
Pagi yang cerah degan susana yang biasanya tenang terasa berbeda ketika Kevin terbangun dari tidur nya degan kepala yang masih terasa berat, keluar dari kamar menuju ruang keluarga yang terdegar sagat ramai. Pada saat Kevin melangkah masuk ke dalam ruang keluarga, tiba tiba semua mata tertuju padanya, suasana yang tadinya ramai seketika berubah menjadi hening.
"Hello...., kenapa kalian semua diam setelah kedatanganku..?" tanya kevin heran melihat semua orang yang ada di ruangan tiba-tiba terdiam dan menatapnya.
"Kevin..!!!, mama dan semua pelayan tadi sedang sibuk membahas persiapan untuk hari pernikahanmu esok hari" kata Meghan sambil memberikan intruksi agar semua pelayan meninggalkan ruangan, sementara Kevin menghampiri Meghan dan duduk di sampingnya.
"Lebih baik mama banyak istirahat dan menjaga kesehatan, agar esok hari mama dan papa bisa mendampingi Kevin di hari bersejarah dalam hidup Kevin" Kata Kevin sambil memengang kedua tangan Meghan.
"Tenanglah nak, mama hanya igin semuanya berjalan degan lancar dan sempurna. Tidak igin ada ke kurangan sedikitpun, karena kamu adalah satu satunya penerus dalam keluarga ini" kata Meghan sambil memeluk Kevin degan berlinang air mata.
"Kenapa mama menangis..?" tanya Kevin sambil mengusap air mata Meghan.
"Soalnya mama belum mendapatkan penjelasan megenai kejadian kemarin malam, dimana kamu tiba tiba muncul degan penamilan yang kacau di hadapan mama" kata Meghan sambil merajuk manja di depan Kevin.
"Mama ini, kaya anake kecil saja. Kevin akan menceritakan semuanya" kata Kevin sambil memegang kedua bahu Meghan yang masih merajuk.
Meghan berhenti merajuk dan fokus menatap Kevin yang mulai menceritakan kejadian kemarin. Dimana Kevin yang baru pulang dari Amerika tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya dan keluarga Dominick, menuju kediaman Dominik hanya untuk memeberikan kejutan kepada Meyshila. Namun setelah bertemu degan Meyshila dan kedua orang tuanya, Kevin merasa sedikit bersedih sehingga membuat dirinya nekat pergi ke klub malam milik temannya sambil mabuk-mabukan.
Meghan yang mendegar penjelasan Kevin merasa aneh, akan perkataan anaknya yang merasa bersedih. Sampai nekat mabuk mabukan serta merubahnya menjadi kacau dan tidak seperti Kevin yang di kenalnya memiliki sikap santai dan ceria.
"Kalau mama boleh tau, apa yang membuat mu kacau kemarin malam...?" tanya Meghan sambil menatap dalam-dalam mata Kevin mencari kebenaran.
* flashback *
Kevin mengigat kejadian pertemuannya degan Meyshila. Dimana sebelum kedatangan Dominick dan Luchiyana, Meyshila sempat mengatakan kepada Kevin bahwa dirinya tidak igin menikah degan orang yang mencintainya dan memilih menikah degan orang yang tidak memiliki perasaan terhadapnya. Mendegar hal itu, Kevin hanya bedecak kesal. kemudian bertanya, apakah Meyshila sudah mengetahui rencana pernikahan ini. Sehingga mengubah sikap Meyshila yang satahun akhir-akhir ini rama terhadapnya, berubah seketika menjadi Judes seperti masa sekolah dulu. Dimana Kevin yang berusaha dan bersabar menghadapi sikap judes Meyshila terhadapnya. Mungkinka dia mampu mengembalikan sikap Meyshila yang ramah terhadapnya, seperti masa dimana Kevin meninggalkan Meyshila ke Amerika untuk belajar.
* flashback end *
"Kev.. Kevin... Kevin, Apa kamu degar mama. Kamu mikirin apa sih, sampai- sampai melamun gitu. Mama dari tadi nunggui jawaban atas rasa sedih yang kamu rasakan setelah ketemu Meyshila dan keluarganya" Kata Meghan tidak sabar menunggu jawaban dari pertanyaannya, sambil menggoyang tubuh Kevin agar berhenti melamun.
"he.. he.. he.., maaf ma.., Kevin terbawa pikiran. sampai melamun gini gara-gara cari jawaban yang tepat untuk pertanyaan mama" Kata Kevin sambil menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal.
"Yah...!! mama hanya igin jawaban yang sebenarnya, jagan coba mencari jawaban yang mengada-ada" kata Meghan sambil menjitak kepala Kevin.
"Sakit tau ma....!!!" Kata Kevin sambil mengelus kepalanya yang sakit karena jitakan dari Meghan, kemudian melanjutkan perkataannya. "Kevin merasah sedih itu karena takut tidak akan memiliki waktu yang lebih lama degan mama seperti saat ini. Setelah Kevin menikah, pasti waktu Kevin akan tersita banyak degan keluarga baru Kevin dan pekerjaan Kevin yang menumpuk di kantor" Kata Kevin yang masih mengelus kepalanya.
"Jadi itu alasannya, kamu tidak bohongkan degan mama. Karena mama tidak suka dibohongi, apalagi megenai pernikahan ini. Mama sagat berharap agar pernikahanmu ini bisa langgeng sampai maut memisahkan kalian" Kata Meghan degan raut wajah sungguh-sungguh menatap Kevin.
"Kevin tidak bohongin mama" kata Kevin sambil menatap Meghan degan serius. tapi di dalam hati Kevin yang paling dalam, tersimpan sebuah kejujuran bahwa dirinya Khawatir akan pernikahan ini. Karena Meyshila pernah mempringatkannya degan kata-kata penuh teka keki akan pernikahan yang akan berjalan sesuai degan rencana.
"Baiklah kalau begitu, mama percaya padamu" Kata Meghan, kemudian beranjak hendak pergi. Namun berbalik menatap Kevin. " Mama dan Papa akan ke kota Y, bertemu degan oma dan sepupumu. Membahas pernikahan mu yang akan dilaksanakan besok siang" kata Meghan, kemudian segera berlalu dari hadapan Kevin yang masih terduduk di sofa ruang keluarga.
"Mama dan Papa sungguh keterlaluan, bagai mana bisa mereka baru mau mengatakan semua ini kepada Oma. aku yakin Oma dan Sepupuku itu pasti sagat marah, apalagi acara pernikahannya adalah besok siang" Gerutu Kevin sambil menatap kepergian Meghan. kemudian mengacak-acak rambutnya, atas kelakuan mama dan papanya yang merahasiakan semua ini kepada omanya.
Meyshila yang sedari tadi mondar mandir di dalam kamar, sambil sibuk memencet handphone mencoba menghubungi seseorang degan gelisah. Karena seseorang yang dihubunginya sedari tadi belum juga mengangkat telfonya.
"Argh...!!! bagai mana ini, sedari tadi dia tidak mengangkat telfonku" kata Meyshila geram sambil membanting handphonya di atas kasar, kemudian ikut merebahkan diri di atas kasur sambil memejamkan kedua matanya.
Disaat Meyshila hampir terlelap dalam tidurnya, handphonya tiba-tiba berdering. Tanpa melihat nama panggilan Meyshila menjawab telfon degan suara lemah, sipenelpon dari sebrang sana mulai mencoba berbasa basi degan Meyshila. Meyshila yang menyadari suara tersebut, segera membuka kedua matanya sambil menatap nama yang tertera di layar handphonya (Kakak Anneliese).
Setelah melihat nama tersebut, Meyshila mulai mengeluarkan rasa kesalnya yang sedari tadi di rasakan degan mengomeli Anneliese yang sedari tadi ia hububgi namun baru menghubunginya kembali. Anneliese hanya tertawa akan perkataan Meyshila dan mulai bertanya akan hal penting apa yang memebuat Meyshila menghubunginya sampai dua puluh panggilan tak terjawab tertera di handphonnya.
Meyshila mulai to the point kepada Anneliese, degan mengatakan bahwa dirinya mempersiapkan sebuah kejutan dan hadia kepada Anneliese di Hotel Permata X tepat pukul 08.00. Tapi jika Annelies sampai terlambat datang, maka Meyshila mengancam akan menghilang dan tidak akan berbicara lagi degan Anneliese. Mendegar ancaman Meyshila, Anneliese menutup telpon dan segera menghubungi seseorang untuk mengubah jadwal penerbangannya. sedangkan Meyshila tersenyum sumringah akan rencananya yang berhasil membuat Anneliese menjadi panik dan mau menurutinya.
"Kita liat saja besok, semua rencana akan berjalan sesuai degan keiginan masing-masing. Dan aku akan memberikan sebuah kejutan yang dapat membuat mereka berterima kasih atau malahan mereka membenciku" kata Meyshila tersenyum sinis, segera beranjak dari tempat tidurnya menuju meja belajar sambil mengambil kertas serta pulpen dan mulai menulis.
Lain halnya degan Kevin yang sedang sibuk memberikan arahan kepada beberapa Bodyguard nya agar mengawasi semua gerak gerik, mulai dari kedatagan Meyshila dan rombongan serta orang-orang yang mendatangi ruang rias pegantin. sampai puncak acara berlangsung, mereka semua diminta agar melaporkan jika melihat sesuatu atau gerak gerik yang mencurigakan.
Setelah memberikan arahan, Kevin merebahkan diri di atas sofa sambil menutup kedua matanya. Tiba-tiba sebuah tagan menyentuh bahunya, degan refleks Kevin membuka kedua matanya dan menemukan Meghan dan Mhethyu yang berdiri di hadapannya sambil menatap Kevin.
"Mama...!!!, papa...!!!, Kalian sudah datang...!!" Kata Kevin terkejut, melihat kedatangan kedua orang tuanya.
"Iya nak..!! tadi papa dan mama hanya sebentar di rumah Oma" Kata Mhethyu sambil berjalan bersama Meghan hendak duduk di samping Kevin.
"Terus apa yang di kataka Oma, setelah mengetahui berita mengenai pernikahan Kevin..?" kata Kevin penasaran.
"Oma tidak setuju" singkat Mhethyu sambil menunduk, Meghan segera menyemangati degan memegang tagan suaminya.
"Baiklah pa..!! ma..!!, Kalau Oma tidak setuju, maka Kevin akan tetap menikahi Shila dan menerima semua konsekuensi yang akan terjadi kedepannya." kata Kevin mencoba meyakinkan kedua orang tuanya agar tetap optimis, dan fokus dalam rencana pernikahan yang akan berlangsung besok siang.
Mhethyu dan Meghan mendadak tertawa terpingkal pingkal mendegar perkataan Kevin, sedangkan Kevin merasa bingung akan tingkah kedua orang tuanya yang tiba-tiba tertawa.
"Mama tidak tega pa.., melihat keluguan anak kita yang seperti anak kecil saja" kata Meghan sambul tertawa.
"Kalian berdua ini kenapa, apa ada yang salah degan perkataan Kevin..?" tanya Kevin bingung melihat tingkah kedua orang tuanya yang nasih tertawa.
"Kev..Kev...!!!, sebebarnya papa mu hanya berbohong." kata Meghan segera mengatakan sejujurnya, karena tidak tega melihat anaknya yang kebingungan.
"Papa hanya bercanda. Sebenarnya, Oma sudah setuju degan rencana pernikahan ini. Walaupun dia sempat menolak, tapi papa dan mama tidak gentar dan berusaha keras meyakinkan Oma agar tetap menyetujui pernikahan ini. serta tidak membiarkan Oma memiliki pikiran buruk untuk melakukan kekacauan atau sampai memiliki niat menggagalkan rencana pernikahan ini' Jelas Mhethyu pada Kevin.
"Apa Oma sudah mengetahui tentang Shila yang akan menjadi calon Kevin..?" tanta Kevin degan penasaran.
"Tidak, Oma tidak mau mengetahui dan tidak mau peduli akan prihal keluarga calon mempelai wanita. Sehingga Papa dan mama tidak membahas megenai keluarga Dominick dan lebih fokus membuat Oma setuju serta bersedia hadir di acara pernikahan mu besok siang" Kata Dominick sambil menatap Kevin yang terlihat memikirkan sesuatu.
"Baiklah semuanya sudah jelas bukan, lebih baik kita semua masuk ke kamar dan istirahat. Agar tenaga kalian terisi kembali dan siap untuk acara yang berlangsung esok harinya" Kata Meghan menengahi, sambil melihat Kevin dan Mhethyu yang sudah terihat lelah setelah melakukan aktifitas seharian ini.