
* Gedung Group Alfrod Center *
Dominick yang terlihat termenung tanpa menyentuh setumpukan berkas di atas meja kerja, sampai sampai Antoniyo yang barusaja masuk ke dalam ruangan tidak ia hiraukan.
"Hay...!!! Apa kamu sudah mempunyai jalan keluar untuk menyelamatkan putrimu dari Direktur Dame Davin yang licik itu..?" tanya Antoniyo membuyarkan lamunan Dominick.
"Aku pusing, baru kali ini otaku buntu tidak menemukan jalan keluar untuk masalah ini" kata Dominick sambil megusap kasar wajahnya degan frustasi.
"Sebenarnya, aku punya jalan keluar untuk masalah ini. Tapi kalau aku megatakannya, kamu tidak boleh marah" Tukas Antoniyo degan tatapan tegas.
"Tergantung, kalau saranmu baik aku akan terima. Jika saranmu buruk tinggal aku tolak" kata Dominick degan santai.
"Baiklah...!!! Sebelum kamu menyerahkan Meyshila, lebih baik kamu menikahkan nya degan pria yang menurutmu baik, Agar pria itu dapat menjaga Meyshila dari Direktur Dame Davin" Kata Antoniyo degan santai.
"Apa kak sudah tidak waras. kau tau sendirikan, jika keponakanmu itu keras kepala. Bisa bisa aku yang akan di permalukan di depan umum degan sikap nya itu" Kata Dominick degan Geram akan saran Antoniyo.
"Hey... lancang sekali kamu megatai kakak tidak waras. Sebenarnya saranku itu, aku kusiapkan untuk Tory jika terpilih menjadi jaminan. Akan tetapi anakmu sendiri yang terpilih, jadi sekarang terserah darimu apa mau menerima saranku atau kau carilah saran sendiri" Ketus Antoniyo degan segera beranjak keluar dari ruangan Dominick.
Sepeninggalan Antoniyo, Dominick melirik jam tangannya. Kemudian segera berlalu keluar, sesampainya di parkiran Dominick segera melajukan mobilnya degan kecepatan sedang.
Tak butuh Waktu lama, Mobil Dominick kini berada di depan gerbang sekolah SMA X. Sebelum turung dari mobil, Dominick sejenak terdiam di dalam mobil sambil memperhatikan interaksi antara kedua putrinya dan seorang pria yang ia kenal.
"Sepertinya Anneliese dan Kevin terlihat akrab, tapi mengapa Meyshila seperti acuh terhada Kevin yang berusaha untuk berinteraksi dagannya sedari tadi. Sepertinya Kevin lebih tertarik degan Meyshila dibanding Anneliese yang begitu akrab degannya" Kata Dominick menyimpulkan. kemudian segera turung menghampiri ketiga orang yang sedang berinteraksi.
"Ehm.., apa papa mengganggu kalian..?" tegur Dominick yang berada di depan mereka bertiga.
"Maaf pa.." Kata Anneliese terputus karna Meyshila.
"Papa akhirnya datang juga, lebih bik kita pulang. Shila sudah kelaparan nungguin papa" Cegah Meyshila segera menarik tangan Dominick agar tidak berinteraksi degan Kevin.
"Nak Kevin, om permisi dulu" Kata Dominick, kemudian megikuti Meyshila yang menariknya segera ke mobil di ikuti oleh Annelies dari belakang.
* Malam hari *
Malam yang semakin larut. suasana terasa hening di sebuah rumah megah, Hanya sepasang manusia yang terlihat bercakap cakap di sebuah kamar.
Dominick mengatakan kepada Luchiyana megenai saran yang di berikan oleh Antoniyo kepadanya tentang permasalah Meyshila, serta pandaganya terhadap Kevin yang terlihar tertarik kepada Meyshila setelah melihat degan mata kepalanya sendiri saat menjemput kedua putrinya di sekolah.
Luchiyana yang mendegar perkataan Dominick segera mengaitkan kedua pembahasan tersebut. kemudian menyimpulkan bahwa, jalan satu-satunya untuk menyelamatkan anak bungsunya yang menjadi jaminan yaitu degan cara menikahkannya degan anak tuan Mhethyu yang sudah tentu dikenal baik oleh Dominick dan Luchiyana.
Setelah pembahasan malam itu. Dominick dan Luchiyana membuat rencana tanpa sepengetahuan kedua putrinya, degan menemui Tuan Mhethyu dan nyonya Meghan yang merupakan orang tua Kevin.
Pertemuan antara kedua keluarga itu berlangsung di sebuah restoran terkenal di Kota X. Dominick megutarakan akan permintaannya megenai perjodohan antara anaknya dan anak Tuan Mhethyu. Mendegar permintaan yang di utarakan oleh Dominick membuat Tuan Mhethyu dan Meghan terkejut. Namun degan cepat Tuan Mhethyu mengulurkan tangan, atas tanggapan bahwa dirinya dan istrinya menyetujui kabar baik yang di berikan oleh Dominick.
Setelah Pertemuan Malam itu, kedua belah pihak memutuskan akan melangsungan pernikahan secepat mungkin. Walaupun Tuan Mhethyu merasa heran, sedangkan istrinya Meghan tidak terlalu memikirkannya karena sakin bahagia mendegar Meyshila Dominick yang akan menjadi menantunya.
----------------------1 Tahun Kemdian -----------------------
Tak terasa waktu terus berjalan. kini Anneliese dan Kevin belajar di sebuah Universitas yang sama di luar negeri paman sam Amerika Serikat, mereka berdua juga memilih jurusan yang sama yaitu Manajemen.
Dilain sisi, setelah mengikuti ujian akhir sekolah. Meyshila menikmati waktu libur degan disibukkan membantu kedua orang tuanya mengelola perusahaan. Walaupun degan terpaksa menuruti keiginan kedua orang tuanya, Meyshila melakukannya dengan sungguh-sungguh.
* Kediaman Dominick *
Dominick dan Luchiyana menghampiri Meyshila yang sedang asik menonton Tv di ruang keluarga.
"Shila, Mama dan Papa mau berbicara serius degan mu" Tegur Luchiyana, Meyshila segera mematikan Tv dan duduk di sofa menghadap kedua orang tuanya.
"Shila, Mama dan papa melakukan ini semua karena igin melihatmu bahagia, kami berdua tidak igin melihatmu terluka" Jelas Dominick degan tegas.
"Sudahlah ma.. pa.., kalian tidak akan mengerti degan perasaan Shila" Kata Meyshila sedih, kemudian melanjutkan perkataannya "Kali ini perintah apa yang harus Shila lakuin untuk kalian" kata Meyshila pasra akan keadaan yang selalu membuatnya terpaksa menuruti permintaan kedua orang tuanya.
"Shila, yang sopang kalau bicara degan Papa dan Mama" tegas Luchiyana, Meyshila hanya terdiam menanggapi ucapan Luchiyana.
"Mulau hari esok kamu papa bebaskan dari pekerjaan kantor yang membuat liburan mu menjadi bosan" Kata Dominick degan lembut, sehingga membuat Meyshila terkejut tak percaya degan apa yang ia degar barusan.
"Tapi, besok kamu harus ikut degan mama jalan jalan" Kata Luchiyana sambil menatap Meyshila.
"Ah..!! sama saja bukan, bebas dari papa tapi terjerat degan mama. Tersera kalian berdua, " Kata Meyshila degan ketus, karena merasa terhianati. Bagai mana bisa, dia baru saja di bebaskan dari papanya sekarang dia harus mengikuti kemauan mamanya. Kemudian berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamarnya.
"Ma..!!! bagai mana cara mengatakan kepada Meyshila mengenai rencana pernikahannya degan Kevin yang akan berlangsung tiga hari lagi" kata Dominick gelisah, akan waktu yang berjalan begitu cepat baginya.
"Tenanglah pa..!!, kamu liat sendirikan. Shila itu keras kepala, tapi dia selalu melakukan apa yang kita minta kepadanya walaupun degan terpaksa. Kali ini mama yakin, pasti dia akan setujuh degan perjodhan ini. walaupun mama harus melakukan sesuatu rencana sehingga membuatnya setuju" Kata Luchiyana berusaha menenangkan Dominick. Sedangkan Dominick pasrah akan apapun yang dirancanakan oleh istrinya.
* Esok Hari *
Luchiyana dan Meyshila kini berada di sebuah butik terkenal di Kota X. Luchiyana meminta Meyshila untuk mencobah beberapa gaun pengantin, sedangkan Meyshila mulai memakai gaun penganting degan gelisah akan permintaan mamanya.
Setelah mencoba beberapa gaun peganting, Meyshila yang sudah bosan igin segera keluar dan membuka gaun pengantin yang ia gunakan. Namun tiba-tiba Meghan muncul menghentikan langkah Meyshila, kemudian memberikan sebuah gaun penganting berwarna putih tulang degan desain simpel nan elegan. Meyshila merasa heran akan kemunculan Meghan yang tiba-tiba memberinya sebuah gaun penganting.
"Cobalah gaun ini nak, mama yakin gaun ini sagat cocok melekat pada tubuh mu" kata Meghan sambil menyodorkan gaun penganting pada Meyshila. Meyshila terlihat heran, kemudian segara mengambil gaun itu dan masuk ke dalam ruang ganti. Sedangkan Luchiya dan Meghan saling melempar senyum.
Setelah beberapa menit, Meyshila keluara dari ruang ganti degan memakai gaun penganting yang di berikan oleh Meghan. Luchiyana dan Meghan memperhatikan Meyshila, kemudian kembali saling berpandagan dan melempar senyum bahagia. Meyshila yang melihat kejadian itu semakin gelisah akan situasi saat ini, apalagi degan kemunculan mama Kevin yang memberinya gaun pengantin.
* Kediaman Dominick *
Mobil sedan hitam terlihat memasuki parkiran, Dominick yang tergesa-gesa keluar dari dalam mobil kemudian segera masuk ke dalam rumah. Pada saat melewati ruang tamu, Dominick tidak segaja melihat Luchiyana dan Meyshila yang terlihat tertidur karena kecapean degan belanjaan yang bertumpukan diatas meja.
Dominick berjalan perlahan-lahan menghampiri kedua wanita kesayangannya tertidur. Namun Luchiyana yang belum kehilagan kesadaran sepenuhnya menyadari kedatagan Dominick, Kemudian menarik tangan Dominick agar menjauh sedikit dari Meyshila.
"Ma..!! kenapa kalian tidur di ruang tamu, bukannya masuk ke dalam kamar istirahat" kata Dominick sambil memperhatikan wajah Luchiyana yang masih terlihat mengantuk.
"Papa tidak usah pikirkan itu, yang penting saat ini persiapan pernikahan Meyshila dan kevin sudah mencapai 99%. Tinggal menunggu kedatangan Kevin dari Amerika, kemudian semuannya lengkap" kata Luchiyana bahagia, sehingga rasa ngantuk yang dirasanya menghilang seketika.
"Jagan senang dulu, walaupun Kevin sudah mengetahui rencana pernikahan ini dan menyetujuinya. Tapi bagai mana degan Meyshila, apa kamu sudah memberitahukannya..?, dan bagai mana tanggapannya mengenai rencana kita ini...?" Kata Dominick degan tegas. Sehingga Membuat Meyshila yang baru saja terbangung merasa terkejut degan apa yang baru saja ia degar, kemudian berjalan mendekat ke arah kedua orang tuannya yang sedang fokus berbicara.
"Tidak......." teriak Meyshila, yang merasa kacau setelah mendegar perkataan Dominick.
"Shila..!!! kamu harus degar penjelasan papa dan mama" kata Luchiyana panik melihat Meyshila yang terlihat kacau degan berurai air mata.
"Pokoknya Sha tidak mau degar apa-apa lagi" Kata Meyshila hendak berlari meninggalkan ke dua orang tuannya. Namun terhenti ketika Luchiyana yang secara tiba tiba membenturkan kepalanya ke dinding tembok, sehingga mengeluarkan darah segar yang mengalir dari keningnya yang terluka. Tubuh Luchiyana lunglai kemudian roboh dan terjatu kelantai, Dominick dan Meyshila panik melihat keadaan Luchiyana.
"Shila, cepat keluarkan mobil dari parkiran, papa yang akan menggendong mama" Kata Dominick degan panik, sedangkan Meyshila segera beranjak dan mengambil kunci mobil di atas meja dan berlari keluar.
* City Hospital *
Sesampainya di rumah sakit, Luchiya segera mendapat penanganan dari dokter di ruang UGD. Meyshila dan Dominick menunggu di depan ruangan degan perasaan cemas. Setelah menunggu beberapa menit, Dokter keluar dari ruangan dan mencoba untuk memberilan penjelasan prihal kondisi Luchiyana.
"Istri anda saat ini masih belum sadar, tapi tenanglah, sepertinya istri anda hanya mengalami syok berat sehingga tanpa berpikir jerni membuat dirinya nekat melakukan hal hal yang bisa mengancam nyawanya. Aku sarankan kepada anda berdua agar tidak membuatnya syok, sehingga tidak melakukan hal hal yang lebih buruk kepada dirinya sendiri." kata Dokter, kepada Dominick dan Meyshila yang sedang megamati perkataannya degan seksama.
"Baik Dokter, saya dan anak saya akan menjaga Luchiyana degan baik. Sehingga tidak membuatnya syok dan melukai dirinya sendiri" kata Dominick, setelahnya Dokter segera pergi meninggalkan Doiminick dan Meyshila.
"Pa...papa...!!, bagai mana ini. Shila harus bagai mana...!!, apa shila lebih baik mati saja..." kata Meyshila degan suara gemetar degan persaan yang sagat kacau sambil memeluk Dominick degan kencang.
"Tenanglah sayang, semuanya akan baik baik saja. Kamu tidak boleh megatakan hal itu, karena papa tidak igin kehilanganmu. Papa akan menjelaskan semuanya setelah kita dan mama kembali ke rumah nanti " kata Dominick sambil menenangkan Meyshila yang menagis histeris di pelukannyaa. tak terasa Dominick juga ikut menitihkan air mata, namun ia segera mengusapnya agar tidak terlihat lemah di hadapan anaknya.