
*Set*
Gren meraih ranting dari semak-semak tempat sumber suara gemercik itu. “Sniif…Huuuuh…” Gren menghela nafas panjang untuk menenangkan jantungnya yang sedang berdegup kencang.
Setelah merasa sedikit tenang, dengan perlahan Gren mulai menyingkirkan ranting semak-semak dan melihat apa yang ada dibaliknya, yang dimana ternyata itu hanyalah seekor musang.
Melihat itu, Gren langsung menghela nafas lega, jantungnya kembali berdegup normal, dan keringatnya berhenti mengalir.
“Fyuhhh… Ternyata hanya musang.” Ucap Gren dengan lega.
Dan seketika musang itu langsung lari terbirit-birit melihat Gren yang ada didepannya. “Eh!” Gren sedikit terkejut.
“Apa aku sejelek itu sampai membuatnya lari seperti itu?” Ucap Gren. “Sudah seperti melihat monster saja.” Lanjut Gren.
“Padahal dikota, banyak wanita yang tergila-gila kepadaku.” Ucapnya dengan sangat percaya diri terhadap wajahnya yang sudah mulai keriput. Dan ‘wanita’ yang dia maksud sebenarnya adalah wanita penghibur.
Gren sebenarnya sedikit menyesal, karena rasa penasarannya itu ternyata adalah seeokor musang. Dia berharap yang dia lihat adalah sesosok hantu atau hewan buas.
*SNIF*
Dan tiba-tiba, ketika Gren ingin berdiri dari jongkoknya, dia merasakan sebuah hembusan angin hangat yang menerpa seluruh punggunggnya.
“Grrrr.” Dan diikuti juga dengan suara geraman hewan.
Dan seketika perasaan Gren menjadi tidak enak, tubuhnya bergetar hebat dan keringat kembali membasahi tubuhnya.
Secara perlahan, Gren membalikan tubuhnya dan menoleh kebelakang untuk melihat mahluk apa yang ada dibelakangnya itu.
Gren begerak dengan sangat hati-hati, berusaha untuk tidak membuat Gerakan secara tiba-tiba. Dan ketika Gren menoleh, ternyata itu adalah seekor anjing hitam besar dengan kalung jeruji besi dilehernya.
Dan tidak hanya satu, melainkan 2 ekor anjing setinggi satu meter.
Gren seketika panik melihat anjing itu yang berada tepat dibelakangnya.
“GROOAAAARRR.” Kedua anjing itu meraung kencang.
Dengan reflek Gren meraih punggungnya dengan cepat, untuk mengambil senjatanya yang berupa panah, namun senjatanya tertinggal di perkemahan.
Melihat Gren yang membuat Gerakan secara tiba-tiba seperti itu, seketika seekor anjing dihadapannya langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan langsung menerkam Gren dengan cepat.
Gren pun sangat terkejut. “HUAAAAA!!!” Dan teriak sejadi-jadinya, dan membuat seekor anjing lainnya juga ikut menerkam Gren.
***
Sementara itu, Owen yang masih setengah sadar terbangun saat mendengar raungan hewan yang cukup keras.
Dan melihat temannya Gren tidak ada ditempat dimana seharusnya dia berjaga.
Seketika Owen langsung merasa kesal, melihat temannya yang serahusnya berjaga malah tidak ada. “Dimana si sialan itu?” Gumamnya.
Owen mengira kalau Gren pergi keatas pohon untuk melanjutkan tidurnya, dan itu memang sudah menjadi kebiasaan Gren jika mendapat giliran berjaga malam.
Owenpun berniat untuk pergi mencari Gren, tetapi saat dia ingin bangun, tangan Owen menyenggol sesuatu yang dimana itu adalah senjata panah milik Gren.
Seketika perasaan tidak enak menyelimuti Owen.
“HUAAAAA!!!” Terdengar sebuah teriakan yang berasal dari dalam hutan, yang dimana itu adalah teriakan Grem.
Owen kemudian langsung berdiri, dan berlari menuju sumber suara Gren berasal. “GREEEN!” Teriak Owen.
Baru beberapa langkah, tiba-tiba Owen memberhentikan langkahnya saat melihat bayangan hitam yang melesat cepat didepannya.
Owenpun seketika langsung terdiam melihat 2 ekor Hell Hound berada didepannya.
Yang membedakan Hell Hound dengan anjing pada umumnya adalah, tubuh Hell Hound yang dapat tumbuh setinggi satu setengah meter dengan garis merah menyala seperti api dari ujung garis mulut hingga bagian perut.
Dituliskan kalau Hell Hound hewan yang berasal dari neraka, dan dipercaya Hell Hound lahir ke dunia manusia akibat hancurnya batu setan, yang membuat sebuah gerbang antar dimensi.
Tetapi perjalanan antar dimensi tidaklah mudah, perjalanan antar dimensi sangat menguras mana, dan dapat membuat seseorang mati kehabisan mana saat melakukan perjalanan antar dimensi.
“Atau mungkin ada yang memanggilnya?” Lanjut Owen.
Owen tiba-tiba tersentak saat melihat darah segar yang masih menetes dimulut kedua Hell Hound itu. Dan terdapat potongan kain yang tersangkut di mulutnya, sebuah kain hijau yang terlihat tidak asing untuk Owen.
Dan tak lama Owen tersadar dengan suara teriakan Gren yang sangat keras dari balik hutan seketika menghilang, dan Gren yang tak kunjung kembali.
Owenpun menyadari kalau temannya sudah tidak ada, air mata mulai membendung dimatanya, namun melihat 2 Hell Hound yang ada didepannya itu bukaanlah waktunya untuk menangis.
Owen kemudian mengusan kedua matanya dan mimik wajah menjadi sangat marah. “Akan kubalaskan dendam Gren kepada kalian!” Ucap Gren dengan lantang.
***
*DUAAAR!!!*
Sebuah ledakan besar bergema keras, membuat Hugo, Rio, hingga Jason terbangun dari tidurnya, namun Deorsa masih tetap terlelap dalam tidurnya.
“Su-suara apa itu?” Ucap Rio yang langsung tersadar.
Hugo yang masih setengah sadar. “Ada apa, kenapa ribut sekali?” Tanya Hugo.
Hugo kemudian melirik kearah Rio yang dimana dia sedang terdiam akan melihat sesuatu.
Dengan rasa penasaran, Hugo kemudian menoleh kearah Rio lihat.
*Tang Ting*
Dan melihat Owen sedang bertarung seorang diri melawan 2 ekor Hell Hound dengan pisau belati yang selalu dia simpan di balik bajunya.
Pergerakan 2 Hell Hound sangatlah cepat, ditambah dengan cakar serta gigitannya yang tajam dan kuat membuat siapapun yang terkena serangannya tidak dapat bergerak kembali.
*Set Set Set*
Namun Owen adalah ksatria yang sangat berpengalaman, dengan kemampuan beladiri berpedangnya serta elemen sihir angin yang dimilikinya, membuat serangan kedua Hell Hound tidak dapat mengenainya sama sekali.
Owen kemudian menghunuskan mata belati ke salah satu Hell Hound yang ada didepannya diikuti dengan aura sihir berwarna hijau yang mulai menyelimutinya.
Dan sebuah lingkaran sihir hijau muncul pada ujung mata belati milikinya. “Magic of Wind-Wind Cutter” Owen menghempaskan serangan dengan belati dan menghasilkan hempasan angin yagn menyerupai pisau pemotong kearah salah satu Hell Hound.
Hell hound itu kemudian membuka mulutnya lebar-lebar.
*GRAP*
Dan kemudian menggigit serangan sihir Owen, membuat serangan sihirnya lenyap dengan sekejap.
Owenpun sangat terkejut melihat Hell Hound yang dapat menangkis serangannya tersebut.
“Eh?” Owen tiba-tiba tersentak.
“GROOOAR!” Satu ekor Hell Hound lainnya, tiba-tiba melompat kearah Owen dengan mulut yang siap menerkamnya.
Namun gerakan Owen dan insting bertarungnya tidak kalah cepat, dan dapat mengindari serangan kejutan itu dengan sangat mudah.
“Apa-apaan itu, tidak biasanya Hell hound dapat menangkis serangan sihir ku.” Ucap Owen.
Owen kemudian menyadari kalau dia bertarung hanya mengguanakan sebuah belati yang daya serang menggunakan sihir tidaklah sekuat dengan pedang miliknya.
Dan pedang itu terimpan disamping Deorsa yang masih tidur dengan pulas.
Owenpun sangat kesal melihat Deorsa yang menjadi ketua grup pengawalan masih dapat tertidur pulas, setelah rekannya mati dan Owen harus bertarung sendirian melawan 2 Hell Hound.
“Ri-Rio apa itu?” Ucap Hugo dengan bibir yang bergetar.
Rio merasa sangat ketakutan, karena ini pertama kalinya dia melihat Hell Hound secara langsung didepan matanya. “Tu-tuan, k-k-kita harus se-gera pergi dari sini.” Ucap Rio dengan terbata-bata.
Dan begitu juga dengan Jason yang sedang bersembunyi didalam kereta kudanya sambil mengharapkan keselamatannya.
Tubuh Jason bergetar hebat, membuat kereta kudanya juga ikut bergetar karena tubuh besarnya itu. “Dewa, kumohon, selamatkan hamba.” Doa Jason dalam hati.