
Hari demi hari di jalanin, Aster dan Eros semakin dekat. Aster juga tau bahwa nama lengkap Eros adalah Eros Morpheus seperti gabungan nama dewa Yunani. Dia pria berumur 23 tahun, berzodiak Virgo serta pria yang humoris. Dia selalu membuat Aster tertawa dengan tingkah nya.
Setiap pulang dari kampus Eros akan menjemput nya dan mereka menghabiskan waktu bersama. Sudah hampir sebulan mereka dekat, meski Aster selalu bertanya apa tidak masalah jika terus begini? Tapi senyuman Eros selalu membuat nya berusaha yakin bahwa akan baik-baik saja.
Kali ini mereka tengah melihat sunset di balkon Apartemen Eros, "Eros jika aku bukan manusia apa kamu masih menyukai ku?" tanya Aster tiba-tiba.
"Bahkan awalnya aku mengira kamu hantu, tapi ternyata aku salah kamu adalah Dewi yang sedang di turunkan dari Surga," ucap Eros.
Aster terbatuk mendengar ucapan Eros, bagaimana dia tau? Pikirnya.
"Aku serius Eros," ucapnya.
Eros beranjak lalu memeluk Aster dari belakang, "Entah bagaimana wujud mu, seperti apa rupa mu. Asal di dalam tubuh itu adalah Aster yang aku kenal maka aku tidak akan pernah keberatan. Aku tidak akan pernah salah mengenali mu," ucap Eros.
Aster tersentuh, "Bagaimana jika kamu melupakan ku suatu hari nanti?" tanyanya.
"Maka kamu harus berusaha membuat ku ingat, aku akan menulis setiap pertemuan kita dan tidak akan pernah melupakan mu. Aku merasa bahwa meski kita akan berpisah berkali-kali pada akhir nya kita akan memiliki jalan untuk bertemu, aku yakin." ucap Eros.
"Kamu tau Aster sebelum bertemu dengan mu aku selalu merasakan sakit kepala yang teramat, setiap hari aku merasakan nya. Tapi keberadaan mu membuat ku tidak pernah merasakan itu lagi. Kamu seperti obat bagi ku, jika suatu hari nanti kamu pergi atau aku melupakan mu aku yakin aku akan menemukan mu pada akhirnya," lanjut Eros.
Aster menangis mendengar ucapan Eros, itu terdengar sangat Indah tapi menyakitkan seolah-olah Eros juga sadar resiko yang akan mereka hadapi.
"Hei kenapa kamu menangis? Apa perkataan ku melukai mu? Maafkan aku ya tolong berhenti menangis itu membuat hati ku sakit Aster. Aku minta maaf," ucap Eros lalu membawa Aster ke dalam pelukan nya.
"Berjanjilah bahwa kamu akan selalu menemukan ku dimana pun aku berada," ucap Aster.
"Pasti, aku akan selalu melakukan itu," ucap Eros.
Apakah ini nyata? Perasaan yang tumbuh begitu singkat, apakah ini masih efek dari serbuk cinta? Apa jika efeknya habis mereka akan saling lupa?
"Aku akan menusuk panah cinta ke pada mu jika kamu melupakan mu. Bukan dengan panah perak tapi panah emas ke dalam diri kita berdua dengan sangat dalam," ucap nya dalam hati.
Panah Emas berati mutlak, tidak bisa di pisahkan bahkan oleh Dewa Dewi. Sedangkan panah perak masih memiliki resiko untuk berpisah. Sedangkan serbuk cinta memberikan efek perlahan-lahan dan tidak ada yang tau kapan habisnya, namun bisa habis dan membuat perpisahan jika perasaan itu tidak di rawat dengan baik.
Eros menatap wajah Aster lalu menghapus air mata yang tersisa, lalu mengecup lembut bibir Aster, "Jangan menangis lagi ya?" ucap nya.
Aster mengangguk lalu tersenyum, "Besok aku akan pergi ke rumah bibi ku di desa. Aku akan pergi selama sehari," ucap Aster.
"Apa aku boleh menemani mu?" tanya Eros.
"Tidak perlu aku hanya pergi satu hari, kamu tidak perlu ikut," ucap Aster.
Eros terlihat sedih tapi dia mengerti, "Baiklah jaga diri mu baik-baik ya dan segera pulang oke?" ucap Eros.
"Tentu saya aku akan segera kembali," ucap Aster.
Tentu saja itu hanya alasan, besok dia akan cuti dan kembali ke Istana Olympus selama satu bulan yang berarti satu hari di planet ini. Rasanya enggan untuk pergi, padahal Aster selalu menunggu hari dimana dia akan pulang.
Aster mempercayai nya dan setuju, mereka tidur satu kasur sambil berpelukan. Hanya berpelukan dan tidak melakukan hal lain. Itu adalah malam yang indah untuk keduanya.
...***...
Ke esokan harinya Aster bangun pagi-pagi sekali. Dia melihat Eros yang terlelap terlihat sangat tampan. Karena tidak tega membangunkan Eros, Aster memilih meninggalkan note di atas nakas lalu pergi dari apartemen Eros.
Dia melihat sekarang sudah pukul 6 pagi dan tidak menemukan keberadaan Aster, Eros melihat Aster meninggal sepucuk catatan di atas meja.
Halo Eros, kamu sudah bangun? Aku sudah memesan kan mu makanan, mungkin nanti ada di depan pintu. Makanlah, maaf aku tidak berpamitan sebelum pergi. Dan mungkin selama sehari kamu tidak bisa menghubungi ku karena di desa sangat sulit sinyal. Kita akan bertemu lagi 🖤
- Asterhea
Eros tersenyum saat melihat tanda hati di akhir suratnya, tapi dia tersadar lalu langsung mencari ponsel miliknya dan mencoba menghubungi Aster. Namun Aster sudah tidak bisa di hubungi, Eros merasa sedih tapi dia akan menunggu. Toh juga besok Aster akan kembali.
Di sisi lain Aster yang sudah berada di Olympus merasa kesepian menerpa nya kembali. Di tambah lagi tidak ada yang menyambut nya seperti saat dia pergi, Aster melihat dirinya yang sudah berganti baju dengan pakaian yang dulu dia sering kenakan. Gaun putih yang cantik bak putri raja.
Aster keluar dari ruangan tempat portal di buka, lalu berjalan menuju kamarnya. Dia ingin menemui Dewei Aphrodite dan teman-temannya tapi entah kenapa rasanya lelah. Dia berjalan sambil memegang gaunnya yang menyapu lantai.
Aster menidurkan badannya di atas kasur. Kamar yang sangat berbeda dengan kamarnya di Bumi. Terdapat banyak ukiran dan pahatan di kamarnya. Entah kenapa hatinya merasa sangat sepi, Aster memilih untuk memejamkan matanya dan terlelap.
Saat sore menjelang Aster bangun dan pergi untuk menyapa Dewi Aphrodite di ruangan nya. Dewi Aphrodite mengizinkan masuk lalu memeluk Aster.
"Rasanya berbeda saat Eros memeluk ku," ucap Aster dalam hati.
"Kau sudah pulang? Ku dengar misi terakhir mu gagal ya? Maka karena itu kamu pulang terlambat. Bagaimana ke adaan di Bumi? Apa kamu betah tinggal disana?" tanya sang Dewi.
Aphrodite menanggapi dengan senyuman, "Maaf atas kegagalan ku, dan aku juga senang tinggal di Bumi itu tempat yang indah," ucap Aster dengan seulas senyum.
Aphrodite juga tersenyum, "Sebenarnya aku ingin berbicara banyak dengan mu tapi aku hari ini sedang banyak pekerjaan. Jadi kita bicara lain waktu ya," ucap Dewi Aphrodite.
Aster mengangguk paham, "Tidak masalah saya juga ingin menemui yang lainnya," ucap Aster lalu pamit.
Entah kenapa Atmosfer Istana ini terasa berbeda dari sebelumnya, seperti Istana mati. Banyak pengawal dan pelayanan yang berlalu lalang tapi wajahnya tanpa ekspresi hanya tersenyum saat berpapasan dengan Aster.
Aster berpikir akan pergi mengunjungi temannya Cora saja.
"Cora aku Aster," ucap Aster sambil mengetuk pintu kamar Cora.
Cora yang mendengar suara yang familiar di telinga nya pun langsung bergegas membuka pintu, "Aster!" pekik Cora senang lalu memeluk Aster.
Setelah berpelukan cukup lama Cora mengajak Aster untuk masuk ke kamarnya. Dia sahabat itu menceritakan banyak kejadian yang mereka lalui tapi Aster menskip kejadian tentang tragedi nya dengan Eros.
Mereka bercerita banyak hal dan itu membuat hati Aster tenang. Setidaknya masih ada Cora yang akan menyambut nya.