The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Stock!?



Eros mengajak Aster kerumah sakit. Kali ini dia tidak menggendong Aster tapi memilih mendorong nya di kursi roda. Bukan karena Aster berat, tapi Eros tau Aster merasa malu karena banyak yang memperhatikan mereka. Seperti di Apartemen tadi.


"Eros kenapa ke rumah sakit? Aku baik-baik saja sungguh," tanya Aster binggung.


"Ada hal penting Aster," ucap Eros.


"Hal penting apa?" tanya Aster tidak mengerti.


Eros mendekatkan wajahnya ke telinga Aster, "Aku tidak memakai pengaman," bisik Eros. Membuat Aster menjadi malu.


Setelah menunggu beberapa saat mereka di panggil untuk masuk ke ruangan dokter kandungan. Eros mengatakan bahwa dia ingin konsultasi soal kontrasepsi darurat.


Ibu dokter itu mengangguk paham, lalu mengecek kondisi Aster dan Eros juga meminta untuk memeriksa area pribadi Aster karena dia mengeluh nyeri.


Setelah di periksa Ibu Dokter itu memberikan pil yang harus segera di minum, dan Aster minum saat itu juga. Dan kondisi Aster baik-baik saja memang itu efek pertama kali berhubungan. Ibu dokter juga menjelaskan pil ini ada efek sampingnya, seperti merasa mual dan lemas jadi Eros harus menjaga Aster baik-baik. Dia juga meresepkan obat pereda nyeri dan vitamin agar Aster segera pulih.


Ibu dokter juga memuji Eros yang mengerti soal kontrasepsi, dan Eros segera mengajak Aster untuk pencegahan kehamilan sesegera mungkin setelah berhubungan karena tau bahwa obatnya hanya akan berfungsi jika di lakukan sesegera mungkin.


Aster yang tidak mengerti hanya menurut saja apa yang Eros lakukan. Lalu mereka berpamitan, Aster ingin jalan dan mengatakan dia baik-baik saja. Tapi Eros kekeh jika hari ini dia harus Istirahat total dan Aster juga tidak bisa melawan kemauan Eros.


Eros membawa Aster untuk sarapan tapi karena Aster masih sakit dia membawa makanan itu untuk di makan di mobil. Eros kembali melanjutkan perjalanan sekarang dia membawa Aster ke Supermarket. Aster memaksa iku tapi Eros menolak dia berjanji tidak akan terlalu lama.


Aster menunggu sekitar 30 menit, itu waktu yang cukup lama. Aster merasa kesal karena Eros berbohong. Tak lama Eros datang sambil menenteng banyak belanjaan. Eros juga membelikan Aster es krim kesukaan nya agar Aster tidak marah karena menunggu.


"Banyak sekali belanja mu," ucap Aster.


Ada sayur, buah, daging, beberapa snack sehat dan ada satu paper bag kecil yang membuat Aster penasaran. Dia meraih benda itu dan terkejut melihat isinya.


"Banyak sekali untuk apa?" tanya Aster saat Eros membeli banyak alat pengaman pria.


"Untuk Stock," ucap Eros lalu mengambil beberapa dan menaruhnya di laci mobil.


"Sisanya akan aku taruh di rumah mu dan di rumah ku, aku tidak tau kapan kita akan melakukan nya. Kalau aku yang ingin aku masih bisa berusaha menahan nya, tapi kalau kamu menyerah ku seperti kemarin bagaimana aku bisa menahan? Aku hanya tidak ingin kamu minum pil itu. Makanya aku mengantisipasi hal yang mungkin terjadi." ucap Eros.


Aster mengangguk, dia melihat Eros yang khawatir karena Aster yang terlihat lemas dan pucat. Meski dirinya malu, membayangkan apa mungkin melakukan nya di mobil? Karena Eros juga meletakkan nya di mobil.


"Kamu kenapa tersenyum?" ucap Eros saat melihat Aster yang senyum-senyum sendiri.


"Tidak ada," ucap Aster lalu menetralkan wajahnya.


Eros tersenyum menjalankan mobilnya. Kembali ke apartemen Aster.


...***...


Mereka sudah sampai di apartemen Aster Saat ingin menggendong Aster, dia menolak lalu meyakinkan Eros bahwa dia bisa berjalan sendiri. Meski masih sedikit ngilu tapi sudah lebih baik setelah minum obat anti nyeri dari Ibu Dokter. Eros nampak lega melihat Aster sudah bisa berjalan sendiri meski agak tertatih.


Eros mengambil barang belanjaan lalu meminta Aster agar memegang lengannya sebagai tumpuan. Karena tangan Eros penuh dengan belanja.


Dia lalu menata barang belanjaannya di kulkas milik Aster. Lalu memotong kan buat dan menyeduh teh herbal untuk Aster.


"Kenapa kamu menaruh semua belanjaan mu di kulkas?" tanya Aster saat Eros sudah duduk di sebelahnya.


"Isi kulkas mu terlalu banyak makanan instan, sesekali kamu harus makan makanan yang sehat yang di masak langsung bukan tinggal di panaskan. Makanya aku membelikan mu bahan makanan," ucap Eros dia heran melihat kulkas Aster hanya berisi makanan cepat saji.


Aster tersenyum menampilkan gigi putihnya, "Aku tidak tau cara memasak, aku tidak pernah di ajarkan makanya aku membeli banyak makanan instan," ucap Aster.


"Tidak apa, aku bisa memasakkan untuk mu. Dan jika kamu mau aku bisa mengajari mu memasak," ucap Eros.


"Aku mau belajar memasak, terlihat seru saat koki melakukan atraksi masak di atas api. Apa Eros bisa seperti itu?" tanya Aster.


"Emm... Sayangnya tidak aku hanya bisa masak tanpa atraksi. Tapi aku bisa memasakkan mu makanan yang enak. Kamu ingat pasta yang aku sajikan di apartemen ku tempo hari? Itu aku yang memasakkan," ucap Eros bangga.


Aster tersenyum dan antusias dengan cerita Eros, "Benarkah? Itu sangat enak aku ingin makan pasta itu lagi," ucap Aster seperti anak kecil yang meminta permen.


Eros terkekeh melihat tingkah Aster, "Baik saat makan siang aku akan membuat kan untuk mu. Bahkan yang lebih enak bagaimana?" tanya Eros.


"Setuju!" ucap Aster semangat. Eros yang melihat betapa menggemaskan nya Aster lalu memeluknya dan mencium kepalanya.


"Kamu sangat manis dan cantik. Aku mencintaimu Aster," ucap Eros.


"Aku juga," ucap Aster lalu ikut memeluk Eros. Eros tersenyum bahagia mendengar Aster yang juga mencintai nya. Dia akan menjaga gadis ini dengan sangat baik.


...***...


Siang hari tiba, seperti janjinya Eros memasakkan Aster pasta. Di tambah potongan seafood udang, kerang dan cumi. Eros juga sudah memastikan Aster tidak alergi dengan makanan lalu. Dia memasak dan mengiris bumbu dengan cepat. Lalu memasak di atas teflon membolak balik bumbu dan seafood yang di tumis sampai mengeluarkan api membuat Aster berdecak kagum.


Tak lama pasta itu siap, dengan tambah seafood membuat pasta itu lebih wangi dari pada yang pernah di masakan Eros. Aster mencicipi sedikit lalu langsung gembira karena rasanya sangat enak.


"Wah ini benar-benar Lezat Eros," ucap Aster senang.


"Bagus lah jika kamu suka," ucap Eros sambil tersenyum melihat Aster yang makan dengan lahap.


"Eros juga sangat pandai membuat atraksi, kamu bohong tadi katanya tidak bisa. Tapi aku bangga pacar ku keren sekali," ucap Aster lalu memberikan dia jempolnya.


Eros tersenyum, dia merasa sangat senang Aster memujinya, "Aku hanya bisa sedikit belum Sejago para chef yang kamu lihat," ucap Eros.


"Tetap saja, kamu yang terbaik," ucap Aster tidak terima.


Eros terkekeh, "Baiklah terimakasih ya," ucap Eros.


Mereka makan dengan sesekali bercanda, lalu menghabiskan waktu yang mereka miliki berdua.