
Eros melirik ke arah jam di kamar itu, sudah pukul 11 siang, mereka baru saja menyudahi pergulatan panas di atas ranjang karena Aster mengeluh merasa lapar. Tak lama kemudian pintu hotel itu di ketuk, Eros segera menyuruh Aster untuk bersembunyi di bawah selimut. Dia tidak ingin tubuh istrinya di saksikan orang lain. Eros bergegas melilitkan handuk untuk menutupi daerah intimnya dan segera membuka pintu.
Seorang pramuniaga hotel muncul di hadapannya dengan senyuman, dia membawa makanan yang sudah Eros pesan menggunakan troli makanan. Eros mencegahnya saat ingin masuk untuk menata makanan nya dan mengambil makanan itu sendiri lalu memberikan tip dan menyuruh pramuniaga itu pergi.
Eros menarik pelan selimut Aster, menyuruh nya duduk dan meletakkan makanan di pangkuan nya. Aster tersenyum dan segera mulai makan. Dia makan dengan lahap di susul dengan Eros yang ikut makan. Eros menghabiskan makanan nya terlebih dahulu. Dia lalu memandang Aster yang terlihat sangat menikmati makanan nya.
Sesekali selimut yang menutupi dada Aster turun dan itu membuat Eros harus membenarkan nya. Sebenarnya itu adalah pemandangan yang dia suka tapi jika begitu mungkin Eros akan menyerang Aster sebelum makannya selesai.
"Ah kenapa aku jadi mesum begini?" gumam Eros pelan.
"Sayang aku ingin mandi lalu setelah ini kita akan jalan-jalam okey?" ucap Eros lalu bangkit dari duduknya. Namun di tahan oleh Aster.
"Tunggu, aku ingin mandi bersama," ucap Aster lalu segera menaruh piring kotor itu di nakas.
"Apa? Tidak, aku tidak akan bisa menahan nya jika kita mandi bersama. Maaf karena aku terdengar mesum tapi aku benar-benar tidak bisa menahan nya," ucap Eros, dia takut jika Aster merasa risih. Banyak wanita yang menganggap bahwa hubungan intim itu hanyalah pemuas napsu, tidak ada cinta. Padahal tidak seperti itu.
"Kata siapa kamu harus menahan nya? Lakukan lah, kita sudah menikah itu wajar sebagai pasangan yang baru menikah sayang," ucap Aster lalu mendekati Eros dan mengalungkan tangannya di leher Eros.
...***...
Bulan purnama dan desiran ombak pantai menjadi pemandangan yang indah untuk kedua pasangan itu. Eros dan Aster tengah mengabiskan waktu mereka berjalan di tepi pantai setelah hampir seharian menuruti napsu mereka. Keduanya bercanda dan tertawa bersama. Lalu duduk di pinggir pantai sambil menikmati suasana. Aster duduk di depan Eros dan Eros memeluknya dari belakang.
"Kamu tau? Hal seperti ini selalu aku dambakan beberapa tahun terakhir. Aku berharap agar penantian ini usai dan kita akan bahagia bersama selamanya," ucap Eros.
"Aku juga membayangkan untuk bisa bersama mu. Aku harap badai sudah berlalu dan menyisakan bahagia untuk kita," ucapnya.
"Istri ku, cinta ku, semesta ku. Aku akan selalu mencintaimu mu sampai kapan pun. Dan aku akan terus berdoa agar kebahagiaan ini bertahan dalam waktu yang sangat lama," ucap Eros lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher Aster.
Aster tersenyum dan sedikit menghindar, "Eros aku geli," ucap Aster. Namun Eros semakin menempelkan wajahnya di leher Aster dan membuat nya kegelian sampai berbaring di atas pasir.
Eros menatap Aster yang ada di bawahnya, dia mengecup dahi Aster dengan sangat lama, "Aku mencintai mu, Istri ku," ucap Eros.
"Aku juga mencintaimu," ucap Aster.