The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Tetap Kamu



2 Minggu sudah berlalu, dia menjalani tugas-tugasnya di Olympus. Itu artinya juga sudah 1 Minggu Aster meninggal kan Eros. Dia selalu berdoa agar Eros baik-baik saja dan jangan terlalu menunggu nya.


Aster tersenyum karena besok dia akan kembali ke bumi. Dia sangat merindukan Eros. Rasanya tempat yang selama ini menjadi saksi tumbuh kembang Aster sampai sebesar ini bukan lagi rumah yang hangat. Di tambah sikap Dewi Aphrodite yang sekarang terang-terangan memusuhi nya.


Dia sedih atas perlakuan Dewi Aphrodite yang mengabaikan dirinya, tapi dia juga senang bisa menggunakan alasan itu untuk tidak pulang kesini lagi dalam waktu yang lama.


Aster menarik selimutnya dan segera tidur, dia ingin pagi cepat datang agar dia bisa pergi dari Istana megah ini. Iya megah tapi tidak ada kebahagiaan yang bisa Aster dapatkan saat bersama Eros.


Sedangkan di sisi lain Eros masih dengan sabar menunggu Aster kembali, setiap pagi dia akan pergi ke tempat dimana mobil Aster di parkir. Lalu jika sudah sore dia akan kembali ke rumah nya. Eros yakin sekali bahwa Aster akan kembali di waktu dia pergi yaitu pagi hari atau menjelang siang.


Eros melakukan aktivitas itu setiap hari, dia juga bersyukur sidang skripsi nya sudah selesai hanya tinggal menunggu kelulusan. Jika tidak mungkin Eros bisa gagal karena dirinya yang tidak bisa fokus dan sibuk memikirkan Aster.


Eros menarik selimutnya lalu bergegas tidur, di setiap tidurnya dia juga selalu berdoa agar hari esoknya Aster akan kembali. Jika Aster kembali Eros akan memarahinya karena berbohong banyak hal, tapi dia akan berusaha memahami. Rahasia Aster pasti bukan hal yang mudah di terima oleh logika dan realita. Apa pun itu Eros akan menerimanya.


...***...


Pagi-pagi buta Eros kembali ke hutan di tempat Aster memarkirkan mobilnya. Dia membawa mobil Aster bersamanya setelah mendapatkan kunci baru untuk mobil itu. Eros menunggu dengan sabar, sambil membaca atau bermain ponsel. Matahari mulai terlihat sedikit. Sudah pukul 6 pagi.


Tak lama Eros melihat portal yang awalnya dia lihat di layar laptop nya benar-benar dia saksikan di depan matanya secara langsung. Muncul seorang gadis cantik yang sangat bercahaya dari portal aneh. Portal itu muncul di antar pepohonan yang berdekatan.



Eros merasa seperti masuk ke dalam dunia fantasi, dia sangat kagum dengan apa yang di lihat nya. Dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Tak lama wajah gadis itu mulai terlihat jelas, wajah yang dia rindukan.


Eros seketika lupa dengan portal aneh yang baru beberapa detik sudah hilang itu. Dia meras emosional gadis yang di tunggu nya akhirnya muncul. Eros ingin berlari menghampiri gadis itu, tapi dia menahannya dan memilih menunggu di mobil.


Aster tersenyum senang lalu segera menghampiri mobilnya, dia terkejut saat mendapati Eros sudah duduk di dalam mobilnya. Eros menariknya lembut dan memegangi kepalanya agar tidak terbentur pintu badan mobil.


Eros membuat Aster duduk di pangkuan nya, lalu memeluk Aster erat. Aster merasa sedih dia membalas pelukan Eros.


Setelah cukup lama dalam keheningan akhirnya Eros membuka suara, "Katakan lah dengan jujur, apa pun itu kenyataan nya. Meski sulit di terima oleh logika aku akan mempercayai nya. Jangan berusaha berbohong aku sudah melihat secara langsung portal aneh yang membawa mu pergi," ucap Eros.


Aster yang sudah tidak bisa berkutik menjelaskan siapa dirinya, asal mulanya sampai dia di utus untuk ke bumi.


Aster melihat Eros yang terkejut tidak percaya, lalu tiba-tiba sakit kepala yang sering di deritanya muncul kembali. Aster terkejut karena Eros meringis ke sakitan, Eros memang bercerita soal sakit kepala nya. Tapi baru kali ini Aster melihat langsung.


"Eros kamu baik-baik saja?" tanya Aster khawatir dengan keadaan Eros. Apa ini karena nya?


Tak beberapa lama Eros terlihat bisa mengatasi sakit kepalanya, padahal penyakit itu sudah tidak pernah kambuh saat Aster di dekatnya tapi kali ini kambuh lagi? Eros tidak mengerti, dia juga sudah sering melakukan pemeriksaan tapi hasilnya selalu sehat. Sudah di beri obat sakit kepala juga tidak pernah hilang.


"Jangan bergerak, aku baik-baik saja," ucap Eros saat Aster tidak bisa berhenti bergerak, dia ingin menolong Eros tetapi tidak tau harus apa.


"Eros apa penyakit mu kambuh gara-gara aku?" tanya Aster merasa bersalah.


Aster membalas ciuman Eros seolah tidak ada hari esok. Aster merayu Eros dengan sentuhan nya, dan seperti biasa Eros tidak bisa menolak.


Sekali lagi mereka yang di mabuk cinta melakukan penyatuan itu dengan hasrat yang menggebu-gebu. Mereka berhenti saat sudah sampai pada puncaknya.


"Aster berhenti," ucap Eros saat Aster tidak berhenti menyentuh nya dengan sensual. Aster tersenyum licik dan semakin menggoda Eros.


"Aster..." ucap Eros dengan suara beratnya.


"Aku hanya bawa satu di kantong ku, aku tidak ingin kamu minum pil itu lagi. Jadi tolong mengerti ya? Aku tidak akan menahan diri jika membawa pengaman lain. Kepala ku sakit saat harus menahan hasrat ku jadi tolong jangan terus merayu ku okey?" ucap Eros. Aster ingat Eros pernah berjanji akan selalu membawa satu pengaman di kantongnya dan ternyata hal itu tetap dia lakukan.


Aster tersenyum nakal lalu membuka laci mobilnya, ada beberapa bungkus pengaman. Hal itu membuat Eros kaget.


"Aku juga melakukan seperti kamu, menyetok nya di mobil." ucap Aster lalu mencium tubuh Eros dengan sensual.


"Gadis nakal, aku akan membuat mu memohon untuk berhenti," ucap Eros. Dia langsung membalas perlakuan Aster membuat kendali permainan ada pada dirinya. Eros menepati omongan membuat Aster tidak berdaya dengan permainan nya, lembut tapi tepat sasaran.


"I love you," ucap Eros lalu memeluk Aster. Gadis itu sudah kelelahan dan hanya membalas dengan anggukan.


...***...


Aster terbangun, dia melihat sudah berada di kamarnya. Dan Matahari juga sudah muncul. Juga berpakaian utuh. Dia berpikir apa kejadian itu nyata? Aster bersyukur karena jika hanya mimpi maka Eros tidak perlu tau tentang jati dirinya. Tapi juga menyangkan, karena kemarin adalah permainan yang hebat. Mereka berdua di dalam mobil, astaga Aster malu membayangkan nya. Kenapa dirinya jadi seliar itu ya? Aster harus mencari jawabannya.


Tak lama pintu kamar di buka, Eros masuk hanya menggunakan celana pendek, menampilkan bada atletis yang selalu membuat Aster ingin menyentuh otot-otot sempurna itu.


"Pagi sayang, kamu sudah bangun? Apakah kamu begitu lelah sampai baru bangun di pagi harinya?" ucap Eros.


Aster terkejut, ternyata kejadian kemarin itu nyata, "Jadi kemarin itu nyata? Kamu juga sudah tau aku siapa?" tanya Aster.


Eros memeluk Aster, "Aku sudah bilang tidak usah takut. Aku tidak peduli siapa kamu sebenarnya. Asal itu tetap kamu tidak masalah untuk ku, jangan terlalu memikirkan nya okey? Rahasia mu aman bersama ku," ucap Eros lalu mencium kening Aster.


"Ayo kita sarapan aku sudah memasakan makanan yang enak untuk mu. Aku akan menggendong mu," ucap Eros sudah bersiap-siap untuk menggendong Aster.


"Eros ini sudah yang ke sekian kalinya. Aku baik-baik saja, kemarin juga terasa sangat nikmat aku tidak merasakan sakit sama sekali," ucap Aster jujur.


Eros yang mendengar itu entah kenapa merasa malu, "Benarkah? Apa sangat nikmat?" ucap Eros.


Aster menutup mulutnya, dia juga merasa malu. Ah kenapa dengan mereka, saat melakukan nya tidak ada kecanggungan. Tapi saat membahasnya mereka malu-malu kucing.


...***...