
"Aku adalah Dewa Cinta, mereka menyebut ku Cupido atau Cupid. Aku juga sering di panggil Amor atau Eros. Kau adalah reinkarnasi dari diri ku. Dahulu aku dan Psyche saling jatuh cinta, namun karena suatu alasan kita harus berpisah sejenak. Tapi karena perbedaan latar antar aku dan Psyche ibu ku Dewi Aphrodite selalu berusaha memisahkan kita. Sampai pada akhirnya Psyche meninggal karena tidak bisa melewati ujian yang di berikan oleh ibu ku." ucap pria itu.
Dia berhenti sejenak lalu menarik napasnya panjang seperti mengumpulkan kekuatan untuk menceritakan hal yang sangat menyakiti nya.
"Aku dulu sempat meragukan cinta Psyche yang amat tulus hanya karena dia melakukan suatu kecelakaan. Bisa di bilang ini bukan sepenuhnya salah ibu ku, tapi ini adalah salah ku juga yang tidak bisa menjaga cinta ku. Di tengah keputusasaan ku, aku mendaki gunung Olympus berharap menemukan kebahagiaan ku kembali dan aku berhasil. Namun..." ucapnya lalu berhenti.
"Namun?" tanya Eros penasaran.
"Namun aku melanggar syarat bahwa aku tidak boleh menyakiti diri ku sendiri dan harus hidup dengan baik. Jika tidak akan perlu berabad-abad untuk bertemu Psyche. Aku lupa akan syarat itu karena kerinduan ku yang sudah tidak terbendung kepada Psyche. Aku kehilangan dia lagi dan harus menunggu sampai kita akan bertemu." ucapnya.
Eros mendengar nya dengan seksama dan dia baru tau fakta baru tentang hidupnya. Terdengar tidak masuk akal, namun sejak dia bertemu dengan Aster bukan kah memang sudah tidak masuk akal? Karena itu Eros ingin mempercayai nya.
"Kau adalah kehidupan ke dua ku, namun kau juga gagal untuk menjaga Psyche ku. Psyche dan Aster adalah sama. Tapi kau juga tidak berhasil untuk menjaganya dari ibu ku. Sakit kepala mu selama ini adalah aku yang berusaha untuk membuat mu ingat akan kehidupan sebelumnya. Namun kau tidak pernah berhasil untuk mengingat ku. Jika kau membunuh diri ku kembali maka mungkin mustahil untuk bersatu dengan cinta mu. Jadi tolong hiduplah Eros jangan sakiti diri mu lagi," ucap pria itu lalu memegang bahu Eros.
"Jalanin lah hidup mu, dan tunggu lah sampai cinta mu kembali. Dan pasti kan jika bertemu dengannya kau akan menjaganya dengan baik. Ingatlah dia, meski hidup tanpa nya berat tapi kau harus merasakan sakit jika ingin bahagia. Kebahagiaan tidak akan ada jika sebelumnya kau tidak merasakan penderitaan. Hiduplah jalani hidupmu dengan baik dan bertemu dengan Aster mu di kehidupan berikutnya," ucap pria itu.
Lalu perlahan tubuhnya menjauh, pandangan Eros mulai kabur dan suara pria itu menggema. "Ingatlah dan jaga dia. Hiduplah dengan baik." ucapan pria itu menggema.
Seorang pria paruh baya yang tadinya tertidur di sofa langsung terbangun saat mendengar suara istrinya, "Eros kau sudah sadar?" tanya pria itu khawatir.
"Ayah ibu? Aku masih hidup?" tanya Eros binggung. Dia kira sudah tiada.
Ibu Eros mulai berkaca-kaca seperti menahan tangisannya, sang ayah selalu kepala keluarga menepuk bahu istirnya dan membiarkan istirnya menangis di bahu nya.
"Nak aku tau kehilangan orang yang sangat kau cintai memang berat, tapi bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah. Tuhan bisa marah dan mungkin di akhirat kau tidak bisa menemui Istri mu kembali. Hiduplah dengan kebahagiaan yang di tinggalkan istri mu. Jalanin saja hidup mu meski rasanya ingin mati berkali-kali. Tapi bunuh diri bukan jawaban nak," ucap ayahnya berusaha menasehati anak satu-satunya.
"Maafkan aku ayah, aku tidak akan melakukan nya kembali. Aku akan mengikhlaskan kematian Aster dan hidup dengan baik dengan kenangan indah tentang dirinya. Raganya mungkin telah tiada namun cintanya akan selalu abadi dalam ingatan ku," ucap Eros dengan senyuman.
Dia lalu memeluk kedua orang tuanya, "Setidaknya aku masih memiliki orang tua yang mencintai ku. Aku tidak akan bunuh diri lagi, aku akan hidup dengan baik. Dan mungkin jika aku hidup dengan baik, Tuhan akan luluh dan membuat ku bisa bertemu dengan Aster kembali." ucap Eros. Orang tuanya senang Eros seperti mendapatkan hidayah setelah hampir saja mati.
"Terimakasih karena menjadi keluarga ku di kehidupan ini" batinnya.
"Istri ku, meski aku akan merindukan mu sampai ingin mati tapi aku akan bertahan. Akan aku pastikan kita akan bertemu kembali dan memiliki akhir bahagia di kehidupan nanti," ucapnya dalam hati.