The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
The Wedding



Persiapan pernikahan yang singkat itu akhirnya terselenggara, Eros tidak ingin membuang banyak waktu. Dia mengatur pernikahan nya dalam waktu satu bulan. Singkat tapi Eros jamin bahwa seluruh acara sudah di siapkan sematang mungkin.


Aster memilih tema pernikahan Out Door, lebih tepatnya pernikahan di pinggir pantai. Pantai adalah tempat pertama kali dia melakukan kontak fisik dengan Eros. Pantai yang sama dengan orang yang sama.


Semua tamu undangan sudah datang, hanya tinggal menunggu sang mempelai memasuki altar pernikahan. Eros merasa sangat gugup dan tegang. Meski ini bukan kali pertama, namun tentu saja perasaan nya saat itu seharusnya untuk Aster. Terkadang dia masih memikirkan kesalahan nya. Tapi Aster selalu meyakinkan yang lalu biarlah berlalu.


MC acara sudah menyampaikan bahwa mempelai wanita akan segera memasuki ruangan, Eros mempersiapkan dirinya. Tak lama wanita yang di tunggu akhirnya sampai. Aster terlihat cantik dengan gaun putih nya. Dia seperti Dewi yang di lahirkan. Semua para tamu undangan terpanah melihat nya.


Aster berjalan menuju altar dengan senyum bahagia, Eros juga berjalan menghampiri nya. Mereka lalu berjalan menuju altar bersama. Momen yang sudah di nanti akhirnya tiba, Eros dan Aster mengucapkan janji pernikahan untuk selalu hidup bersama. Mereka berciuman, seluruh tamu undangan bertepuk tangan. Leon terlihat paling bersemangat di antara kerumunan itu.


Altar pernikahan yang sangat cantik. Desrian ombak kecil menerpa, di sambut dengan matahari tenggelam kesukaan Aster. Membuat pernikahan itu sangat ind



Prosesi pernikahan itu berjalan dengan meriah dan hikmat. Eros sangat bahagia begitu pula dengan Aster. Kebahagiaan nya sudah lengkap dengan Aster bersamanya.


"I love u, my wife," bisik Eros di telinga Aster. Aster tersipu malu dan membalas dengan senyuman.


...***...


Acara pernikahan itu berjalan lancar, dan pesta pernikahan selesai pukul sepuluh malam. Aster dan Eros memasuki kamar hotel yang sudah di persiapkan. Aster merasa malu, meski ini bukan pertama kalinya tapi mereka berdua sudah lama tidak melakukan hal itu. Sudah bertahun-tahu lamanya. Dan saat ini status mereka adalah pasangan Suami Istri tentu saja dia malu.


"Apa kamu sekarang merasa malu?" ucap Eros di dekat telinga Aster membuat darahnya berdesir.


"Eros" ucap Aster lalu segera melepaskan pelukan Eros. Dia memilih ke meja rias yang ada di ruangan itu. Lalu melepaskan semua aksesoris nya berserta menghapus make up-nya. Aster senang Eros memperhatikan kebutuhan nya. Ada skincare, sabun wajah, dan cleansing bam untuk menghapus make up-nya.


Aster berpikir untuk membuka gaun itu di hadapan Eros tapi dia merasa malu. Dia memilih melepaskan nya di ruang ganti dan segera mandi. Namun saat di ruang ganti dia kesulitan membuat resleting gaunnya. Mau tidak mau dia memanggil Eros.


Eros tersenyum senang, dia membuka resleting itu lalu menyentuh punggung polos Aster dengan sensual. Aster menepis tangan Eros lalu mendorong nya agar segera keluar.


"Jangan ganggu aku, aku belum mandi," ucap Aster.


Eros terkekeh, dia sengaja menggoda Aster, "Ayo kita mandi bersama," tawar Eros.


"Tidak!" ucap Aster lalu mengambil baju dengan asal dan berlari ke kamar mandi dengan masih menggunakan gaun yang hampir melorot itu.


Eros tersenyum istrinya sungguh manis saat tersipu malu, dia merindukan momen ini. Eros berjanji akan membayar tahun-tahun kesedihan Aster dan memberikan nya kebahagiaan yang berlimpah.


...***...