
“Haaah… Kau ini tidak sabaran sekali ya.”
Laki-laki itu kemudian membuka kancing jasnya dan sedikit melonggarkan kerahnya. “Aku tidak suka dengan orang yang tidak sabaran.”
Tiba-tiba tubuhnya membesar, matanya manjadi merah, rahang mulutnyapun menjadi maju. Tangannya pun keluar bulu-bulu kasar serta kukunya memanjang dan tajam.
Laki-laki itu membuka mulutnya lebar-lebar hingga seluruh kepala dari salah satu penjaga itu masuk sangat mudah.
Mulut dengan penuh gigi tajam dan bergerigi, menghancurkan kepala salah satu penjaga itu dengan sangat cepat.
*CRAT*
“KAKAAAK!” Teriak kedua penjaga lainnya.
“KYAAA!!!” Begitu juga dengan para wanita penghibur yang teriak panik ketakutan.
Laki-laki itu kemudian menyerang kedua penjaga lainnya, dan juga para wanita yang ikut bersamanya tadi.
Dia merobek wajah, perut serta memakan isi kepala mereka.
Theron yang mengintip dari balik jendela sangat terkejut dengan apa yang dia lihat barusan.
“Apa itu barusan?” Ucapnya dengan tubuh yagn bergetar hebat.
*Sreeet*
Tubuh pria berjas itu perlahan mulai kembali kebentuk semula.
*Tap Tap Tap*
Tiba-tiba seseorang datang mendekat.
“Wah wah wah tuan Heist.” Ucap seorang laki-laki bangsawan muda dengan rambut ikal panjang. “Sepertinya anda memakan anak buahmu lagi.” Ucapnya dengan wajah tersenyum.
“Aaah, Lucas.” Ucap Heist sambil merapihkan jasnya.
“Apakah orang-orang sudah kumpul?” Tanya Heist.
“Semua sudah menunggu tuan.” Balas Lucas.
“Baiklah, saatnya membuat uang Hahaha…”
Heist dan Lucas berjalan bersama menuju gudang yang dimana sudah ramai dengan orang-orang didalamnya.
Saat Heist dan Lucas sudah masuk kedalam gudang, Theron bergeges untuk keluar dan mencoba untuk menyelamatkan para korban dari Heist.
*TAP TAP TAP*
Theron sudah tidak peduli lagi dengan suara langkah kakinya. Saat didekati ternyata ke 5 korban itu benar-benar sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Terlalu banyak luka cakar dan beberapa diantara mereka sudah tidak memiliki lagi organ dalam.
Theron kemudian memberikan penghormatan terakhir kepada para korban. “Semoga jiwa kalian tenang disana.”
***
Didalam gudang itu sudah berkumpul orang-orang yang seperti bangswan, namun menggunakan jubah hitam untuk menyembunyikan identitasnya.
Ruang dalam gudang itu sangat gelap, penerangan juga sangat minim, hanya nyala lilin yang mengelilingi di setiap sudut ruang dan lilin gantung dilangit-langit ruangan.
Terdapat juga tirai besar merah dengan lambang sihir berbentuk segitiga hitam yang mengantung didepan podium, terdapat juga lilin yang sudah setengah terbakar, menerangi sekitaran podium.
“Selamat datang semua, di tempat suci, dan penuh berkah ini.” Ucap Heist dengan lantang kepada orang-orang yang menyaksikan pidatonya di atas podium.
“Malam ini, akan menjadi malam kebahagiaan untuk kita semua. Karena dewa telah menurunkan berkahnya dari langit kita semua.” Ucap Heist sambil mendongakkan kepalanya ke langit-langit sambil menengadahkan kedua tangannya didepan dada.
“Dewa telah datang, dewa telah turun, dewa telah menunjukan dirinya.” Tubuh Heist mulai gemetar.
Theron yang sudah berada didepan pintu gudang, dapat dengan jelas mendengar pidato dari Heist.
“Sepertinya benar, ini perkumpulan yang dimaksud.” Ucap Theron dalam hati.
“Pantas jejak mereka sangat sulit untuk dilacak, ternyata mereka melekakukan pratik didalam kerajaan. Para polisi yang lain pasti tidak ada yang menyadari ini.”
“Kita sebagai umatnya, kita tidak boleh meragukan, kita justru harus mengakui dan yakin atas nikmat dan karunia yang telah diberikan olehnya.” Lanjut Heist. “Dan ditempat ini, dewa telah memberikan sedikit berkahnya.”
Kemudian, tirai merah dibelakang Heist terlepas dan menunjukan apa yang ada dibelakangnya, dan munculah 9 anak yang rantai diikat dibagian leher dan pergelangan kakinya.
Terdapat 6 anak laki-laki dan 3 perempuan, mereka menggunakan pakaian lusuh, tubuhnya pun sangat kotor dan juga terdapat luka lebam disekujur tubuh mereka seperti akibat serangan benda tumpul.
Dan mereka semua tidak sadarkan diri.
Theron yang mengintip dari sela-sela genteng atap cukup terkejut saat melihat salah satu dari 9 anak yang diikat itu, terdapat anak yang dia kejar tadi siang.
Ditambah, leher yang mengikat anak-anak itu memiliki aura aneh saat Theron menggukana kemampuan “Magic of eye - Seer of Magic.” Miliknya.
Aura itu berwarna hitam dan aura itu seperti memakan aura ke 9 anak itu, sehingga kemapuan “Magic of eye - Seer of Magic.” Tidak bisa melihat aura sihir anak-anak itu.
“E…eh…” Salah satu dari 9 anak itu perlahan mulai membuka matanya. Dengan samar-samar dia melihat banyak orang didepannya. “Di-dimana - ini.” Ucapnya dengan tubuh yang sangat lemas.
“9 anak yang telah mendapat anugrah dari dewa, mereka dituntun kesini untuk mendapatkan kehidupan baru, keluarga baru, dan takdir baru.” Lanjut pidato Heist.
Semua orang yang menonton dibuat kaget saat melihat anak-anak itu. wajah mereka langsung berubah menjadi sangat tertarik sesaat melihat mereka.
“Maka dari itu, kita sebagai hamba yang berbakti kepada dewa, kita harus memberikan hak-hak yang seharusnya anak-anak ini dapatkan.”
Tiba-tiba seorang penonton mengangkat tangannya. “300 koin emas untuk satu anak.” Ucapnya.
“Anda memang orang tidak sabaran ya, padahal lelang belum dibuka tetapi anda langsung menawarkan harga yang tinggi, tuan Bernard.” Ucap Heist. “Dan aku suka itu.” Lanjutnya.
Dan semua orang yang berada diruangan itu mulai mengangkat tangannya tanpa terkecuali.
“350 koin emas per anak.” Ucap salah satu orang dari mereka.
“370 koin emas.”
“400 koin emas.”
“500 koin.”
“530 koin.”
Acara lelang semakin meriah, seluruh orang berebut menaruh harga sangat tinggi untuk memebli satu anak itu.
Theron mulai memikirkan rencana untuk menghentikan jual beli anak dan menangkap dalangnya.
*Grit*
Tiba-tiba terdengar suara decitan dari kayu penyanggah atap Gudang yang cukup keras, Theron cukup terkejut.
*GRIT*
Suara itu muncul kembali, dan kini suara itu terdengar lebih keras.
*KREK*
*BRAAAK*
Atap Gudang jebol karena sudah tidak kuat menahan berat badan Theron.
*BRUK*
Theronpun jatuh ditengah orang-orang berjubah hitam.
Semua diruangan itu seketika terdiam.
“Siapa dia?”
“Tidak tau.”
“Apakah dia anggota baru?”
Semua orang berbisik-bisik menanyakan identitas Theron.
“DIA POLISI!” Teriak salah satu orang berjubah hitam.
Mendengar itu, seluruh orang menjadi kaget. Mereka menjadi panik dan berusaha untuk melarikan diri.
“Minggir!”
“Polisi!”
Teriak orang-orang itu.
Theron mencoba untuk bangun. “Aduh sial, bisa-bisanya aku terjatuh.” Gumamnya dengan kesal.
Namun tidak dengan Heist, dia tetap berdiri di podiumnya sambil menatap Theron sangat tajam dengan mata sinisnya.
“Haaah… seharusnya aku tidak membunuh mereka terlebih dulu.” Ucap Heist. “Jadinya aku sendiri yang harus memberekan ini.”
Semua orang berjubah hitam pergi malrikan diri, hingga hanya tersisa Theron, Heist dan ke 9 anak yang diikat di atas podium.
“Wah…Wah… aku tidak menyangka kalau ada polisi yang berani mengganggu.”
“Padahal aku sudah membayar kalian untuk menutup mulut.”
“Apa mungkin kau butuh lebih? Mau berepa?” Tanya Heist.
Theron tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, jadi selama ini kasus tidak pernah selesai karena polisi sudah dibayar olehnya untuk mulut.
Theron menjadi cukup kesal. “Aku tidak butuh uangmu.” Ucap Theron dengan lantang. “Atas nama kerajaan Genoveva, kau ditangkap karena telah melakukan perdagangan illegal.”
“Menangkap ku?” Tiba-tiba Heist menyeringai. “Apa kau yakin?”
*Srit*
Theron melihat pantulan cahaya tipis yang menuju kearahnya dengan cepat. Seketika, Theron melompat untuk menghindari itu.
*BRAK*
Cahaya itu memotong benda yang berada didepannya dengan sangat cepat, dan meninggalkan sabetan benda tajam di jalur lesatan cahaya tipis itu.
Theron terkejut dengan serangan tiba-tiba itu, cahaya itu hampir membelah Gudang menjadi 2 bagian.
“Hooo… kau hebat juga dapat menghindari seranganku.” Ucap Lucas yang sedang nangkring di langit-langit atap.
*Tap Tap Tap*
Heist berjalan menuruni podium, dan perlahan tubuhnya kembali membesar dan bulu hitam kasar tumbuh disekujur tubuhnya. “Sepertinya kita kedatangan tamu yang sangat menarik.” Ucap Heist yang sudah setengah berubah menjadi serigala.
“Hup.” Lucaspun turun dari atas langit-langit, dan menjulurkan seluruh jarinya yang mengeluarkan lingkaran sihir biru. “Magic of Water – Sharp Thread.” Dan munculah tetasan air di ujung jarinya, kemudian tetasan air itu memanjang seperti layaknya benang keseluruh dan sudut ruangan.
Membuat ruang gerak Theron menjadi sangat terbatas.
“Seriusan nih.” Ucap Theron.