
BIP BIP BIP BIP
Monitor ECG atau monitor detak jantung itu berbunyi dengan normal menandakan detak jantung yang sehat dan aman. Eros tak kunjung bangun meski pengaruh obat biusnya sudah hilang. Lukanya sudah di obati, namun apakah saat dia bangun dia sanggup menahan luka akan kehilangan orang yang sangat berarti untuknya?
Mengapa Tuhan mempertemukan mereka jika hanya untuk di pisahkan?
Di dalam alam bawah sadarnya Eros memimpikan hal yang indah. Ada dirinya dan Aster tengah berlarian di taman dengan hamparan bunga. Bahkan bunga tersebut mengeluarkan harum yang memabukkan. Mereka tertawa dengan riang, namun perlahan wajah Aster berubah masam dan mulai menjauhi dirinya.
"Aster kamu mau kemana?" tanya Eros yang berusaha meraih Aster namun semakin di kerja sosok itu perlahan hilang dan benar-benar menghilang dari hadapan nya.
Eros berputar-putar dan meneriakkan suara Aster, lalu tak lama sosok wanita cantik muncul di hadapannya. Tapi dia bukan Aster yang Eros kenal. Sosok itu sangat cantik namun dia tersenyum begitu mengerikan dan tak lama sosok itu menghilang.
Lalu waktu tiba-tiba melompat di hari kecelakaan itu, dan di situ Eros benar-benar melihat dengan jelas bagaimana truk itu menabrak mobilnya. Bak film, mobil itu berjalan dengan efek slow motion dan menabrak dirinya yang membuat Eros benar-benar harus kehilangan orang yang berharga untuknya.
Tak lama Eros terbangun dari tidurnya, sambil terengah-engah dan berkeringat. Namun dia bersyukur itu mimpi. Eros melihat ke sekeliling. Namun, apa?
"Rumah sakit?" gumaman nya.
Tak lama Eros yang membeku dalam kebingungan tersadar saat sosok wanita paru baya memanggil namanya. Dia adalah ibu Eros yang bernama Ibu Nala.
"Ibu kenapa aku ada di rumah sakit? Apakah aku pingsan karena kelelahan bekerja? Lalu dimana istriku? Apa dia belum tau aku di bawa ke rumah sakit? Lalu kenapa ibu bisa disini?" tanya Eros.
"Apa maksud ibu?" tanya Eros heran. Dia masih berpikir bahwa yang barusan adalah mimpinya.
Ibu Nala menarik napas dan menghembuskan nya pelan, seolah mengumpulkan kekuatan untuk mengungkapkan fakta yang pahit.
"Nak istri mu Aster, dia sudah meninggal dalam kecelakaan maut itu," ucap Ibu Nala sedih.
"Dia meninggal di tempat kejadian, dokter berusaha memberikan pertolongan pertama namun nyawanya tidak tertolong bahkan sebelum dia sampai di rumah sakit," ucap Ibu Nala, dia juga mulai menangis.
Meski dia tidak begitu mengenal menantu nya, namun saat mereka bertemu dan berbicara Aster adalah sosok wanita yang ceria, baik dan juga ramah. Bahkan Nala merasa menyesal tidak lebih sering menghabiskan waktu untuk mengenal menantu nya.
Mereka baru menikah, bahkan belum 2 Minggu menikah. Tapi takdir macam apa ini? Mereka di pisahkan dengan begitu tragis.
Eros terdiam dengan waktu yang cukup lama, dia tidak berteriak seperti sebelumnya. Tidak juga menangis seperti sebelumnya. Justru Ibu Nala yang tidak bisa berhenti untuk menangis.
Tak lama setelah Nala berhenti menangis dia kembali menatap putranya. Eros menangis, air matanya keluar tanpa bersuara. Perlahan tangisnya nya mulai terdengar terisak-isak.
Eros tiba-tiba mencengkram bahu ibunya kuat, "Kenapa ibu kenapa? Aku menunggu nya selama 5 tahun lebih dan dia meninggal kan ku bahkan tidak sampai 2 bulan kita bertemu. Bahkan belum juga 2 Minggu kita menikah. Lihat lah ibu betapa aku telah menikahi wanita yang begitu egois," ucap Eros lalu melepas cengkraman di bahu ibunya.