
Antonio menoleh kearah Lewis yang hanya sibuk menonton mereka. "Hey, tidak apa-apa kan jika kita ganti pemain?"
Lewis sama sekali tidak menanggapi pertanyaan Antonio.
"Maka akan kuanggap itu sebagai 'iya'." Lanjut Antonio.
Pharsa kemudian memasang kuda-kuda, dan bersiap untuk menyerang Antonio, Tristian, dan Marco.
Tristian menepakan kedua telapak tangannya. "Magic of Earth-Stone Hands"
dilanjut dengan Antonio, dia membuat segel segitiga (menyatukan ujung jari telunjuk, tengah, dan ibu jari) didepan dadanya. "Magic of Flame- Fire Cloack"
Antonio menggunakan kemampuan regenarasi miliknya semabri menyerang Pharsa.
Dan kemudian Marco, dia menempelkan semua ujung jari kedua tangannya, lalu muncul lingkaran sihir kecil berwarna ungu pada setiap jarinya. "Magic of Lightning-Stinging Trap." kemudian dia melempar ke 10 lingkaran sihir itu sekitar Pharsa.
"Sekarang giliranku" Pharsa bergerak dengan sangat cepat kearah mereka.
Tepat sebelum melancarkan serangannya, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang menyengat kakinya.
*BZZZT*
Sengatan itu menjalar keseluruh tubuhnya dan mampu membuat Pharsa terdiam menahan sakit beberapa saat.
"Walau aku tidak secerdik Adam, tetapi seranganku lebih kuat darinya." Ucap Marco dengan senyuman percaya dirinya.
*BGOOOM*
Pukulan keras pada pipinya dilancarkan Tristian. Namun Pharsa sempat mengangakat tangannya untuk menahan pukulan itu sehingga dapat meredam pukulan Tristian.
Tetapi walau sudah meredamnya, pukulan itu mampu menyeret Pharsa sejauh 1 meter.
Disisi lain.
Clara berpindah ke Adam, dia berlutut disisi lain Adam. "Amalia, aku akan membantu." Ucap Clara.
"Magic of Water-Regeneration"
Keadaan Adam sangat buruk, luka yang membakar setengah wajahnya, baju yang compang-camping dan beberapa luka bakar pada dadanya.
"Adam." Amaliapun tidak berhenti menangis.
***
"Aaaakkhhh..." Adam merasakan rasa amat sakit pada kepalanya. Perlahan dia membuka matanya.
Penglihatannya sedikit kabur saat pertamakali membuka matanya.
Dia kini mencoba untuk duduk, semuanya bagian tubuhnya terasa nyeri setelah terkena serangan Antonio tadi.
Adam mencoba merenggangkan tubuhnya. "Dia memang gila..." Sambil memutar-mutar bahunya.
"...Bisa-bisanya dia membunuh temannya sendiri." Ucap Adam setelah mengetahui kalau dia sudah berada di dunia lain.
Sekitar tempat Adam berada, terlihat kosong tidak ada apapun selain dirinya dan warna putih yang tidak berujung.
"Yaah... setidaknya mereka dapat lanjut ke akademi khusus." Adam sedikit tersenyum.
Namun senyuman itu langsung menghilang ketika dia mengingat kedua orang tuanya.
Wajahnya memelas dan sedih, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika orangtuanya tau soal ini. Apalagi ibunya (Irene) yang bisa marah dan mengamuk kepada akademi dan Antonio yang menyerangnya.
Adam kemudian menepakan kedua telapak tangannya dan memejamkan matanya. "Antonio, semoga kita tidak bertemu dalam waktu dekat." Doanya.
"Tenang saja, itu tidak akan terjadi."
Tiba-tiba terdengar suara seorang pria.
Adam sedikit terkejut, karena dia merasa hanya dia saja yang berada disana Adam memerhatikan sekitar, menoleh ke kanan dan kiri dan benar tidak ada siapapun selain dirinya.
Adam kemudian menghela nafasnya. "Mungkin hanya firasatku saja."
Dan benar, terdapat seorang pria berambut hitam panjang, berjubah putih sedang melayang-layang diatasnya.
Wajahnya terlihat sedikit familiar untuk Adam, dari mimik wajah, pakaian yang dikenakan, serta tahi lalat pada rahang bawahnya.
"Kau terlihat tidak asing." Ucap Adam.
"Hooh... Benarkah?" Pria itu kemudian turun perlahan dan berdiri tepat didepan Adam.
Pria itu kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Adam untuk berdiri.
Adam menerima uluran tangannya. Ketika Adam menyentuh tangannya, kepalanya kembali terasa nyeri.
Dan sekilas, dia melihat pria itu dalam bayangnya, samar-samar Adam seperti melihat masa lalu pria itu.
Itu terjadi sangat cepat, Adam tidak menangkap dengan jelas apa yang terjadi. Tetapi Adam melihat peristiwa yang amat sangat penting.
Yaitu ketika Pria itu menghancurkan batu setan dengan tangannya sendiri.
Adam tersadar dan langsung mengenali pria itu, dia adalah pria yang diceritakan pada buku 'Perang Arwah' yang pernah dia dan Amalia baca diperpustakaan akademinya.
Adam sedikit terkejut. "Kau..."
Pria itu kemudian merarik tangan Adam hingga membuatnya berdiri. "Aku Geronimo, Geronimo Owen."
Adam bergeming sejenak karena masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekilas.
Geronimo seketika tersenyum untuk mencairkan suasana. "Kau bisa panggil aku Gimo"
Gimo kemudian menceritakan sedikit tentang masa lalunya, Geronimo adalah salah satu dari Jendral sihir dari kerajaan Genoveva sendiri. Dia Jendral sihir generasi ke 2 yang menggantikan posisi ayahnya sejak berdirinya kerajaan Genoveva.
Adam menjadi antusias mendengar cerita Geronimo. "Lalu, bagaimana kau menghancurkan batu setan itu. dikatakan dalam buku jika kekuatan batu itu setara dengan kekuatan dunia ini."
Wajah Gimo seketika menjadi sedih. "Batu setan itu adalah kiamat bagi umat manusia, tidak peduli batu itu digunakan oleh orang sesuci apapun."
"Cepat atau lambat, Batu itu akan mencuci otak pemiliknya dan mulai menghancurkan dunia ini."
"Aku sebenarnya tidak cukup kuat untuk memusnahkan batu itu. Tetapi aku dibantu oleh 'dia' untuk dapat menghancurkannya."
" 'Dia'? Siapa?" Tanya Adam sedikit tidak paham.
Tiba-tiba terdengar suara yang menggelegar dari langit-langit. "Gimo, jadi dia penerusmu?"
Adam sangat terkejut betapa kerasnya suara itu. "HUAAA!"
"APA ITU?" Lanjutnya Adam.
Dari kejauhan terdapat satu titik cahaya putih terang. "Tidak apa-apa Adam, kau tidak perlu takut." Gimo kemudian berjalan mendekati cahaya itu.
Adam terdiam kaku ketika melihat cahaya putih itu. Adam merasakan sesuatu yang amat sangat berbahaya bersemayam pada cahaya itu.
"Perkenalkan." Gimo kemudian membalikan badannya ke Adam. "Dia adalah Karael."
Adam semakin terdiam, karena mendengar nama Karael, Karael sendiri adalah nama sering muncul dalam buku-buku yang dia baca sebagai malaikat pembawa petaka.
Dalam buku yang Adam baca, Karael adalah malaikat yang suka membuat bencana alam, kekeringan, bahkan kepunahan mahluk hidup.
Disebut juga dalam buku kalau Karael adalah malaikat maut.
Karael sendiri sebenarnya adalah utusan para dewa yang ditugaskan untuk menata alam nyata (Manusia). Dia harus menyeimbangkan alam manusia agar tetapi stabil, terlebih menyeimbangkan kekuatan pada dunia.
(Terdapat 2 Alam yang berbeda tetapi saling berdampingan. Yaitu alam nyata Tempat Manusia, Hewan, Dan tumbuhan hidup. Dan alam lainnya adalah Akhirat. Akhirat juga terbagi menjadi 3 yaitu Surga, Neraka dan Urania, yang dimana tempat iblis, malaikat, dan dewa hidup. Para penghuni Akhirat (selain malaikat dan iblis) adalah mahluk hidup dari alam nyata yang telah mati, tetapi sebelum memasuki akhirat mereka akan ditimbang amal perbuatan semasa hidupnya, dan baru akan ditentukan kemana dia akan hidup selanjutnya, Surga (Malaikat) atau neraka (Iblis). Sementara Dewa tinggal di Urania (Tempat para dewa dan keabadian). Dan dipercaya kalau batu setan berasal dari alam akhirat Urania.)
"Ka-Kar-Karael-" Adam terbata-bata karena bibirnya bergetar. "Ka-u bercanda-kan?"
"Tidak." Balas gimo. "Dia adalah Karael sang malaikat maut." Sambung Gimo.
"Dan kita berada dalam alam Karael."
Adam terbangun didalam alam yang Karael ciptakan sendiri.