergian Meyshila dan Anneliese hanya dapat megacak rambutnya degan frustasi karna sudah 2 tahun ini dia belum mampu membuat Meyshila mau berteman baik deganya. Sedangkan Anneliese yang merupakan kakak dari Meyshila sagat baik dan bersahabat deganya apalagi Annelies memang orang yang lemah lembut kepada siapapun.
* Kediaman Dominick *
Suasana makan malam terasa sagat tenang dimana hanya bunyi dari sendok dan garpu yang saling bergesekan di atas piring, selang beberapa waktu akhirnya mereka semua selesai makan malam dan masuk ke dalam kamar masing masing.
"Mas,,, kapan kamu akan memberikan keputusan megenai permintaan kolega barumu megenai persyaratan akan kerja sama yang besar ini. !!! apa kamu tidak merasa heran akan persyaratan yang mereka minta..? kata Luchiyana sambil memperhatikan Dominick yang sedang sibuk degan setumpukan berkas dan leptot yang di bawah ke dalam kamar.
"Bulan depan sayang, Mas juga sudah tau maksud dari persyaratan mereka. Nantinya setelah melakukan pertemuan degan kakak Antoniyo sebagai sala satu pemegang saham dalam perusahaan Mas, Kak Antonio juga harus megusulkan anak satu satunya sebagai persyaratan" jawab Dominicka sambil menatap kedua mata Luchiyana.
"jadi maksud Mas, salah satu dari putri kita dan putri kak Antoniyo akan menjadi jaminan dari persyaratan kerja sama besar ini..?" tanya Luchiyana degan mata yang membulat sempurna menatap mata Dominick.
"iya sayang... pihak dari kolega baru Mas yang akan menentukan pilihan diantara kedua putri yang nantinya kita kirim kehadapan nya. Dan yang dipilih akan terikat degan perjanjian itu, sehingga apabila salah satu diantara kedua belah pihak berkhianat maka yang menjadi jaminan akan menerima sangsi yang sagat besar" kata Dominick degan nada penuh keyakinan terhadap istrinya"
"Mas aku takut, aku tidak rela jika salah satu diantara kedua anak kita menjadi jaminan untuk kerja sama ini, mereka masih sagat mudah dan masih membutukan kita berdua" kata Luchiyana degan tatapan senduh kearah Dominick, mata Luchiyana yang terasa panas seketika megeluarkan cairan bening, tagan halus Dominick bergerak degan cepat menghapus air mata yang megalir dipipi mulus Luchiyana kemudian membekapnya dalam pelukan
"aku tau itu sayang, inilah yang dinamakan dunia bisnis yang kejam. Kalau Mas tidak menerima kerja sama ini, maka akan berdampak buruk terhadap perusahaan dan keluarga kita. jadi tenanglah... walau sejauh apapun putri kita nantinya aku akan mengawasi dan menjaganya. Kau taukan Mas itu memiliki banyak bodyguard dan koneksi dimana mana" kata Dominick berusaha menenagkan istrinya.
"Kelihatannya aku sagat egois Mas" kata Luchiyana sambil menunduk degan isak tagis yang terdegar keras di teliga Dominick sehingga Dominick memeluk istrinya degan erat dan menenagkannya, kemudian Luchiana melanjutkan perkataannya "Kak Antoniyo saja yang hanya memiliki seorang putri rela memberikan anaknya sebagai jaminan demi kerja sama untuk memajukan perusahaan kita" kata Luchiyana sambil melepas pelukannya kemudian menatap kedua mata Dominick.
* kamar Anneliese dan Meyshila *
sedangkan dikamar sebelah yang merupakan kamar Anneliese dan Meyshila yang terlihat luas degan satu tempat tidur degan ukuran besar serta dinding yang berwarna putih bersih.
Di dalam kamar, Anneliese dan Meyshile sedang duduk di atas sofa sambi bercengkrama. Anneliese yang sagat antusias bercerita megenai Kevin Austyn Mhethyu yang selalu memberikan perhatian dan bantuan kecil kepada nya pada waktu genting, contoh nya pada saat Anneliese yang lupa membawa buku tugas degan senang hati Kevin memberikan buku nya dan ia rela mendapat hukuman dari guru.
Meyshila yang sedari tadi mendegar dan memperhatikan ekspresi Anneliese yang begitu bahagia bercerita megenai Kevin menyimpulkan bahwa : Kevin merupakan sumber semagat dan kebahagiaan Anneliese dalam menjalani hidup dan kemungkinan Anneliese memiliki perasaan suka akan sosok Kevin yang menyebalkan bagi Meyshila. Karna Meyshila menganggap bahwa Kevin adalah sosok pengganggu dalam hidupnya, dimana Kevin selalu berusaha mendekat dan mencari perhatian Meyshila degan gayanya yang tenang dan hambel walaupun Meyshila menanggapinya degan judes dan kasar dalam berbicara.
#Di sekolah#
pagi hari yang cerah degan hembusan agin yang kencang, membuat seorang anak perempuan yang berlari hendak masuk kedalam pekaragan sokolah terjatuh. tiba tiba sebuah tagan terulur ke arahnya, anak perempuan itu megangkat kepala melihat wajah sipemilik tangan.
"Ternyata itu lo... gue tidak membutuhkan bantuan orang aneh sepertimu, lo itu hanya seorang pengganggu di dalam hidupku. kau mengerti..!!!" kata Meyshila yang segerah berdiri tanpa menanggapi uluran tangan Kevin, kemudian berlalu masuk meninggalkan Kevin yang masih berdiri ditempatnya sambil menatap kepergian Meyshila.
Kevin megulas senyum mendegar perkataan Meyshila.
sesampainya di dalam kelas, Meyshila segerah duduk di samping sahabatnya yang bernama Keyra yang sedang asik bertacap dicermin kecil yang di pegangnya.
"Shila.. kau itu hampir saja terlambat, dan lihat penampilanmu apa kamu habis berkelahi..?" tanya Keyra sambil memperhatikan seragam Meyshila yg berantakan dan agak sedikit kotor akibat terjatuh.
"Tersera gue, mau penampilan gue acak acakan, urak urakan ataupun berantaka, lo tidak usah peduliin. yang penting gue tidak akan membuat cermin kesayangan yang lo pegang saat ini menjadi serpihan kecil" kata Meyshila degan judesnya kepada keyra.
"Untung saja aku sahabatmu yang pegertian dan penuh pemahaman, kalau orang lain mungkin sudah menabok kepalamu degan keras karna ucapanmu yang super judes kalau sedang berbicara" kata Keyra sambil menatap Meyshila yang sibuk merapikan seragam sekolahnya.
"Gue tau kok, kalau lo tidak akan ada masalah degan ucapan yang gue lontarkan. karna lo sudah biasa mendegar perkataanku seperti ini sejak kita berteman semasa SD dulu" kata Meyshila sambil tersenyum ke arah Keyra.
"Walaupun sudah biasa, tapi aku harap semoga suatu hari nanti kamu dapat berubah menjadi Meyshila yang lebih baik dan lebih lembut" kata Keyra sambil memeluk Meyshila yang ada di sampingnya.
"Hay.. bocah lalot, lo mau menantang gue..? gue tegaskan sekali lagi bahwa gue Meyshila Dominick tidak akan berubah dan akan tetap menjadi Meyshila yang kuat dan tangguh" suara tinggi Meyshila sambil berdiri dari tempat duduknya dan merenggangkan tagan ke samping.
"Kalau mau kuat dan tangguh lebih baik kamu membantu ibu untuk membereskan perpustakaan di jam istirahat nanti, dan sekarang waktunya jam pelajaran" kata Ibu Hedly yang baru masuk ke dalam kelas dan memulai proses belajar megajar.
semua murid megikutu proses belajar megajar degan baik, suara bel berbunyi. semua murid keluar dari ruang kelas untuk menikmati waktu istirahat, Kevin yang hendak keluar tiba tiba terhenti ketika melihat Anneliese yang sibuk menulis. Kevin menghampiri kemudian duduk disamping Anneliese
"Apa yang sedang kamu tulis, aku akan membantumu" kata Kevin menatap buku yang sedang di tulis Anneliese.
"Tidak usah Kevin, aku hanya mencoba menyalin kembali catatan ini. karena bukuku hilang, entah aku menyimpannya dimana" kata Anneliese sambil tetap fokus menulis. Kevin yang merasa gemas megacak lembut rambut Anneliese, karna menurutnya tingkan Anneliese yang menulis degan kelincahan tangan yang begitu cepat.
seketika Annelis menghentikan aktifitasnya kemudian menatap Kevin yang sedari tadi menertawainya.
"Kevin, kalau kamu seperti ini aku bisah salah pahan akan sikap manismu kepadaku" gumam Anneliese dalam hati sambil memperhatikan Kevin.
"Jagan menatap ku seperti itu, nanti kamu jatuh cinta bagaimana.." goda Kevin sehingga membuat Anneliese merasakan panas pada wajahnya yang kemudian memerah.
"Kamu tau aku kan, tidak usah malu. lihat wajahmu yang memerah itu " kata Kevin yang kembali tersenyum puas.
"Aku tau kok kamu itu orangnya suka bercanda, tenanglah mukaku memerah karna kepamasan saja bukan karnana ucapanmu" bantah Anneliese degan cepat ke arah Kevin. Kevin hanyak mengangguk merespon ucapan Anneliese.
jam pulang sekolah, seperti biasa Meyshila selalu berlari menghampiri Anneliese di dalam kelas. Kevin yang megetahui kebiasaan Meyshila akan sabar menunggu dan menghadapi sikap judes Mayshila terhadapnya. Terkadang Anneliese memperigati adiknya agar besikap baik kepada Kevin, karna Kevin adalah sahabat baik Anneliese dan merupakan anak rekan kerja papa mereka yang sagat penting. Meyshila yang mendegar hal itu terkadang hanya terdiam menanggapi perkataan Anneliese, kemudian memberikan tatapan tajam kepada Kevin. Kevin yang sudah terbiasa akan sikap Meyshila terhadapnya hanya dapat tersenyum kecut bercampur rasa bahagia, karena rasa puas dapat melihat wajah Meyshila yang selalu datang ke kelasnya di jam pulang.