The Great Sorcerer

The Great Sorcerer
Aliansi Four Trading Pillars



Disebuah mansion kediaman keluarga Eryk, Daizon berjalan menuju aulanya bersama 2 orang pengawal dan 1 asistennya.


Sementara itu diluar Mansion, sudah banyak kereta kuda mewah yang terparkir disana, lengkap dengan para pengawal yang menjaga masing-masing kereta kuda mewah itu.


Sebelum memasuki aula, seorang pelayan wanita menghampiri Daizon yang kemudian merapihkan pakaian Daizon, Daizonpun mempersilahkannya.


Serasa sudah rapih, para pengawal Daizon membukakan pintu aulanya.


*Cekreek*


Dan ternyata, didalam sudah terdapat 3 orang dengan pakaian bangsawan lengkap dengan lencana masing-masing kepala keluarga yang menandakan mereka adalah seorang kepala keluarga.


“Lama sekali kau ini!” Ucap salah satu kepala keluarga muda disana yang tampak kesal.


“Maaf, tadi aku ada urusan sebentar.” Jawab Daizon dengan santai.


“Hey! walau adalah kepala keluarga, setidaknya sopanlah kepada yang lebih tua.” Ucap kepala keluarga wanita disana yang sedikit marah.


“Hmph, anak muda.” Celetuk kepala keluarga lainnya sambil mengusap-usap janggutnya yang panjang itu.


“Apakah sudah berkumpul semua?” Tanya Daizon kepada yang lainnya.


Mereka adalah Rebecca Aslan, seorang wanita dewasa berumur 34 tahun yang memimpin keluarga Aslan. Dia sangat ahli dalam ilmu strategi dagang, banyak ide-ide inovatif yang muncul dari kepalanya, dan membuat sektor dagang bahan jadi (Keju, mentega, tepung, dll) dari pertanian dan peternakan keluarganya, menjadi salah satu kelompok dagang yang besar dalam negeri Genoveva.


Lalu ada Herby Watson, laki-laki paruh baya yang sudah berumur 56 tahun, dia telah menjadi kepala keluarga Watson kurang lebih selama 10 tahun, keluarga Watson mempunyai bisnis sebagai kurir dagang, serta ladang gandum dan jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar rakyat Genoveva yang tersebar luas di wilayah negeri Genoveva.


Dan yang terakhir Cristopher Alexa, seorang laki-laki muda berumur 24 tahun, dia menjadi kepala keluarga Alexa termuda, dia menggantikan ayahnya. Sifatnya yang keras dan tidak sabaran yang selalu ingin cepat, sedikit tidak disukai oleh bawahannya. Namun berkat sifatnya itulah yang membuat bisnis Pelabuhan kapalnya sangat ramai didatangi oleh para pedagang dari luar kerajaan Genoveva.


Sementara Daizon sendiri beroprasi dibidang pertanian, peternakan, hingga memiliki bisnis tantara bayaran yang sudah diresmikan oleh kerajaan Genoveva, membuat Daizon sangat disegani bagi para bangsawan kerajaan Genoveva.


Dan menjadikan Daizon sebagai ketua aliansi bisnis “Four Trading Pillars.” Selain dia memiliki bisnis yang menjanjikan, Daizon juga memiliki banyak kenalan para pejabat negeri.


Sebagai perbandingan, Daizon Eryk memegang asset aliansi Four Trading Pillars sebesar 57%, Rebecca Aslan sebesar 19%, Herby Watson sebesar 13%, dan Cristopher Alexa sebesar 11%.


“Hoo… Hoo… Tuan Daizon. Kudengar kau membunuh bawahan mu lagi ya?” Ucap Herby sambil mengusap janggutnya.


Daizon sedikit tersenyum. “Hmph, aku hanya membersihkan serangga yang tidak becus dalam bekerja.” Ucap Daizon sambil melambai-lambaikan tangannya.


“Bagikku, orang-orang seperti itu hanyalah penghambat bisnis, jika terus dibiarkan mereka hanya akan membuat bisnisku bangkrut secara perlahan-lahan.” Lanjut Daizon.


Herby, Rebecca, dan Cristopher seketika merasa merinding dengan kebijakan Daizon yang sangat tidak manusiawi.


Herby, Rebecca, dan Cristopher sebenarnya tahu dengan apa yang dilakukan Daizon sehingga dia dapat memiliki banyak sektor bisnis. Dia menyuruh bawahannya untuk pergi ke desa-desa miskin dan terpencil yang kemudian menjanjikan sebuah pekerjaan kepada mereka.


Yang sebenarnya mereka hanya diperalat oleh Daizon untuk dijadikan budak kerja tanpa dibayar sedikitpun.


Tetapi mereka tidak berani menentang atau melaporkan Daizon kekerajaan, karena dialah yang memegang kuasa disini, sementara mereka hanyalah hewan pengerat bagi Daizon, dan mereka yang hanya perlu patuh kepada Daizon jika ingin bisnis mereka mau tetap berjalan dengan damai.


“Ekhem.” Rebecca mulai membuka pembicaraan rapat rutin bulanan Four Trading Pillars.


“Baiklah, karena semua sudah berkumpul, mari kita mulai rapatnya.” Ucap Rebecca yang berperan sebagai otak dari Four Trading Pillars.


Kepala kelarga yang telah berkumpul itu kemudian duduk pada meja bundar yang sudah disiapkan oleh bawahan Daizon.


Dan ditengah meja bundar itu terdapat peta yang menggambarkan seluruh wilayah dagang dari aliansi bisnis Four Trading Pillars yang mencakup hampir seluruh wilayah barat negeri Genoveva.


Rebecca kemudian mengambil sebuah tongakat tipis yang dijadikannya sebagai penunjuk peta. “Aku mulai dari pendapatan sektor dagang.” Rebecca kemudian menunjuk 2 wilayah pusat kota. “Penjualan bahan mentah hasil pertanian dan peternakan pada kota Urubus dan Dificium mengalami peningkatan sebesar 4%” Ucap Rebecca.


“Dan untuk penjualan bahan jadi, masih mengalami peningkatan sekitar 13%” Lanjut Rebecca.


“Wow. Untuk bahan jadi mengalami peningkatan sebesar 13%?” Celetuk Cristopher.


“Padahal bulan lalu turun hingga 10%” Lanjut Cristopher.


“Hooo… Padahal dizaman sekarang, sangat banyak saingan bisnis disektor bahan jadi.” “Tetapi kamu dapat bangkit dan membuat peningkatan penjualan yang sangat mengesankan.” Ucap Herby dan Daizon


Mendengar itu, Rebecca menjadi sedikit bangga. “Hmph, mana mungkin aku membiarkan sektor bisnis keluargaku mengalami penurunan seperti itu.”


“Dan membuat orang-orang kembali mulai membelinya. Pada minggu kedua aku mulai menaikan harga dan sedikit mengurangi kualitas bahan. Sehingga orang-orang tidak menyadarinya.”


“Hoo…Hoo…Hooo… Walau terdengar sidkit licik, tetapi kemampuan berpikirmu itu sangatlah hebat.” Ucap Herby yang masih mengusap Janggutnya.


“Lalu bagaimana cara kau untuk meyakinkan orang-orang.” Tanya Cristopher.


Rebecca kemudian sedikit menyeringai. “Itu sudah menjadi tuags para pekerjaku.” Ucap Rebecca.


“Lalu untuk kota Mertur?” Tanya Cristopher kembali sambil menunjuk wilayah kota Mertur pada peta.


“Di kota Mertur penjualan masih tetap mengalami penurunan, kali ini sebesar 7% baik dibidang bahan mentah maupun bahan jadi.” Ucap Rebecca dengan sedikit kesal.


“Haaah… itu pasti gara-gara si gubernur tua, yang selalu saja membatasi barang dagang kita untuk masuk kedalam kotanya.” Ucap Cristopher.


“Terlebih dengan pelabuhanku disana yang mendapat potongan pajak lebih besar dari Pelabuhan lainnya.” Lanjut Cristopher.


*Brak*


Tanpa sadar Cristopher memukul meja rapat dengan cukup keras karena saking kesalnya.


Dan seketika dia langsung panik ketika melihat sebuah retakan bekas pukulannya itu.


Cristopher menjadi sangat panik melihat itu. “M-Ma-Maaf aku-”


Daizon kemudian mengangkat telapak tangannya. “Tidak apa-apa, aku tau kau sangat kesal.” Ucap Daizon.


“Kota Mertur memang menjadi kendala bisnis kita, kerena kebijakan pemerintahannya yang beraliansi dengan kota negeri luar kerajaan Genoveva.”


“Aku sudah beberapa kali mengutus bawahanku untuk membujuk para pejabat kota Mertur dengan memberikan sedikit tawaran yang menarik.” Daizon kemudian mengepalkan tangannya. “Tetapi mereka menolak mentah-mentah tawaranku.”


“Oooh… ini tidak bagus” Ucap Cristopher dalam hatinya melihat Daizon yang mulai kesal.


Dan Cristopher sangat tahu kemana arah pembicaraan Daizon, begitu juga dengan Rebecca dan Herby.


“Da-Daizon, kau tidak perlu melakukannya sampai sejauh itu.” Ucap Rebecca dengan sedikit terbata-bata.


Daizon kemudian melirik kearah Rebecca dengan sinis.


Rebeccapun terkejut, wajahnnya menjadi pucat.


“Apa kau memberi perintah kepadaku?” Tanya Daizon.


“Ti-ti-dak Tuan.” Balas Rebecca dengan menundukkan kepalanya.


“Critopher!” Panggil Daizon.


Seketika Cristopher langsung menoleh ke Daizon dengan posisi siap. “Y-ya tuan.”


“Sekarang kau tidak perlu cemas dengan pajak yang melilit bisnis pelabuhanmu keluargamu, mulai besok semua kebijakan dari pemerintahan kota Mertur akan berubah.” Jelas Daizon.


“Dan Herby!” Lanjut Daizon.


Mendengar namanya dipanggi, Herby langsung menoleh dan berhenti mengelu janggutnya. “Ya tuan.” Jawab Herby.


“Minggu depan, siapkan pasokan bahan mentah sebanyak dua ton gandum dan jagung untuk kota mertur.”


Herby pun terkejut. “Du-dua ton tuan? Bukankah untuk pengiriman barang dagang hanya dibatasi sebanyak 300 kilo saja?”


Daizon berdiri dari kursinya. “Sudahku bilang, mulai besok kebijakan pemerintahan kota Mertur akan berubah. Mereka akan menjadi kota yang tunduk kepada kita.” Ucap Daizon sambil menyeringai.


Yang kemudian Daizon mengambil alih rapat yang sebelumnya dipimpin oleh Rebecca, Daizon menjelaskan seluruh rencana yang telah dia pikirkan jauh-jauh hari, uang dimana dia ingin mempeluas wilayah kekuasaan dagangnya kewilayah selatan negeri kerajaan Genoveva.


Namun itu tidaklah mudah, karena dibagian selatan terdapat juga aliansi dagang yang bernama The Intemperantia.