The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Berlibur



Hari ini kedua pasangan suami istri itu tengah bersiap menuju bandara. Mereka akan menghabiskan waktu bulan madunya di kota Paris, Prancis. Selain karena keindahan tempat wisatanya, Paris juga dijuluki sebagai Kota Cinta atau City of Love. Sejak dulu hingga sekarang, banyak orang yang menyatakan cinta pada pasangannya atau bahkan melamar pasangannya di Kota Paris.


Karena itu Eros ingin mengajak Aster pergi ke tempat itu. Eros ingin agar Aster memiliki kenangan indah saat masa bulan madu mereka. Aster terlihat sangat bersemangat untuk berlibur. Dia tidak berhenti mengoceh sepanjang perjalanan. Hal itu membuat Eros merasa gemas padanya.


"Aku sudah banyak melihat artikel tentang Paris, nanti kita harus mengambil foto yang banyak oke? Lalu pergi makan malam romantis sambil melihat menara Eiffel. Dan berkunjung ke tempat bagus lainnya ya?" ucap Aster semangat.


Eros mengangguk patuh, lalu menarik Aster ke dalam pelukan nya, "Tentu saja aku bekerja keras memang untuk membahagiakan mu. Dan kita bisa berlibur kemana pun yang kamu mau," ucap Eros lalu mencium kening Aster.


Aster memandang wajah Aster dengan tatapan tidak percaya, "Benarkah? Kita bisa berlibur ke mana pun? Tapi aku tidak ingin sekaligus kita harus bekerja agar bisa sering berlibur," ucap Aster.


"Kenapa khawatir soal uang? Bahkan jika aku tidak bekerja sekarang aku bisa menjamin bahwa uang ini masih akan tersisa sampai kita nanti memiliki cucu," ucap Eros.


"Ah tidak-tidak. Kita tetap harus bekerja keras mumpung kita masih sehat dan bugar. Nanti jika sudah tua tidak akan ada penyesalan yang tersisa karena terlalu banyak membuang waktu di masa muda," balas Aster.


"Baiklah sayang ku, aku akan bekerja keras setelah berlibur dan menghabiskan seluruh waktu ku untuk istri ku di hari libur bagaimana?" tawar Eros.


Aster mengangguk setuju, "Jika begitu baru aku setuju. Aku juga akan bekerja keras juga," ucap Aster.


"Sayang bagaimana jika aku membukakan toko kue atau restoran untuk mu? Kamu tidak perlu bekerja terlalu keras," ucap Eros. Sebenarnya dia juga merasa khawatir karena Aster bekerja sebagai model, dan dia sudah mulai banyak mendapat tawaran pekerjaan.


Bagaimana pun dia takut pekerjaan ini akan membuat pria hidung belang melihat tubuh istirnya. Eros bukan bermaksud posesif tapi dia hanya takut.


Eros mengangguk, "Tentu saja istri ku yang terhebat," dia senang dengan semangat Aster dan juga bahagia Aster tidak akan menjadi model lagi.


......***......


Aster membuka matanya saat seseorang seperti berusaha untuk menggendong nya. Dia terkejut melihat Eros yang tengah bersiap untuk menggendong nya.


"Ah maaf, kamu terbangun gara-gara aku ya? Padahal aku tidak ingin membangunkan mu," ucap Eros merasa bersalah.


Aster segera bangkit dari duduknya, "Kita sudah sampai? Wah akhirnya," ucap Aster.


Aster dengan semangat segera menggandeng tangan Eros dan mengajaknya keluar dari pesawat, Eros tersenyum melihat Aster terlihat begitu bersemangat.


"Pelan-pelan sayang nanti kamu jatuh," ucap Eros saat Aster berlari untuk segera mengambil koper mereka.


"Ayo cepat Eros, aku ingin segera melihat kota ini," ucap Aster semangat.


Mau tidak mau Eros mempercepat langkah nya dan mengambil koper mereka. Lalu segera meninggalkan area bandara.