The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Perhatian



Aster menemani Eros sampai dia sampai Apartemen nya. Setelah sampai Eros juga enggan untuk melepaskan tangan Aster. Padahal Aster berjanji akan menginap dan tidak kemana-mana.


Aster sekarang masih berada di dekapan Eros, pira itu engga melepaskan nya.Aster menatap wajah Eros yang terpejam dan kepalanya bersandar di sandaran kasur. Dia tidak tidur hanya sedang memejamkan mata.


"Eros apa kamu sangat menyukai ku?" tanya Aster. Membuat Eros membuka matanya. Dan menatap mata cantik milik Aster. Tidak mata Eros lebih cantik berwarna hijau terang, Aster terpanah dengan mata itu.


"Sangat, sampai rasanya mau mati," ucap Eros lalu kembali memeluk Aster lebih kuat.


"Eros aku tidak bisa bernapas," protes nya.


Eros tersenyum lalu tertawa kecil sambil melonggarkan pelukannya. "Aku mohon jika ingin pergi jangan terlalu lama, atau jika lama tolong kabarin aku ya?" lanjutnya.


Aster mengangguk paham, tak lama bunyi bel rumah Eros berbunyi. Membuat Eros mau tak mau melepaskan pelukannya nya, Eros menatap punggung gadis itu pergi dan hilang di balik pintu kamarnya. Tak lama pintu itu kembali terbuka Eros tersenyum, Aster menenteng 2 bungkus makanan untuk makan malam mereka.


"Aku minta maaf ya, kamu jadi harus mengurus ku yang sakit ini," ucap Eros tiba-tiba.


"Ngomong apa sih, tidak repot kok," ucap Aster lalu duduk kembali di dekat Eros dia membuka makanan yang satu sangat mengunggah selera dan yang satunya membuat Eros tidak berselera.


"Kenapa menatap makanan ini dengan jijik? Ini milik mu," sambil menyodorkan bubur tanpa rasa itu ke pada Eros.


"Dan ini milik ku," ucap Aster sambil memangku pasta yang dia pesan.


"Aku ingin pasta, aku tidak suka bubur," ucap Eros sambil sedikit merengek.


"Tidak boleh kaya dokter kamu harus makan yang lunak," ucap Aster.


"Tapi pasta lunak,"


Aster tampak berpikir, "Tidak ini pasta setengah matang," ucap Aster berusaha agar Eros tidak merengek lagi.


"Mana ada yang seperti itu," protes Eros.


"Ya sudah tapi apa kamu tega aku makan bubur itu?" ucap Aster. Eros ingat Aster pernah makan bubur favoritnya lalu dia muntah-muntah. Bukan Eros yang tidak suka tapi bubur yang di belikan Aster hanya bubur putih dengan sedikit garam padahal tolong lain yang membuat bubur itu enak.


"Tidak aku akan makan ini," ucap Eros lesu lalu mulai memakan bubur hambar itu dengan enggan.


"Kamu boleh memakan pasta ku, tapi hanya satu suap oke?" ucap Aster.


Eros mengangguk semangat, "Setuju!"


Meski engga tapi Eros tetap menghabiskan bubur itu tanpa sisa lalu minum obat yang di beri Aster. Aster mengambil tempat bekas makan dan keluar kamar sebentar lalu membuang sampah itu di tong sampah dapur. Aster melihat sejenak, apartemen Eros cukup besar ada ruang tamu dapur 2 kamar meski rumah itu sedikit berantakan karena pemiliknya yang beberapa jam lalu hampi gila.


"Besok aku akan membersihkan rumahnya," ucap Aster lalu kembali ke kamar Eros.


...***...


Pagi hari tiba dengan matahari yang mulai masuk ke dalam kamar Eros, Aster yang merasa silau mulai membuka matanya sambil meraba kasur di sebelahnya. Merasa tidak ada keberadaan orang yang di cari dia langsung bangkit dari tidurnya. Melihat sekeliling dan tidak menemukan Eros, pergi ke kamar mandi sambil memanggil Eros tapi tidak ada suara ataupun jawaban. Tanpa pikir panjang Aster langsung keluar dari kamar itu. Namun dia malah menabrak dada bidang seseorang.


"Eros kenapa kamu hilang pagi-pagi?" tanya Aster khawatir. Dia menyentuh dahi Eros dan mengelilingi tubuhnya memastikan Eros baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja Aster aku sudah sembuh, aku dari pagi membersihkan rumah ku. Kamu tau sendiri bagaimana kondisi rumah ini saat pemiliknya hampir kehilangan gadis yang di cintai nya," ucap Eros blak-blakan. Eros menutup mulutnya yang berbicara tanpa berpikir.


"Kita baru dua bulan kenal tapi aku sudah mengungkapkan cinta? Dia pasti berpikir aku pira hidung belang yang mudah menyatakan cinta" ucapnya dalam hati.


Aster berusaha meredakan debaran hatinya yang berdebar sangat cepat. "Astaga jadi dia mencintai ku? Tapi apa itu cinta? Apa dia serius, apa dia tau apa itu cinta? Tapi bukannya terlalu cepat untuk mengungkapkan cinta?" tanya Aster.


Dia merasa sedih dengan pemikiran nya sendiri lalu bergegas mandi, saat sedang asyik berendam Eros mengetuk pintu kamar mandinya.


"Aster aku membelikan mu baju, maaf aku tidak tau ukuran mu semoga pas ya. Aku taruh di gagang pintu kamar mandi ya? Cepatlah kamu pasti lapar," ucap Eros lalu kembali hening. Aster menyudahi mandinya lalu segera mengambil baju yang di maksud Eros.


Aster melihat nya, ada dres putih dengan pita di depannya. Sangat cantik.



Tapi ada hal lain yang membuat Aster melongo, ada sepasang dalaman wanita dan celana pendek yang senada dengan dresnya.


"Ini memang satu paket atau dia yang berinisiatif?" bahkan Aster saja tidak memikirkan pakai dalaman apa, meski itu juga penting. Aster tersentuh saat Eros memperhatikan hal yang terlihat kecil seperti ini.


"Astaga! Jadi yang dia maksud pas itu bajunya atau ukuran bra ku?" ucap Aster malu.


...***...


Aster keluar dari kamar Eros, dia melihat Eros sudah menunggu nya di meja makan. Eros menatap Aster, "Bahkan dia sangat cantik tanpa polesan make up apa pun," gumamnya.


Aster menghampiri Eros, dan duduk berhadapan Eros menyajikan pasta yang sangat di sukai Aster. Aster melihat ada vas bunga Aster putih di meja makan itu, dia tersenyum.


"Kamu suka? Aku memilih Aster putih karena sama seperti nama mu? Kalian sama-sama cantik," ucap Eros.


Aster berpikir pukul berapa Eros menyiapkan ini semua? Apakah dia bangun dini hari? Bagaimana tidak rumah sudah bersih, sempat membelikan baju dan membeli bunga?


"Eros, pukul berapa kamu menyiapkan semua ini?" tanya Aster penasaran.


"Aku? Pukul 6 pagi kenapa memang?" ucap Eros sambil menyantap makanan nya.


Aster melihat sekeliling dan melihat jam dinding, sudah pukul 11 siang. Dia pikir masih sekitar jam 8 atau 9. Astaga dia bangun sesiang itu?


"Astaga aku bangun siang ya? Maaf ya aku bangun terlalu siang," ucap Aster merasa tidak enak.


"Hei jangan sungkan, kamu bahkan merawat ku seharian. Sekarang gantian aku yang mengurus mu dengan baik ya? Aku sudah sehat hari ini aku akan mengajak mu jalan-jalan apa kamu mau?" ucap Eros.


Aster langsung menghilangkan rasa tidak enaknya, dia mengangguk dengan semangat. Eros lalu menyuruh nya untuk makan dengan lahap dan Aster menuruti nya.


...***...


Mereka pergi jalan-jalan seperti yang Eros janjikan. Dia mengajak Aster ke tempat bermain. Disana ada role coaster, rumah hantu dan banyak permainan lainnya.


Eros pertama mengajak Aster melempar bola basket, Aster tertawa saat Eros mengajarkan hack agar mendapat banyak tiket. Mereka hampir saja ketahuan oleh security. Lalu mereka main alat tinju yang dapat paling dikit harus rela di cubit. Tentu saja Eros menang, tapi dia tidak tega mencubit Aster yang memandangnya melas. Padahal Aster yang membuat peraturan, Eros hanya mencubit lembut hidung Aster.


Mereka lanjut dengan main rumah hantu, hantu-hantu di sana secara bergantian membuat Eros maupun Aster takut. Mereka menikmati hari itu. Dan memainkan banyak wahana. Sampai sore menjelang Aster dan Eros menukarkan tiket dari beberapa game yang harus di bayar lagi untuk mendapatkan tiket. Mereka tidak terlalu rugi karena Eros belajar banyak trick untuk membodohi mesin agar mereka menang banyak.


Eros membiarkan Aster memilih dan dia memiliki 1 boneka raksasa dan beberapa printilan kecil yang tersisa. Eros tersenyum melihat Aster yang tenggelam di boneka besar itu lalu membawakan boneka nya.


Mereka keluar dari wahana itu sambil tangan Eros yang mengandeng tangan Aster. Aster meminta di belikan Es krim dan beberapa makanan kecil. Tangan mereka berdua penuh yang satu memeluk boneka dan yang satu memegang makanan. Dan yang lainnya bergandengan.