
Akhirnya Eros sampai di depan pintu Apartemen nya. Para anak buahnya juga sudah berjaga dan memastikan Aster belum keluar sama sekali dari Apartemen nya. Dia menarik napas pelan berusaha menenangkan dirinya. Jantung nya berpacu lebih cepat dari biasanya, dia memantapkan diri untuk menemui kekasihnya.
Eros membuka pintu Apartemen itu,tak lama dia melihat wanita yang dia tunggu. Wanita itu benar ada di hadapannya. Semestanya, dunianya dan jantung hati yang hanya dimiliki oleh Asterhea Evadne. Eros menarik wanita nya dalam rengkuhan nya, sentuhan yang sudah lama dia rindukan.
Tetes air mata yang sudah tidak terbendung menampakkan dirinya. Menjadi saksi bagaimana dia berusaha keras mempertahankan cintanya, meyakinkan diri berkali-kali bahwa cintanya akan kembali ke rengkuhan nya.
Eros melonggarkan pelukannya, lalu menatap wajah kekasih cantiknya itu dengan lekat. Kedua netra itu saling bertemu, menggambarkan banyak sekali luka serta rindu yang mereka berdua pendam selama ini.
Eros melihat Aster yang tidak banyak berubah, wajahnya masih secantik dulu namun wajahnya terlihat lesu dan lelah. Eros mengusap pelan air mata yang memupuk di mata cantik nya. Lalu mendaratkan kecupan di penjuru wajah cantiknya.
Aster kembali menangis namun kali ini terdengar begitu pedih, Eros kembali mendekap cintanya seolah itu akan mengurangi sakit yang dia derita. Aster terisak dan mengutarakan sakit yang dia pendam selama ini sambil memukul dada bidang Eros pelan.
Hati Eros hancur kembali berkeping-keping melihat dan mendengar cantiknya menangis dan itu karena dia. Dia yang menyebabkan duka dan air mata kepada kekasihnya. Hal yang selalu tidak ingin Eros lakukan adalah menyakiti Aster. Namun kali ini dia lah penyebab utamanya.
...***...
Setelah Aster tenang, Eros mengajak Aster untuk duduk di sofa. Aster setuju namun dia tidak mau melepaskan genggaman tangan Eros. Seolah Eros akan berlari meninggalkan nya jika dia sampai melepaskan nya.
Aster terlihat diam, namun pandangan nya tidak sekalipun berhenti menatap Eros. Begitu pula dengan Eros yang tidak mau berhenti menatap Aster. Keduanya terdiam cukup lama. Sampai akhir nya Eros membuka suaranya.
"Meski hati ku hancur berkali-kali, meski di suatu titik aku begitu membenci mu, meski semua penderitaan yang aku rasakan selama beberapa tahun terakhir penyebab nya adalah diri mu. Tapi aku merasa tidak berhak untuk menyalakan mu," ucapnya.
Eros merasa sangat bersalah kepada Aster, "Namun aku pernah berjanji untuk mengingat mu. Tapi aku mengingat mu begitu lama. Sangat lama, meski itu bukan kemauan ku. Kamu berhak untuk menyalakan ku. Maafkan aku," ucapnya.
Eros melepaskan pelukan mereka lalu menggenggam kedua tangan Aster, "Aku memang brengsek, tapi terimakasih karena mau kembali pada ku lagi. Jadi jika kamu berkenan tolong izinkan aku membayar semua waktu yang terbuang percuma. Izinkan aku yang merupakan perih mu menjadi obat untuk luka-luka itu. Izinkan aku menebus semua dosa ku dengan terus berada dan mencintaimu selama sisa napas ku. Izinkan aku melawan takdir yang sudah di gariskan jika itu artinya perpisahan, izinkan aku manusia yang penuh kurangnya ini untuk menjanjikan mu sebuah kebahagiaan," ucap Eros.
"Jika kamu mengizinkan maukah kamu menjadi pendamping hidup ku? Dan membiarkan ku untuk bahagia bersama mu?" lanjutnya.
Aster tersentuh mendengar itu, meski terkesan mendadak. Tapi setelah berpisah bertahun-tahun Aster mengerti Eros pasti tidak mau kehilangan nya. Begitu pula sebaliknya.
Aster mengangguk pelan, lalu memukul dada Eros, "Kenapa perlu begitu lama untuk mendengarkan kamu melamar ku? Di tambah ini adalah lamaran paling tidak romantis," ucapnya lalu berakting seolah marah pada Eros.
Eros tersenyum, lalu kembali mendekap semesta nya, "Maafkan aku karena membuat mu menunggu, dan maafkan pria yang tidak romantis ini. Aku akan melamar mu dengan benar, jadi tunggu lah sedikit lagi okey?" ucapnya.
Mereka saling tersenyum, berpelukan dan bercerita banyak hal. Hal-hal sederhana yang begitu lama mereka dambakan. Kali ini mereka berdua berharap agar kebahagiaan sederhana ini akan bertahan untuk waktu yang sedikit lama.