
Aster menjalani hari-harinya di Olympus, seperti biasa. Bahkan saat cuti di masih mendapat kelas belajar. Benar-benar tidak mendapat liburan. Lebih baik dia berlibur tidak menjalankan tugas saat di bumi. Itu lebih seru dari pada di sini.
"Aku sudah disini setengah bulan, itu artinya setengah hari di bumi kan? Apakah Eros berusaha menelpon ku? Apa yang sedang dia lakukan. Ah aku memikirkan Eros lagi," ucap Aster.
Setelah kelasnya berakhir Aster pergi ke perpustakaan seperti biasa, dia melihat buku-buku disini rutin di ganti agar Aster selalu punya buku baru untuk di baca. Meski begitu dia tidak pernah merasa bosan untuk membaca buku, mulai dari buka kisah Dewa Dewi sampai buku pelajaran juga dia baca di kala senggang.
Aster membaca buku sampai langit yang mulai mengelap, Aster melihat keluar jendela. Langit yang berwarna biru tua terang tanpa ada bintang atau bulan. Sangat berbeda dengan Bumi. Aster lalu menutup jendela itu dan menaruh buku yang di baca di rak tertinggi, karena raknya yang sedikit tinggi Aster kesulitan sampai buku itu jatuh dari genggamannya.
Aster membungkuk untuk mengambil bukunya, namu cahaya cermin memantul mengenai matanya membuat di merasa silau. Aster memalingkan wajahnya, tepat saat itu dia melihat titik hitam berkilau saat terkena pantulan cermin. Aster yang penasaran mengambil lentera dan melihat titik hitam apa itu.
Setelah di lihat dengan baik itu adalah sebuah tombol yang sangat kecil, bahkan setelah bertahun-tahun Aster berada di tempat ini dia tidak menyadari. Dengan rasa penasaran nya, Aster menekan tombol itu berharap masih bisa berfungsi.
Lalu lantai di bawahnya seperti bergerak membuat Aster refleks melompat ke arah lain. Aster melihat 1 kotak lantai yang tadi dia injak terbuka dan di dalamnya terdapat sebuah kotak misterius.
Aster mengambil kotak itu tapi sebelumnya dia mengunci perpustakaan agar tidak ada yang masuk dan segera menghidupkan lilin di perpustakaan itu. Aster berpikir saat malam akan keluar karena itu dia tidak ingin menerangi ruangan itu.
Aster kemudian membuka kotak yang sama sekali tidak di kunci dan tidak memiliki lubang kunci. Dia melihat di dalamnya terdapat 1 buah buku. Buku yang terlihat sangat usang tapi untungnya dalam kondisi yang bagus. Hanya luarnya saja yg buruk.
Aster melihat buku itu di tulis dengan bahasa Yunani kuno, dia bersyukur sempat mempelajari bahasa Yunani dan tulisan nya. Karena sekarang jarang yang menggunakan, bahkan para Dewa Dewi lebih suka menulis dengan tulisan yang di pakai oleh manusia.
Aster membaca kata demi kata di buku itu, meski sedikit sulit karena dia harus menerjemahkan nya terlebih dahulu. Yang di ketahui pasti adalah buku itu milik dari anak Dewi Aphrodite dan Dewa Ares. Cupid atau Cupido? Itu adalah julukan nya.
Disini tertulis bawah Cupid yang jatuh cinta dengan manusia bersama Psyche, namu karena perbedaan mereka yang begitu jauh Antara Dewa dan Manusia mereka di pisahkan. Cupid yang merasa tidak bisa hidup tanpa Psyche pun memilih akhirnya yang menyatukan mereka begitu pula Psyche memilih untuk meninggalkan dunia dimana disini cinta Mereka tidak di hargai. Disini Cupid menulis akan pergi bersama cintanya dan tidak akan pernah melupakan Psyche.
Tanpa Sadar Aster menangis membaca buku itu, teringat bahwa perbedaan antara Eros dan diri nya juga sangat jauh. Apakah dia boleh menambahkan cinta manusia? Apakah tidak ada jalan?
Aster menggelengkan kepalanya lalu mengusap air matanya, dia menaruh kembali kotak beserta buku itu seperti semula. Aster lalu meyakinkan diri bahwa perasaan itu tidak akan abadi, lebih baik Aster menjalinya seperti air mengalir. Toh belum tentu Eros mencintai nya kan? Mereka hanya dekat terlalu jauh jika harus memikirkan kedepannya.
Di jalanin terus sampai tidak tau caranya berhenti? Itu hal yang selalu di kata oleh pasangan yang sudah beda dari berbagai sisi.
...***...
Aster merasa dongkol saat Steven menjelaskan padanya, dia di hukum juga agar lebih semangat dan tidak berkecil hati karena gagal. Tapi di pikir-pikir ada benarnya, Aster merasa hukuman tinggal di Bumi seperti hadiah untuknya. Jadi karena kejadian itu juga Aster hanya di beri tugas sama seperti pemula pada umumnya.
Dia melangkah dengan riang dan ingin berpamitan kepada Dewi Aphrodite sebelum pergi. Saat Aster disini mereka juga jarang sekali berbicara tidak seperti dulu, bisa di bilang sebelum Aster ke Bumi mereka sangat dekat. Tapi entah kenapa Aster merasa Aphrodite menjauhi nya.
Saat ingin mengetuk pintu kamar Aphrodite ucap seorang lelaki yang menyebut namanya menghentikan Aster.
"Asterhea itu salah satu ciptaan yang di garis turunkan menjadi keturunan kita. Sama seperti keturunan lain, kau juga selalu menganggap dia seperti anak sendiri lalu kenapa kau bertingkah seperti memusuhi nya sekarang?" tanya Zeus ayah dari Aphrodite.
"Saat kecil dia sangat manis, sampai dia beranjak dewasa aku tidak tau sedang memelihara tanaman berduri yang akan menusuk ku di kemudian hari. Ayah liat dia tumbuh sangat cantik, bahkan meski aura Dewi nya dihilangkan manusia tetap merasa dia adalah seorang Dewi. Cepat atau lambat dia akan mengambil posisi ku, sebelumnya aku yang paling cantik dan di kagumi. Tapi semenjak dia dewasa semua perhatian hanya terpaku padanya," ucap Aphrodite benci.
"Berhentilah kekanakan-kanakan Aphrodite," ucap Zeus.
"Aku tidak ke kanak-kanak Ayah lupa tanda lahir yang dia miliki, keturunan paling sempurna. Bahkan dari Dewa Dewi lain tidak memiliki keturunan seperti itu, aku pikir jika baik padanya dia juga akan baik. Tapi entah kenapa rasanya semua yang aku miliki akan di renggut paksa olehnya. Hanya aku yang boleh di kagumi dan dia tidak boleh," ucap Aphrodite keras kepala.
"Tidak ada yang tau untuk apa dia di lahirkan, dia juga selalu menurut. Dia adalah gadis sopan yang sepertinya tau berterima kasih. Dia tidak akan melakukan itu pada mu, Dewi kecantikan akan tetap kau. Dan Aster hanya akan tetap menjadi Aster yang kita kenal," ucap Zeus.
"Bahkan meski tidak ada disini Aster juga sudah merenggut kepedulian ayah. Dulu yang ayah pikirkan hanya kebahagiaan ku, tapi sekarang ayah hanya membela anak itu, bahkan dia bukan cucu mu," ucap Aphrodite marah lalu pergi meninggalkan Zeus sendirian.
Aster yang mengetahui segera bersembunyi menjauh dan pergi dimana ruangan portal berada.
Dia kecewa orang yang dia anggap ibu malah menjadikan nya musuh, kenapa seorang Dewi memiliki sifat iri yang di miliki Iblis? Sangat tidak masuk akal.
Aster melihat portal sudah terbuka untuknya, dia tersenyum sejenak. Setidaknya di Bumi ada kebahagiaan yang bisa di jemput. Tidak seperti di Istana megah ini. Aster baru merasakan Istana ini seperti penjara, tidak ada kehangatan, cinta maupun kasih sayang.
...***...
Note : Di kisah Aslinya Cupid sama Psyche itu bahagia kok, mereka bisa menyatukan semua perbedaan yang ada ini cuma kebutuhan cerita aja. Dan ini juga mitologi bukan sejarah resmi jadi tidak ada unsur mengubah sejarah ya.