The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Hari Tanpanya



Eros keluar dari rumah sakit setelah hampir seminggu dia di rawat. Kondisi nya seperti mayat hidup, tubuhnya ada namun nyawanya entah dimana. Dia persis seperti dahulu Aster menghilang selama 2 Minggu. Namun sekarang lebih memprihatinkan.


Tubuhnya yang kekar mulai mengurus, dan tidak sehat seperti sebelumnya. Ungkapan tentang 'Tanpa mu aku tidak bisa hidup' seperti hal yang benar-benar terjadi kepada Eros. Dia telah kehilangan semangat nya untuk hidup kembali.


Eros tidak kembali ke rumah nya, dia sekarang tengah mendapat rawat jalan dan tinggal dengan orang tuanya. Dia tengah di pantau karena menjadi pasien yang di khawatirkan dapat melukai diri sendiri.


Eros memasuki ruangan kamarnya, kamarnya berada di lantai satu. Ruangan itu bersih, tidak ada kaca atau benda yang membahayakan. Bahkan kamarnya di lengkapi dengan CCTV. Eros tersenyum miring, meski dengan segala usaha orang tuanya. Jika dia menolak untuk hidup mereka bisa apa?


Jika dunianya sudah pergi lalu untuk apa dia hidup?


Eros melangkah kan kakinya ke kamar mandi, dia mengisi bathtub itu dengan air sampai penuh. Dia menatap bathtub itu yang mulai penuh, mengingat tentang Aster yang dulu sangat suka berendam di bathtub sampai kulit nya keriput. Eros tersenyum kecil, dia sekarang mulai menangis karena sangat merindukan Aster.


"Aku akan pergi ke tempat mu sayang, jadi tunggu aku ya," ucap Eros.


Dia mulai masuk ke dalam bathtub dan menenggelamkan kepalanya, dia menahan kepalanya agar terus berada di dalam air. Dadanya mulai sesak dan kepalanya seperti mau pecah. Lama kelamaan kesadarannya mulai menghilang. Dia tersenyum kecil.


"Aku datang sayang," ucapnya dalam hati.


...***...


Eros membuka matanya, dia berada di ruangan putih tanpa ujung kosong tidak ada apa pun.


"Apa ini surga?" batinnya.


"Aster!" teriak Eros.


Suaranya menggema di ruangan itu, dia berjalan tanpa arah sambil meneriakkan nama Aster.


"Aster!"


Eros menghentikan langkah nya, dia melihat sosok pria di depannya. Dia berlari menghampiri pria itu.


"Apa kau malaikat? Apa kau tau di mana tempat aku bisa menemui Istri ku? Dia wanita yang sangat cantik, jika kau pernah bertemu wanita yang sangat cantik dia lah orang yang aku cari," ucap Eros pada pria itu.


Pria itu mengenakan sutra putih dengan aksesoris emas, bajunya terlihat seperti baju Yunani kuno. Eros ingat karena pernah melihatnya di salah satu lukisan tentang Yunani Kuno.


"Halo tuan" ucapnya lagi saat pria di depannya tidak menjawab.


Pria itu membalik tubuhnya hingga mereka berdua berhadapan. Pria itu memiliki tinggi tubuh sama seperti nya namun tubuhnya sedikit lebih kekar. Namun yang lebih membuat Eros terkejut adalah wajah pria itu. Persis seperti wajahnya.


"Wajah mu..." ucap Eros dengan wajah yang sangat terkejut.


"Bodoh!" itu adalah kalimat yang pertama kali di ucapkan pria itu.


"Jika kau mati lagi, maka kau tidak akan pernah bisa bersatu dengan Psyche." ucap Pria itu.


"Psyche? Siapa dia?" ucap Eros heran.


"Dia Istri mu yang baru saja meninggal. Kau adalah reinkarnasi ku. Dulu cinta ku dan Psyche juga di uji oleh ibu kandung ku sendiri, Aphrodite. Ternyata bahkan setelah kelahiran ku kembali dia tetap menjadi penyebab penderita anaknya." ucap pria itu.


Eros heran sekali, tidak mengerti maksudnya.


Pria itu memutar bola matanya malas, "Akan ku jelaskan," ucapnya