
Aphrodite terlihat tidur dengan gelisah, dia terlihat seperti bermimpi buruk. Dewi cinta yang melambangkan kecantikan itu mulai berkeringat dalam tidurnya.
Di dalam mimpinya dia bertemu dengan sosok yang dia rindukan, anaknya yang lama telah pergi. "Amor?" ucapnya bahagia.
"Sangat lama, kau tidak pernah muncul dalam mimpi ibu mu ini. Akhirnya setelah puluhan ribu tahun kau muncul dalam mimpi ibu mu. Apa pada akhirnya kau memaafkan ibu mu ini nak?" tanya Aphrodite bahagia.
Terlepas dari sifat buruk Dewi Aphrodite, dia sebenarnya memiliki sosok lemah dan penakut. Serta sangat menyayangi anak-anaknya. Saat Amor atau Cupid meninggal dia merasakan sedih yang sangat dalam.
"Aku berpikir setelah kematian ku, ibu tidak akan menghalangi cinta orang lain. Tapi Ibu juga menghancurkan cinta anak mu lagi. Tidakkah ibu sadar bahwa kemiripan wajah ku dengan Eros? Dia adalah reinkarnasi ku. Tapi ibu juga tidak tahan melihat anak mu bahagia dalam wujud yang lain," ucap Amor marah dan penuh kekecewaan.
Aphrodite sadar atas kemiripan itu, namun dia tidak berpikir anaknya akan di lahirkan kembali dalam wujud manusia biasa. Justru dia berpikir Aster adalah reinkarnasi Amor namun dalam wujud perempuan. Tapi semakin lama dia berpikir bahwa Aster adalah kutukan di hidup nya.
Dia takut jika Aster akan menghancurkan dirinya suatu saat. Maka dari itu dia ingin mencegah nya dengan membunuh Aster. Dia tidak menyangka bahwa orang yang dia sakiti adalah anaknya dan kekasihnya.
"Sekali lagi, kau membuat ku hancur. Aku harap tidak akan pernah terlahir menjadi anak mu kembali," ucap Amor lalu menghilang. Sama di detik itu juga Aphrodite membuka matanya. Dia terbangun dari mimpi itu.
Dalam keheningan malam, dia mulai menangis, "Bahkan dengan sifat buruk ku. Sekali lagi aku menyakiti hati anak ku. Dan juga mencelakai Aster yang ku besarkan seperti anak kandung ku. Kenapa kau sangat bodoh Aphrodite?" ucapnya mulai sadar dan menyesali perbuatannya.
...***...
Dia meminta ayahnya untuk membuat Eros dan Aster dapat bersatu. Namun ayahnya berkata urusan hidup dan mati bukan di tangannya.
"Jalanin saja hidup mu dengan penyesalan. Dan aku yakin mereka akan bahagia suatu hari nanti," itu adalah ucapan yang Dewa Zeus kata kan padanya.
"Amor benar, lebih baik dia tidak pernah menjadi anak ku. Begitu pula dengan Aster, lebih baik dia tidak di besarkan oleh ku. Jika pada akhirnya aku yang akan menyakiti dan menghancurkan mereka pada akhirnya."
...***...
Dewi Aphrodite turun ke bumi dalam wujud manusia, dia menyamar sebagai wanita paruh baya. Dia ingin melihat kondisi Eros, di tersenyum tipis. Setidak meski berat Eros tetap berusaha menjalani hidupnya dengan baik.
"Maafkan ibu mu ini ya nak, dan terimakasih karena pernah menjadi anak ku. Aku sangat beruntung pernah melahirkan mu. Maafkan aku, karena ke egoisan ku kau harus menjalani kehidupan ini dengan rasa rindu dan kesepian. Berbahagialah untuk kehidupan mu yang akan datang, aku tidak akan mengusik mu kembali. Aku akan menjalani hidup ku yang panjang dengan rasa sesak dan penyesalan karena menghancurkan kehidupan darah daging ku sendiri," ucap Aphrodite dan mulai berkaca-kaca. Lalu menghilang di balik kerumunan orang.
Eros melihat ke sekeliling, dia merasa seperti di awasi. Lalu mengangkat bahunya tidak peduli. Meski berat perlahan dia mulai menjalani hidupnya tanpa Aster. Meski tidak bahagia namun setidaknya dia pernah bahagia.