The Great Sorcerer

The Great Sorcerer
Ujian #5



Kebulan asap dan debu semakin tebal, disusul dengan aroma gosong yang sangat pekat.


"Heh, Pertarungan ini sangat mudah." Ucap Antonio dengan sangat percaya diri.


Tidak ada pergerakan sama sekali dari Pharsa setelah serangan Antonio.


"Apakah dia mati?" Ucap Tristian dalam hati.


Tetapi Adam merasa ada yang aneh, dia mengamati area asap itu dengan seksama. ketika asap semakin menipis, Adam sedikit terkejut karena tidak ada bayangan Pharsa disana.


Dan tiba-tiba Adam merasakan sebuah gelombang energi yang besar dari atas. Seketikapun Adam langsung menoleh keatas, dan benar saja itu adalah Pharsa yang sudah siap dengan serangan kejutannya yang mengarah ke Antonio.


"Antonio Diatas!" Teriak Adam.


Antonio sedikit terkejut "Hah?"


"Terlambat." Dengan senyuman bengisnya, Pharsa langsung melesat tajam ke Antonio. "Magic of Lightning-Lighning Crash"


Dan ketika Antonio menoleh keatas, Pharsa sudah melesat dengan sangat cepat. "Sial." Ucap Antonio.


Namun kemampuan reflek Antonio sangat cepat, dan tanpa sadar Antonio melempar tubuhnya untuk menghindari serangan Pharsa.


Tetapi pengalaman bertarung Pharsa tidak diragukan lagi, sebelum menghantam tanah Pharsa mengulurkan tangannya untuk menompang tubuhnya dan memfokuskan tenaga dan sihirnya ke kaki kanannya.


"Magic of Lightning- Lightning Cutter" Ucap Pharsa.


*BAK!*


Tendangan sabit dengan sihir petir yang menyelimuti kaki kanannya. Tendangan Pharsa mengenai perut Antonio sangat keras dengan sangat telak.


*DDRRRRR*


Antonio terpental sangat jauh kedalam hutan.


"ANTONIOO!" Teriak Adam dengan muka paniknya.


Marco, Clara, dan Amalia terkejut dengan kecepatan dan kemampuan bertarung Pharsa. "Oh tidak." Ucap Marco.


Amalia adalah perempuan dengan rasa simpati yang tinggi. ketika melihat Antonio yang ditendang dengan sangat keras membuatnya takut dan sedih. "A-Apakah dia baik-baik saja?" Ucap Amalia dengan kedua tangan yang menutup mulutnya.


"AKKH!" seketika Antonio tidak bisa bernafas, karena tendangan itu mengenai perut bagian atas.


Adam juga sedikit panik ketika temannya ditendang dengan sangat keras.


"Adam Awas!" Teriak Tristian.


*BRAAK*


Tiba-tiba muncul suara dentuman yang sangat keras menusuk telinga Adam.


Tendangan Lightning Cutter Pharsa terhalang oleh Primal Wall Tristian yang dengan cepat melindungi Adam.


Adam terkejut dan menoleh ke Tristian.


"Fokus, pertarungan masih berlanjut." Ucap Tristian.


Tristian kemudain menepakkan kedua telapak tangannya, kemudian muncul lingkaran sihir di sekujur tangannya.


Lingkaran sihir bersinar terang dan menempel disekujur tangan Tristian. "Magic of Earth-Stone Hands"


Kemudian Tristian berlari dan langsung melancarkan pukulan kewajah Pharsa.


*ZWOOSH*


Pukulan Tristian menjadi cepat dan sangat kuat.


Tetapi itu belum cukup menandingi kecepatan Pharsa, pukulan terus dilancarkan oleh Tristian, tetapi tidak ada satupun yang berhasil mengenai Pharsa.


"Kau sangat lambat-" Ucap Pharsa.


Pharsa kemudian mulai mengepalkan kedua tangannya, dan ketika Tristian melakukan pukulan hook dengan tangan kanannya.


*BAK*


Pukulan yang sangat keras mendarat pada rusuk kanan Tristian.


"-Dan juga Lemah." Lanjut Pharsa.


pukulan yang sangat keras membuat Tristian langsung tersungkur ditanah, padahal Pharsa tidak menggunakan sihir pada pukulannya tadi tetapi membuat Tristian menahan rasa yang amat sakit pada rusuk kanannya.


"Aaakkkh..." Tristian merintih kesakitan.


"Sekarang tersisa domba tidak berdaya ini." Pharsa menoleh ke Adam.


Adampun mulai keringat dingin, dia tidak bisa berbuat banyak, kemampuan bertarung Adam sangat lemah dan kecepatannya jauh dibawah Antonio dan Tristian.


Tubuh Adam menjadi kaku, dia tidak bisa bergerak dan mengeluarkan sihirnya.


Pharsa kemudian berjalan menghampirinya, jarak Pharsa dengan Adam sekitar 10 meter, tetapi hanya dengan satu langkah saja Pharsa sudah berada tepat didepan Adam.


Tiba-tiba.


*BGOOOM*


Sebuah bola api besar mengenai Pharsa. Adam yang berada dekat dengan Pharsa terpental cukup jauh karena efek ledakan bola api itu, tetapi ledakan itu tidak begitu berefek besar pada Pharsa, dia hanya terseret tidak terlalu jauh.


Dari dalam hutan muncul aura merah menyala, dan tak lama Antonio muncul dengan jubah api yang menyelimutinya. (Magic of Flame- Fire Cloack)


Terlihat baju Antonio yang terbakar pada bagian perut akibat sihir petir Pharsa, dan perut Antonio yang memar dibutnya.


Tetapi efek dari jubah api Antonio membuat memar itu semakin memudar dan membuatnya pulih seperti semula kembali.


"Tidak kusangka, anak desa seperti mu memiliki sihir regenerasi." Ucap Pharsa.


Antonio kemudian mengangkat telapaktangannya dan mengarahkannya ke Tristian, dan seketika jubah itu terbang dan menyelimuti Tristian.


Jubah itu kemudian menyala merah, seketika rasa sakit Tristian mulai hilang, dan Tristian mencoba bangkit perlahan.


"Haaah... Te-rimakasih Antonio." Ucap Tristian.


"Adam, kau baik-baik saja" Tanya Antonio.


"I-iya, aku tidak apa-apa." Balas Adam dengan sedikit terbata-bata.


Adam sedikit terkagum dengan Antonio, dari kecil mereka yang selalu berlatih sihir bersama dan kini perbedaan kekuatan sihir antara mereka sangatlah jauh. Adam menjadi tidak percaya diri, dan mulai mempertanyakan kenapa dirinya bisa ikut seleksi ini.


"Adam!" Bentak Antonio yang melihat Adam bengong.


"Fokus, pertarungan belum selesai." Ucap Antonio.


Setelah Tristian yang sudah merasa baikan, Jubah api Antonio mulai meredup dan padam. Dan Tristian kini menghampiri Adam dan Antonio.


"Sudah kubilang untuk fokus, kau ini." Ucap Tristian dengan sedikit kesal.


Adampun menunduk malu atas tindakannya itu. "M-Maaf."


"Jadi, bagaimana kita mengalahkannya." Ucap Tristian sambil merenggangkan tubuhnya.


Mendengar itu, Antonio menoleh ke Adam dan menatap tajam matanya, begitu juga dengan Tristian yang mengikuti Antonio.


Adam pun terkejut. "Apa?" Tanya Adam. "Aku tidak tau cara melawan dia, dia terlalu kuat." Lanjut Adam.


*Plak*


Antonio memukul kepala Adam dengan cukup keras. "Lalu apa fungsi otakmu itu Adam?" Balas Antonio.


Antonio memegangi kepala Adam dengan cukup keras. "Jangan merasa kalau dirimu itu tidak berguna, kau disini berarti kau adalah orang yang pantas." Lanjut Antonio.


Adam sedikit merenungkan sikapnya itu.


"Kau masih ingat dengan tujuan kita masuk akademi khusus?"


Adam kembali teringat dengan masa lalunya, ketika Adam masih kecil dan sedang ikut dengan Jason (ayah Adam) yang sedang mengantar barang dagangan pelanggannya ke kota sebrang.


Ketika perjalan mulai memasuki hutan, Adam dan ayahnya diserang oleh sekelompok bandit yang ingin merampas barang miliknya.


Dengan tubuh yang tinggi dan besar, Jason berusaha mengusir para bandit itu, tetapi kelompok bandit itu berumlah 9 orang, dan 3 diantaranya mampu mneggunakna sihir. Sementara Jason hanya mengandalkan kekuatan fisik dan pedang usang miliknya saja.


Namun mereka diselamatkan oleh seorang pria misterius yang entah datang dari mana. Pria itu dengan mudah menghabisi para bandit yang pada akhirnya membuat bandit itu melarikan diri. Pria itu telah menyelamatkan nyawa Adam dan ayahnya.


Adam terkesima dengan pria itu, ketika Adam ingin menghampirinya, pria itu langsung pergi dan menghilang.


Dan mulai dari situ Adam tertarik untuk mempelajari sihir, dan mengajak Antonio dan Amalia untuk berlatih bersama. Tetapi Adam tidak seberbakat Antonio yang dapat yang dapat menguasai sihir dengan cepat, dan Amalia yang mampu memanfaatkan sihirnya untuk menyembuhkan luka.


Tetapi Adam tidak menyerah, dia tetap ingin menjadi seorang ahli sihir. Adam kemudian membaca banyak buku sihir dan mempelajari setiap keunggulan dan kelemahan pada setiap sihir.


Pagi, siang, malam Adam habiskan, dan terkadang Adam suka melihat teman-temannya yang sedang berlatih dan menganalisa setiap sihirnya.


Rasa percaya diri Adam kini kembali, Adam mulai berfikir dan menyadari sesuatu tentang kelemahan dari sihir Pharsa.


"Antonio, Tristian. Aku ada rencana." Ucap Adam.