
Eros mengantar Aster sampai ke apartemen nya. Tapi Aster yang enggan berpisah akhirnya Eros memilih untuk menginap. Tapi entah perasaan Eros suasananya berbeda dari biasanya. Biasanya dia tidak gugup tapi kenapa sekarang gugup? Apa karena status resmi mereka? Ah Eros jadi malu memikirkan ciuman mereka, untung saja sudah malam tidak ada orang yang berlalu lalang.
Aster membukakan pintu lalu menyuruh Eros masuk. Aster lalu bergegas membuka gorden jendela ruang tamunya lebar-lebar. Aster melihat cahaya bulan masuk ke jendela kamarnya bahkan bulan terlihat jelas seperti matahari terbit. Eros memperhatikan Aster, dia kemudian menyalakan musik di ponselnya dan menyetel musik romantis.
Dia menarik Eros ke tengah ruangan lalu mengajak nya berdansa. Mereka berdansa dengan asal, mengikuti adegan yang pernah mereka lihat di tv maupun YouTube. Mereka tersenyum dan bahagia
Musik pun berhenti, Aster memeluk leher Eros dan Eros memeluk pinggang nya mesra. Aster tersenyum lalu mencium bibir Eros dan menggigit nya pelan sebagai umpan. Eros yang merasa Aster menggoda nya juga melakukan hal sama persis dengan Eros. Sampai akhirnya mereka hanyut dalam ciuman itu.
Aster melepas kaos Eros dan menyentuh tubuh sempurna itu sesuka hati membuat Eros merasa gelisah. Dia pikir hanya berciuman tapi Aster berani melakukan hal lebih padanya. Jika begini Eros tidak akan menahan diri. Mereka berdua sadar dan sedang tidak mabuk, Eros masih normal mana mungkin akan mengabaikan Aster yang sudah sangat berhasrat padanya.
Aster menurunkan celana Eros tapi nampak ragu untuk membuka semua nya. Eros tersenyum melihat Aster ragu lalu menggendong Aster ke kamarnya dan meletakkan nya dengan lembut.
"Kamu ingin berhenti atau lanjut? Jika berhenti sekarang aku masih bisa menahan nya, tapi jika nanti sudah terlambat," ucap Eros lalu mencium bibi Aster pelan.
Aster yang sudah terselimuti hasrat menggeleng cepat, "Aku tidak ingin berhenti," bisiknya. Eros tersenyum, dia tidak akan menahan dirinya.
"Maaf jika aku melakukan kesalahan, ini pertama kalinya untuk mu. Tapi aku sudah mempelajari teorinya aku yakin pasti kamu tidak akan kecewa," ucap Eros membuat Aster malu.
Dia lalu mengecup wajah Aster dan mulai mencium bibirnya rakus. Lalu mulai menanggalkan pakaian Aster membuat Aster tidak bisa menghentikan suara cabul itu keluar dari mulutnya.
Akhirnya mereka berdua melakukan hal itu, hal yang tidak pernah mereka lakukan selama dekat. Pertama kali untuk mereka berdua. Dan Eros melakukan nya dengan sangat lembut, tidak hanya mencari kepuasan untuk diri nya tapi memastikan Aster juga bisa menikmati hubungan intim mereka. Karena menurut yang Eros baca hubungan pertama kali untuk perempuan harus di lakukan selembut mungkin dan pemanasan yang mantap baru akan meredakan resiko nyeri untuk perempuan. Meski saat pertama kali pasti akan terasa nyeri, kata di internet seperti itu.
...***...
Pagi hari tiba dengan sinar mentari yang sangat cerah. Hal itu membangunkan Eros dari tidurnya, melihat Aster yang terganggu karena silau matahari Eros segera menutup dengan gorden yang lebih tebal. Saat melangkah dia merasa aneh, dia tidak menggunakan apa pun. Lalu segera mencari celana pendeknya dan mengenakan nya. Dia memungut pakaian Eros dan Aster yang berserakan. Bahkan ada di ruang tamu lalu segera memasukkan ke mesin cuci dan mencucinya.
Eros membuka lemari Aster melihat apakah ada pakaian yang sekiranya muat untuk di pakai. Ternyata tidak ada, tentu saja badan Aster kan kecil mana bisa bajunya muat dengan tubuh berotot Eros. Eros memilih mandi saja dan mengenakan boxer sampai bajunya selesai di cuci dan di keringkan.
Eros mandi lalu melilitkan handuk di pinggang nya. Dia memutuskan untuk mencuci boxer nya dan hanya menggunakan handuk. Celananya terasa lengket karena itu Eros tidak mau menggunakan nya kembali.
Eros kembali duduk di ranjang Aster sangat lelap dalam tidurnya. Padahal sudah mau pukul 8 tapi dia tidak kunjung bangun. Eros mengelus pelan rambutnya dan menaikan selimut Aster yang sedikit melorot. Menampilkan hal yang tidak ingin membuat Eros menyerang Aster saat tidur.
Eros memilih meninggalkan Aster dan memasak makanan, dia tidak ingin lepas kendali dan menyerang Aster. Pasti rasanya sakit untuk pertama kali. Dia pria tidak merasakan penderitaan yang Aster rasakan. Wanita selalu saja berkorban banyak untuk pria, saat datang bulan perut terasa nyeri, saat berhubungan intim bisa terasa sakit, saat mengandung juga beresiko dan saat melahirkan mempertaruhkan nyawa.
Wanita selalu berkorban karena itu Eros ingin menghargai Aster tanpa menuntut lebih padanya. Jika dia ingin Eros akan dengan senang hati, jika dia tidak mau Eros juga tidak akan memaksa. Eros akan selalu menghargai Aster, karena itu tubuhnya bukan milik siapa-siapa. Bukan milik Eros yang sudah menjadi kekasihnya juga. Bahkan dia merasa sangat terhormat di beri kesempatan untuk dekat dengan Aster bahkan sampai berhubungan intim. Dan dia tidak akan mengecewakan Aster.
"Astaga!" pekik Eros sambil memukul dahinya. Dia belajar banyak tentang *** tapi melupakan hal yang paling penting.
Eros meninggal kan bahan masakan yang sedang dia potong, lalu segera menghampiri Aster yang masih tertidur.
"Aster bangun, ayo kita kerumah sakit ini darurat," ucap Eros sambil menggoyangkan badan Aster pelan. Lalu berjalan ke kamar mandi dan mengisi bathtub dengan Air hangat.
Melihat Aster yang tidak bangun Eros mengangkat tubuh Aster, Aster berkedip menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Dan menguap kecil.
"Aster bangun," ucap Eros dengan suara yang sangat familiar di telinga Aster.
Aster membuka matanya lalu melihat dia sudah ada di gendongan Eros. Dengan perlahan Eros menurunkan nya ke bathtub yang sudah berisi air hangat membuat Aster sedikit terkejut dan merasakan perih di daerah intimnya.
Eros menguncir rambut Aster dengan telaten agar tidak basah. Lalu melihat Aster yang menahan perih.
"Apakah sakit? Maafkan aku ya? Harusnya aku lebih lembut lagi," ucap Eros menyesal. Atau harusnya mereka tidak perlu melakukan nya saja agar Aster tidak kesakitan?
Aster menggeleng cepat, "Aku pernah baca bahwa ini normal untuk pertama kali berhubungan. Jadi jangan merasa bersalah kamu benar-benar memperlakukan ku dengan lembut sampai tadi malam tidak terasa terlalu sakit dan aku sangat menikmati nya.
Ucapan Aster membuka Eros lega karena dia juga menikmati nya. Dan tidak hanya Eros yang merasakan kepuasan. Eros melanjutkan tugasnya. Dia membantu Aster mandi dengan telaten meski Aster mengatakan bisa mandi sendiri tapi Eros tidak ingin membuat Aster yang sudah terlihat pucat itu semakin lelah menahan bagian bawah yang sakit.
Setelah memandikan Aster Eros memakai kan handuk lalu menggendong Aster kembali ke kamar nya. Dia memilih kan baju untuk Aster lalu ingin memakai kan nya. Aster menolak dia melihat bagaimana kerasnya Eros agar tidak menyentuh tubuh Aster secara langsung, dia juga melihat ada yang berdiri di balik handuk putih yang melilit pinggang Eros.
Dia tau Eros berusaha untuk menahan hasrat nya karena sangat menghargai Aster meski dia harus menahan miliknya yang berdenyut.
Eros mengalah dan memilih untuk ikut ganti baju, bajunya di mesin juga pasti sudah kering. Aster memakai bajunya saat Eros pergi. Benar kata Eros di bawah rasanya nyeri saat dia ingin berdiri karena Eros tidak mengambilkan celana untuknya. Dia memilih duduk menunggu Eros masuk.
"Eros tolong ambilkan celana ya, rasanya sakit untuk berjalan," ucap Aster.
"Maaf Aster kamu akan kesulitan untuk buang air kecil jika memakai celana. Untuk sekarang pakai dress panjang dulu ya. Dan jangan mengunakan dalaman kecuali bra oke?" ucap Eros.
Aster mengangguk paham, benar juga dia berjalan saja tidak bisa apa lagi membuka kakinya untuk memakai celana?
"Aku pasti kan tidak akan ada pria cabul yang menatap mu apa lagi melihat milikku jadi jangan khawatir," ucap Eros. Dia sengaja memilihkan dress yang rok nya sepanjang mata kaki demi kenyamanan Aster. Aneh saat tidak memakai apa pun di bawah tapi yang di katanya Eros benar.