the heart that chooses

the heart that chooses
4. Libur Satu Hari




Di dalam mobil, Dominick mencoba mencari tahu megenai hubugan kedua putrinya degan anak dari reken kerjanya yang bernama Mhethyu.


"Jadi ceritanya, kedua putri papa sudah akrab degan tuan muda Mhethyu..?" tanya Dominick sambil fokus megendarai mobil.


"maksud papa Kevin Austyn Mhethyu..?" balas Anneliese.


"Iya... jadi namanya Kevin..!! papa sering bertemu, tapi tidak megetahui namanya siapa" degan sedikit jeda kemudian melanjutkan perkataannya "Kevin itu kelihatannya anak yang baik" kata Dominick sambil tersenyum.


"Kevin memang anak yang baik pah, dia juga sagat akrab degan kedua putrimu ini. Apalagi degan Shila, yang selalu membuat Kevin belajar untuk selalu bersabar jika saling bertemu" kata Anneliese tersenyum menggoda sambil berbalik menatap Meyshila yang sedang duduk di job bagian tegah.


"Kakak saja yang akrab, kalau Shila ogah beget. Apalagi degan orang aneh seperti dia yang selalu membuat darah tinggi Shila mendidih" kata Mayshila degan nada kesal membalas perkataan Anneliese. seketika suara tawa terbahak bahak terdegar dari arah job depan, dimana Dominick dan Anneliese menganggap perkataan Meyshila terdegar meggelikan diteliga.


--Malam Hari Di kediaman Dominick--


setelah makan malam Dominick dan Mayshila memilih menonton Tv, sedangkan Luchiyana memilih membaca majalah dan Anneliese asik membaca novel di ruang kelurga.


"Besok mama ada janji degan ibu Meghan, Shila maukan megantar sekalian nemenin mama ke tokoh..?" tanya Luchiya sambil menatap Mayshila yang masih asik nonton Tv.


"Shila ngak sempat, bagaimana kalau kak Anneliese saja yang nemenin mama" kata Mayshila yang masih fokos kelayar tv.


"Papa dan kakak mu ada urusan besok, lebih baik kamu yang nganterin dan nemenin mama ke tokoh" kata Dominick menegahi pembicaraan anak dan istrinya.


"Ucapan mama dan papa adalah perintah, mau Shila setuju atau tidak pasti menjadi keharusan yang harus dilaksanakan. batulkan pah.. ma...!!!" kata Mayshila degan nada lesu sambil beranjak dari tempat duduk menuju arah kamarnya.


---Ke esokan harinya---


seperti yang di telah dibahas kemarin malam, Mayshila kini megantar Luchiyana menuju tokoh perhiasan milik keluarganya yang terbilang terkenal di daerah X tempat tinggalnya. Selang beberapa waktu akhirnya mereka sampai, semua pegawai yang berada di dalam tokoh menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada Luchiyana dan Mayshila yang baru saja memasuki tokoh yang terlihat sagat besar degan desain interior moderen.


"Selamat datang Presdir, selamat datang nona muda. ibu Meghan dan anaknya sudah datang, mereka sekarang sedang menunggu di ruangan atas" kata Emeli sekertaris Luchiyana degan sopan sambil menunduk.


"Hem, Emeli kau temani Shila jalan jalan disekitar gedung ini, dia itu orang nya mudah bosan jika sedang menunggu. kalian juga bisa ke depan restoran sana jika sedang lapar" kata Luchiyana kepada Emeli dan Mayshila, kemudian segera bergegas masuk kedalam lift


setelah mendapat perintah, Emeli segera megajak Mayshila megitari tokoh yang terlihat sagat luas degan terdiri dari 3 lantai. Meyshila melihat lihat beberapa Perhiasan yang terpajang di dalam tokoh, tiba tiba langkah Mayshila terhenti ketika pandagan nya tertuju pada sebuah pajagan kalung emas putih degan motif kupu kupu kecil degan permata merah di bagian tegah.


"Sapa yang membuat desain perhiasan itu" tanya Mayshila kepada Emeli sambil menunjuk ke arah perhiasan yang ia maksud.


"Itu desain dari Presdir, degan sedikit sentuhan permata ruby merah dari ide seorang anak laki laki. kira-kira seumuran nona" kata Emeli sambil memperhatikan perhiasan yang di maksud Mayshila"


"Apa kau megetahui siapa anak laki laki itu, satu lagi.. bisa kau jelaskan kepadaku bagai mana orang itu memberikan idenya kepada mama " tanya Meyshila degan penasaran.


"Maaf nona saya tidak megetahui identitasnya, dia terlihat seperti orang penting dimana sosok berjas hitam selalu megikutinya dari arah belakang. sedangkan perhiasan itu, kebutalan pada saat Presdir mendesain model dan bentuk, tuan muda itu melihat dan megatakan bahwa degan menambahkan permata ruby merah dapat menarik perhatian orang yang memiliki kejelian dan ketertarikan akan hal hal kecil dalam hidup" jelas Emeli degan lugas, sedangkan Mayshila yang masih fokus menatap perhiasan yang membuatnya tertarik sejak pertamakali melihatnya.


"Apa kau Meyshila Dominick..?" tanya anak laki laki yang berada di belakan Meyshila dan Emeli degan suara yang sagat familiar terdegar di teliga Mayshila.


seketika Mayshila berbalik kebelakang di ikuti oleh Emeli. "what... ngapain lo disini, lo ngintilin gue ya..!!" kata Mayshila terkejut melihat Kevin berada di depannya. "Aku kesini degan..."kata Kevin terhenti oleh Luchiyana yang menegur anaknya "Shila kalau bicar yang sopan, buat apa Kevin ngintilin kamu, dia datang bersama mamanya. kata Luchiyana degan suara tinggi dan tegas ke arah Meyshila.


"Sudahla tante, Shila hanya terkejut melihat Kevin yang tiba tiba muncul" kata Kevin degan senyuman yang megembang di wajahnya.


"Lebih baik kita pergi ke restoran depan, sambil berbincang bincang disana" saran Meghan menegahi pembicaraan. yang kemudian mendapat persetujuan dari Luchiyana dan Kevin sedangkan Mayshila yang merasa malas untu ikut mendapat tatapan tajam dari Luchiyana. Sehingga mau tidak mau diapun ikut dan meninggalkan Emeli yang sedari tadi menemaninya


"Luchi... aku sudah sering bertemu degan Anneliese putri pertamu yang manis itu di tokoh, akan tetapi baru kali ini akus bertemu degan Mayshila putri keduamu yang memiliki wajah yang cantik degan sikap yang menggemaskan menurutku" kata Meghan sambil menikmati secangkir teh hijau di depannya.


"Cantik.. Menggemaskan.. Apa dia sedang memuji atau sedang menyinggungku di depan mama" gumam Mayshila sambil menikmati sepotong cake red valvet kesukaannya.


"Meyshila dan Anneliese memiliki sikap dan kepribadiaan yang berbeda, semoga nyonya Mhethyu dan nak Kevin megerti degan tingkah Mayshila yang barusan terjadi di tokoh" kata Luchiyana degan perasaan bersalah akan tingkah Mayshila.


"Tante tidak perlu kawatir, Kevin sagat megerti hal hal yang berhubugan degan Mayshila. Karena hubugan Kevin dan Mayshila sagat dekat apalagi di sekolah, betulkan yang aku katakan Shila cantik" goda Kevin degan senyuman puas akan ketidak berdayaan Meyshila di depan Luchiyana dan Meghan.


"Kenapa di hari libur seperti ini, aku harus bertemu degan dia, dasar orang aneh, liat saja nanti. aku akan membalas perbuatanmu yang sudah keterlaluan kepadaku" gerutu Mayshila dalam hati degan tagan yang meggenggam erat sendok sambil memasang wajah cemberut ke arah Kevin. Kevin yang memperhatikan tingka Mayshila merasa bahagia akan kemenagan dalam menaklukan ketidak berdayaan Mayshila di depan orang tua mereka.



Setelah selesai makan siang di restoran, mereka berempat berpisah. Luchiyana dan Meyshila kembali ke dalam tokoh sedangkan Kevin dan Meghan kembali ke rumah.


* Kediaman Mhethyu *


Setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya Kevin dan Meghan sampai di rumah. Mhethyu yang berada di ruang keluarga melihat kedatagan istri dan anak semata wayangnya, kemudian menegur dan meminta mereka untuk duduk terlebih dahulu.


"sepertinnta ada kabar baru.., papa perhatikan semenjak kalian berdua kembali dari tokoh perhiasan milik nyonya Dominick kalian tampak bahagia " kata Mhethyu sambil menelisik ekspresi kedua orang yang sedang duduk di hadapannya.


"papa mau tau aja atau mau tau baget" tebak tebakan Megan terhadap suaminya sambil tertawa


"Sepertinya kali ini, papa sagat penasaran..?" kata Mhethyu kepada istrinya.


"Papa tidak perlu megetahui semuanya, sedangkan Mama hanya boleh megatakan seperlunya kepada papa, kalau yang menyangkut megenai Kevin nanti saja jika waktunya sudah tepat." saut Kevin cepat kemudian segera berlalu menuju kearah kamar masih degan senyuman yang terukir di wajahnya.


"papa tau tidak jika keluarga Dominick mempunyai dua orang putri, apa papa juga sudah bertemu kedua putri Dominick.?" tanya Meghan tidak sabar mendegar jawaban suaminya.


"papa megetahui bahwa tuan Dominick mempunyai dua orang putri, tapi papa hanya perna bertemu sekali degan putri sulung yang bernama Anneliese sedangkan degan putri bungsunya papa belum pernah bertemu" jelas Mhethyu pada istrinya.


"papa tau tidak, barusan mama dan Kevin bertemu degan anak bungsu tuan Dominick, dia terlihat sagat cantik dan memiliki sifat yang menggemaskan" kata Meghan degan semagat kepada suaminya yang terlihat penasaran degan perkataan istrinya.


"Cantik dan menggemaskan.... maksud mama, sifat maja seperti anak kecil..?" tebak Mhethyu asal asalan mebuat Meghan megerutkan dahi.


"Bukan seperti itu, yang mama maksud menggemaskan dalam artian wanita tangguh, galak, dan cantik jika sedang berbicara pa..." jelas Meghan sambil tersenyum membayangkan wajah Meyshila.


"Jadi mama melilih anak bungsu tuan Dominick yang galak dan tangguh dibandingkan putri sulung Dominick yang lembut serta sopan." kata Mhethyu terkejut akan pemikran istrinya.


"kalau mama tersera dari Kevin, tapi kalau boleh memilih...!!! mama memilih putri bungsu. karna degan sifatnya yang menggemaskan akan memebuat orang lain takut dan tidak memiliki keberanian untuk melawan" kata Meghan sambil tersenyum kearah suaminya.


"papa juga terserah Kevin, akan tetapi jika papa boleh memilih..!! papa lebih memili putri sulung. karna memiliki sifat lemah lembut, sopan santun dan akan menjadi pendamping yang dapat menentramkan dan menyejukkan hati." jelas Mhethyu kepada istrinya.


"papa sama mama ada ada saja, Kevin sekarang sedang fokus untuk menghadapi ujian pelulusan yang tinggal enam bulan. setelah lulus dari Sma X, Kevin igin kuliah sambil bekerja di perusahaan papa. Apabila waktunya sudah tepat Kevin akan segera memberitahu kalian megenai pilihan Kevin, sehingga mama dan papa harus sudah siap degan keputusan Kevin" kata Kevin degan lugas dan padat, sehingga membuat kedua orangnya tercegang sambil mencerna perkataan anaknya.


"Tapi keputusan Kevin yang megenai poin terakhir itu akan menjadi target, jika Kevin meginjak umur 27 tahun" sambung Kevin degan menunjukan ekspresi santai kepada kedua orang tuanya. Mhethyu dan Meghan yang mendegar perkataan anaknya terkejut dan berteriak bersamaan menolak akan keputusan Kevin. Seketika Kevin tertawa terbahak bahak melihat tingkah kedua orang tuanya yang merajuk kepadanya.