The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Asing



Setelah kejadian itu Aster tetap menjalani hari-harinya seperti biasa. Tapi dia terlihat tidak semangat menjalani hari. Fakta yang Aster tau adalah semua tentang Eros dan dirinya sudah tidak ada. Tidak ada yang ingat mereka dekat, tidak ada foto kebersamaan mereka. Bahkan barang-barangnya yang sebelumnya di rumah Eros kembali ke rumah nya sendiri. Seolah-olah waktu terus berjalan maju sedangkan hanya Aster yang tinggal di masa lalu.


Terkadang Aster berusaha untuk ikhlas dan menganggap ini memang takdir Eros dan Ivory. Tapi disisi lain hatinya yang sudah sepenuhnya tentang Eros merasa tidak rela.


Aster sering kali berpapasan di jalan dengan Eros. Tapi dia tidak pernah melihat ke arahnya sedikit pun. Hanya untuk Ivory tatapan yang hangat dan penuh cinta itu. Hal yang dulu dimilikinya telah di miliki oleh orang lain.


Mereka menjadi asing, seolah tidak pernah mengenal. Dan fakta itu sangat sulit untuk di terima Aster. Eros melupakan nya, adalah hal yang selalu Aster takut kan. Itu sangat menyakiti nya.


Hubungan Eros dan Ivory juga tambah dekat, Aster mendengar mereka akan melakukan pertunangan dalam waktu dekat. Aster selalu bertanya apa dia harus mundur atau merebut cintanya lagi? Apa dia harus melihat Eros bahagia dengan wanita lain? Apa jika Aster berusaha membuat Eros ingat dia akan mengerti?


Demi dekat dengan Eros Aster menerima Leon dan dia sekarang dekat dengan Leon. Dia menerima Leon agar bisa tau kabar Eros dan sesekali bertemu dengan Eros. Karena Leon sering mengajak Eros untuk double date. Meski sakit saat melihat Eros bersama wanita lain, Aster mengabaikan nya. Untuk sekarang bisa melihat Eros dengan cara apa pun akan Aster lakukan.


Seperti hari ini Leon mengajak Aster untuk makan malam, dan dia juga akan mengajak Eros dan pasangannya. Seperti double date.


Malam hari pun tiba, Leon menjemput Aster untuk makan malam. Seperti biasa Aster hanya tersenyum dan tidak banyak bicara, tapi Leon tidak pernah bertanya soal sikapnya.


Mereka sampai, di restoran yang sudah di pesan. Aster teringat bahwa ini adalah restoran kesukaannya. Dia heran apa ini Eros yang memilih? Apa dia mengingat nya?


Mereka makan malam dengan tenang dan kedua sahabat itu sedikit bercanda di tengah makan malam mereka.


"Wah makanan di sini sangat enak, aku tidak tau ada restoran seenak ini. Bagaimana kau mengetahui nya?" tanya Leon pada Eros.


"Entahlah aku hanya tiba-tiba teringat restoran ini," ucap Eros. Dia juga tidak tau kenapa milih restoran ini, karena posisinya yang tidak ada di pusat kota. Hanya orang daerah sini yang mengetahui restoran ini.


Aster seketika tidak bisa menahan air matanya, hatinya sudah sangat sakit melihat Eros yang hanya menatap ke arah Ivory tanpa sedikit pun meliriknya. Di tambah dia hari ini yang berkata hanya teringat restoran ini. Kenapa dia bisa mengingat restoran nya? Tapi kenapa dia tidak bisa mengingat Aster?


Aster bangkit dari duduknya lalu berteriak ke arah Eros sambil menunjuk-nunjuk, "Kau berjanji untuk selalu mengingat ku. Tapi kenapa kau melupakan ku dengan mudah?!" ucap Aster lalu pergi dari tempat itu sambil menyembunyikan air matanya. Di susul Leon yang mengejarnya dari belakang.


Eros mendengar ucapan Aster seketika terdiam, Aster yang dia kenal adalah gadis yang tidak banyak berbicara dia seperti boneka yang hanya tau cara tersenyum. Tapi gadis itu sekarang menangis dan berteriak kepada nya. Hal itu mengganggu kepala Eros, dia mencoba mengingat apa pernah memiliki hubungan dengannya sebelumnya. Tapi semakin Eros berusaha mengingat itu membuat sakit kepalanya kambuh.


***


Eros mulai melupakan omongan Aster tempo hari, dia memilih untuk menjalani hari-harinya seperti biasa. Hari ini adalah hari kelulusan nya, setelah ini dia akan segera bertunangan dengan Ivory dan menikahi orang yang dia cintai.


Setelah acara wisuda mereka melanjutkan acara makan bersama, di saat ada kesempatan Eros menanyakan tentang kondisi Leon yang nampak tidak bersemangat tapi berusaha terus tersenyum. Eros benci senyuman palsu.


Setelah berkali-kali di bujuk akhirnya Leon mau bercerita, "Aku putus dengan Aster. Setelah mengatakan putus dia hilang dan memutuskan semua kontak dengan ku. Bahkan dia tidak masuk kuliah seminggu tanpa alasan yang jelas," ucap Leon dengan nada sedih.


Eros menepuk punggung Leon memberikan semangat, "Jika memang dia takdir mu dia tidak akan pernah pergi. Jangan khawatir dan belajarlah mengikhlaskan," ucap Eros.


Leon membuang napasnya gusar, Eros benar. Dari awal Leon dan Aster pacaran hanya dia yang merasa bahagia. Wajah Aster selalu nampak sendu dan tidak semangat untuk hidup. Entah apa yang menggangu nya, dia seolah merindukan seseorang tapi orang itu pergi terlalu jauh.


Leon yang seperti tersadar akan sesuatu menyenggol Eros pelan, "Apa kau diam-diam pernah menjalin hubungan dengannya?" ucap Leon.


Eros yang tengah minum air terbatuk, "Siapa? kekasih mu? Aku bahkan tidak pernah tau ada manusia yang bernama Aster hidup di dunia ini," ucap Eros sekedarnya karena dia benar-benar merasa tidak punya hubungan dengan Aster.


"Lalu kenapa ya? Setiap dia menatap mu, tatapan itu sangat sulit di artikan. Ah aku pernah merekam saat kita sedang makan bersama," Leon mengeluarkan ponsel di sakunya lalu menunjukkan vidio saat mereka tengah double date. Itu vidio sebelumnya, saat Aster belum membentak Eros. Itu double date pertama mereka.


Eros memperhatikan dengan seksama, lalu Leon menekan tombol pause saat menemukan sesuatu yang dia cari. Leon menghentikan vidio saat Aster engah menatap Eros dengan tatapan yang? Entahlah.


"Liat wajahnya terlihat sedih tapi dia tersenyum tipis seolah senang melihat mu. Dia terlihat seperti merindukan mu, seperti cinta lama yang belum usai," ucap Leon. Dia memang mengerti tentang ekspresi wajah karena dia tengah mempelajari ilmu fisiognomi untuk menambah produktivitas nya.


Eros yang mendengar kan ucapan Leon merasa tidak peduli, meski Leon bisa dibilang mengerti hal tentang membaca ekspresi wajah tapi di sisi lain dia tidak pernah ingat atau sekedar kenal orang yang bernama Aster. Wajahnya saja asing baginya.


"Kenapa jika tidak ada hubungan dengan Aster dia sampai begitu? Apa kau punya kembaran? Lalu kembaran mu itu membuat dia sakit hati dan melihat sosok kembar mu di dalam diri mu," ucap Leon mulai kemana-mana.


Eros memukul kepala Leon dan dia meringis kesakitan, "Jangan berbicara aneh-aneh atau akan ku jahit mulut mu itu," ucap Eros kesal.


Leon lalu memberikan dua jari berbentuk peace agar Eros tidak kesal lagi padanya. Lalu tak lama Ivory memanggil Eros dan Leon untuk makan karena sudah siap. Mereka berlari seperti anak kecil dan saling dorong mendorong seperti jika ada yang kalah maka semua makanan itu akan habis.


Ivory tersenyum begitu pula para orang tua yang melihat tingkah anaknya. Anak yang di rawatnya sejak bayi sudah tumbuh dewasa. Dan yang satunya akan segera menikah. Mereka makan dengan tenang namun sesekali bercanda dan tertawa. Leon tersenyum dia bersyukur karena Eros sudah bahagia.


...***...