
Ke esokan harinya, Aster membuat pesan palsu atas nama orang tua Eros dan Ivory agar mereka berdua bertemu di pantai, dengan alasan membicarakan kembali soal pembatalan pernikahan.
"Untung aku berhasil mengambil ponsel orang tua mereka, sekarang semua sudah siap aku juga sudah menyiapkan suasana Romantis," ucap Aster
Dinner di pinggir pantai dengan matahari tenggelam, sangat indah.
Tak lama kemudian Eros datang terlebih dahulu di susul dengan Ivory. Mereka duduk dalam keheningan yang cukup lama. Tidak ada yang bertanya ataupun bertegur sapa. Sampai matahari tenggelam mereka hanya duduk tanpa berucap. Hidangan yang sudah di persiapkan pun tidak mereka sentuh sama sekali.
Aster kesal lalu menaburkan serbuk cinta setidaknya dia harus berusaha membuat mereka berciuman bukan?
"Aku ingin pergi ke toilet," ucap Ivory.
Apa? Bahkan setelah memberikan serbuk cinta malah kalimat itu yang Ivory ucapkan? "Bagaimana ini aku sudah memberikan serbuk tapi dia malah ingin pergi?" ucap Aster dalam hati.
Eros hanya menanggapi ucapan Ivory dengan deheman lalu menyeruput minuman yang bahkan dari tadi tidak disentuh sama sekali. Tak lama Ivory pergi, lalu Eros berkata hal yang membuat Aster terkejut.
"Kalau boleh tau kenapa kau mengikuti ku? Apa kau hantu yang sedang menyamar menjadi manusia?" ucap Eros.
"Kau bisa melihat ku?" tanya Aster spontan.
"Jadi kau sungguh hantu?" ucap Eros lalu bangkit dari kursi dan berdiri di hadapan Aster. Dia menyentuh pundak Aster. Oh tidak jika seseorang menyadari keberadaan nya maka wujudnya yang transparan pun akan hilang.
"Kau bisa disentuh? Kau hantu macam apa?" ucap Eros takjub.
"Atau kau manusia setengah hantu? Wah aku baru bertemu yang seperti ini," ucap Eros sambil melihat Aster dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Eros kau dengan siapa?" teriak Ivory dari kejauhan seperti dia sudah kembali dari toilet.
Ivory melihat Eros berbicara dengan seseorang tetapi tidak bisa melihat wajahnya karena tubuh tinggi Eros menutupi wajah orang itu yang tidak lain adalah Aster.
Tak selang kemudian Ivory melihat pemandangan yang tidak dia bayangkan, Eros mencium orang di depannya. Ternyata orang yang Ivory lihat adalah seorang gadis. Gadis itu terlihat cantik dari kejauhan. Ivory terkejut dan menghentikan langkah nya, dia seperti ingin menangis.
Di saat itu Aster juga tak kalah terkejut, lelaki ini berani sekali menciumnya. Tapi seolah tersihir Aster malah hanyut dalam ciuman itu, dia baru sadar bahwa saat menaburkan serbuk cinta dia pasti akan terkena serbuk cinta itu meski sedikit.
Tak lama Ivory mendekati mereka dan melepaskan ciuman itu dengan menarik Eros, membuat Aster kembali kepada kesadarannya.
"Apakah ini efek serbuk cinta? Tapi bagaimana seorang malaikat bisa terpengaruh?" ucap Aster dalam hati, dia seperti membeku sesaat setelah kejadian ciuman itu.
"Jadi kau sungguh memiliki kekasih? Bahkan mengajaknya ke pertemuan kita? Agar perjodohan ini benar-benar gagal?" ucap Ivory sambil menangis, seharusnya sejak awal dia menyerah.
Ivory menatap sejenak gadis yang tadi berciuman dengan Eros, "Dia sangat cantik, pantas saja Eros lebih memilih nya" ucapnya dalam hati.
Ivory yang sudah tidak tau harus apa, memutuskan untuk pergi dari tempat itu, "Semoga kalian berdua bahagia, aku memutuskan untuk benar-benar membatalkan perjodohan kita," ucap Ivory dengan nada sedih lalu pergi.
Drttt Drttt
Bunyi ponselnya membuat Aster kembali pada kenyataannya, di ponsel itu muncul bahwa presentase antara Eros dan Ivory sudah di warna merah bahkan sudah 0% jika sudah begini bahkan panah cinta pun tidak akan bekerja.
"Bahkan musuh bebuyutan tidak memiliki presentase separah ini," ucap Aster frustasi, dia benar-benar gagal di misi terakhir.
"Jadi kau manusia? Ah mungkin Ivory tidak menyadari keberadaan mu karena terlalu fokus dengan dirinya. Emm... maaf sebelumnya aku mencium mu, aku tidak ingin menikah dengan wanita tadi karena itu aku terpaksa melakukan nya agar dia yakin aku memiliki kekasih," ucap Eros, dia merasa tidak enak dengan Aster.
Aster yang sedari tadi sibuk berpikir sendiri menatap orang yang dari tadi di depannya, "Ah apa ini? Kenapa dia sangat tampan, seperti kemarin dia terlihat biasa saja. Kenapa dari dekat dia begitu tampan?" ucap Aster dalam hati seolah terpaku sejenak.
Sama seperti Aster, Eros pun begitu dia menatap mata Aster yang terlihat sangat cantik. Saat ciuman tadi mereka berdua menutup mata, dan saat pertama kali Eros maupun Aster berhadapan mereka sama sekali tidak melakukan eye kontak.
"Kau sangat Indah," ucap Eros spontan, kecantikan Aster sekarang benar-benar bisa dia rasakan.
Efek serbuk cinta jika sudah aktif memang hebat, bahkan pemiliknya tidak bisa kebal dari efek itu
...***...
Mereka berdua berakhir dengan Eros yang mengantar Aster pulang ke Apartemen nya, setelah ciuman panas Aster lari namun di cegah Eros dan berakhir dengan Eros yang memaksa untuk mengantar Aster pulang.
"Aku minta maaf sekali lagi, ucapan mu membuat ku tidak bisa menahan diri. Semoga kau tidak membenci ku karena kejadian ini," ucap Eros tulus.
Dia membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Aster turun, "Terimakasih atas bantuan mu, apakah aku boleh tau nama mu?" ucap Eros.
Mereka sudah berciuman dua kali, bukan ciuman biasa tapi ciuman yang menggairahkan tapi belum tau nama masing-masing?
"Panggil aku Aster," ucap Aster, lalu mengulurkan tangan nya.
"Aku Eros," ucap Eros sambil tersenyum lalu membalas jabat tangan itu.
"Kau masuklah udara di luar dingin," ucap Eros lalu tanpa berkata sesuatu Aster segera masuk ke gedung Apartemen nya.
Setelah memastikan Aster masuk Eros masuk ke mobilnya dan pergi dari kawasan Apartemen itu.
"Ah kenapa aku tidak meminta nomer nya? Bodoh sekali," ucap Eros yang baru sadar dia hanya berkenalan tidak meminta nomer gadis itu.
Eros melihat cermin di mobil, dia menyentuh bibirnya dan tersenyum malu, "Aku berciuman? Wah aku sangat hebat, itu ciuman pertama ku di ambil oleh orang yang tidak ku kenal. Tapi kenapa aku merasa senang?," ucap Eros sambil tersenyum malu, dia membayangkan kejadian yang baru terjadi beberapa jam berlalu.
Dia mengingat mata gadis itu yang terlihat sayu, badannya yang sebenarnya tinggi tapi sangat mungil saat Eros mendekap pinggang nya.
"Bahkan setelah bertahun-tahun mengenal Ivory aku tidak pernah merasakan perasaan ini. Bagaimana dia yang baru ku temui bisa membuat ku merasakan butterfly efek? Jadi begini rasanya?" ucap Eros dengan tak berhenti tersenyum.
"Kita akan bertemu lagi Aster, aku pastikan itu," lanjutnya.
...***...
Ditempat lain Aster telah tiba di kamarnya, dia duduk di meja rias dan melamun sejenak. Dia melihat kaca dan tersenyum malu.
"Ah apa aku tadi berciuman?" ucapnya malu, lalu dia pergi ke kasur dan menutup wajahnya dengan bantal. Wajahnya benar-benar merah sekarang.
"Itu rasanya berciuman? Itu ciuman ku yang pertama, di ambil oleh target ku sendiri? Tunggu dulu target, ah ya benar bagaimana ini Ivory dan Eros sudah tidak bisa bersama. Artinya aku gagal, di tambah aku yang terkena efek serbuk cinta. Bagaimana ini? Aku tidak bisa menahan perasaan ku, tapi bagaimana mungkin aku bisa terkena senjata ku sendiri," ucap Aster frustasi, dia sekarang benar-benar tidak bisa berhenti memikirkan Eros.
"Steven, Seteven, Steven," ucap Aster, dia ingin bertanya sesuatu kepada Steven.
"Ada apa nona? Apa misi nona berhasil?" tanya Steven.
"Sudah jangan bahas misi itu, aku sudah gagal. Bahkan panah cinta juga tidak bisa menolong mereka, aku ingin bertanya berapa lama efek serbuk cinta itu?" ucap Aster.
"Efek serbuk cinta akan sangat lama jika sudah aktif, bahkan para Dewa Dewi ataupun malaikat tidak bisa menahan efek itu. Tapi nona tidak perlu khawatir, mengaktifkan nya juga sangat sulit. Jadi nona tidak akan terkena dampaknya meski nona tanpa sengaja terkena serbuk cinta itu," ucap Steven.
"Ah begitu kau boleh pergi," ucap Aster.
"Aku minta maaf mengatakan ini, karena nona gagal di misi terakhir waktu tinggal di sini akan di tambah 1 bulan. Itu hukumannya, setiap pasangan yang gagal di hitung 1 bulan tinggal di bumi baru nona bisa pergi ke Olympus," ucap Steven.
"Tidak masalah kau boleh pergi," ucap Aster dia lebih khawatir soal efek serbuk cinta ketimbang cuti yang di perlama.
...***...
Halo terimakasih yang selalu komen dan like, mohon jika ada typo bantu koreksi ya. Terimakasih 🤍