The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Kembali Lagi



Aster akhirnya kembali lagi ke Bumi tanpa berpamitan atau menemui Aphrodite. Dia melihat kamar yang dulu asing sekarang menjadi kamar yang dia rindukan. Aster merebahkan tubuhnya di kasur dan mengambil ponsel yang dia taruh di laci kamarnya. Aster menyalahkan ponsel itu.


Lalu seketika ponselnya berbunyi, banyak notif yang masuk. Salah satu notif yang membuat Aster khawatir adalah notif dari Eros. Dia menelpon Aster sebanyak 84kali serta pesan yang sangat banyak. Aster kaget dia hanya pergi sehari kenapa Eros sampai begini?


Aster yang khawatir lalu menelpon Eros tapi tidak ada jawaban. Aster lalu keluar dari apartemen nya dan segera pergi ke Apartemen Eros menggunakan mobilnya. Dia sekarang sudah bisa mengendarai mobil dan punya SIM juga.


Aster melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, meski khawatir dia baru bisa mengendarai kendaraan besi ini. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa nya. Jika dia kenapa-napa siapa yang akan menjaga Eros?


Aster sampai di daerah Apartemen Eros segera memarkirkan mobilnya dan menaiki lift untuk ke lantai 8. Dia menggedor pintu Apartemen dengan tidak sabaran.


Di sisi lain Eros yang nampak seperti manusia tanpa nyawa itu terbangun dari tidurnya, dia baru bisa tidur beberapa jam yang lalu tapi suara bising mengganggu nya.


Dengan tidak bersemangat dia bangun dan membuka pintu kamarnya. Eros yang masih setengah terpejam terkejut saat seorang gadis memeluknya, harum serta suara yang sangat dia kenali. Apakah ini mimpi?


"Eros kamu kenapa? Kenapa kamu terlihat sangat tidak terurus? Apa yang kamu lakukan pada diri mu yang sangat berharga? Meski sudah lelah hidup kamu tidak boleh menyakiti diri mu seperti ini," ucap Aster sedih dia tidak menyangka hanya satu hari di tinggal Eros menjadi orang gila.


Terlihat wajahnya yang di penuhi kantung mata, badannya yang sedikit lebih kurus serta berewok yang mulai panjang. Belum lagi kamar yang biasanya selalu segar dan rapi kini sangat pengap dan berantakan.


Aster mendudukkan Eros di ujung ranjang lalu membuka jendela agar udara dan cahaya bisa masuk. Aster melihat Eros yang diam, lalu saat menghampiri nya Eros menangis.


"Apakah aku begitu merindukan mu sampai membayangkan kau ada disini?" ucap Eros sedih sambil menangis dengan menutup wajahnya.


"Aster kenapa kamu pergi hari itu kamu berjanji kamu akan kembali tapi ini sudah hampi 2 Minggu," ucap Eros sambil memandang wajah cantik Aster yang dia anggap tidak nyata.


"Kau bahkan dalam mimpi ku terlihat seolah peduli, tapi kau senang kan karena mempermainkan ku? Kau pergi sangat lama, kau berjanji hanya 1 hari, aku menunggu mu seperti orang bodoh. Aku mencari mu kesana dan kemari tapi aku tidak juga menemukan keberadaan mu," ucap Eros sambil terisak.


Aster terkejut bagaimana bisa 2 Minggu? Bukan kan kata Seteven 1 bulan di Olympus 1 hari di Bumi. Aster memilih tidak memikirkan nya dulu, dia harus menenangkan Eros.


"Hei aku sudah disini jadi jangan bersedih lagi," ucap Aster sambil memeluk Eros.


Semenjak Aster pergi Eros selalu menunggu nya, di hari pertama saat Aster tak kunjung pulang dia sangat khawatir sejak saat itu sakit kepala yang menimpanya datang kembali di tambah insomnia parah. Dia menunggu Aster selama berhari-hari sampai mengalami delusi di mana dia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan hanyalah nya. Dia selalu membayangkan Aster yang memeluknya dan menghampiri nya persis seperti hari ini.


Aster memeluk Eros sampai pria itu tenang dan tertidur dalam pelukan nya, bahkan meski tidur dia memegang tangan Aster dengan kuat seperti takut akan berpisah lagi. Aster melihat wajah Eros yang masih tampan tapi terlihat sangat sayu dan sendu. Seperti tidak memiliki semangat untuk hidup.


Setelah merasa Eros sudah tertidur cukup lama dia pergi sejenak ke toilet lalu menanyakan hal ini kepada Steven.


"Kenapa aku jadi hilang 2 Minggu kata mu hanya 1 hari di bumi," ucap Aster tidak mengerti.


Steven yang biasanya terlihat kaku hari ini cengir-cengir di hadapan Aster, "Maaf Nona aku salah memberi informasi. Yang satu hari di planet itu ternyata planet Asgard yang sangat jauh dari bumi. Maaf nona atas keteledoran ku," ucap Steven lalu pamit dan menghilang.


Aster merasa kesal, pantas saja Eros sampai seperti itu. Pasti rasanya tidak mendapatkan kabar seperti hilang kontak membuat Eros sangat stres. Di tambah pengaruh serbuk cinta yang masih memberi efek kepada mereka pasti membuat Eros merasa sangat sedih dan kehilangan.


Aster segera keluar saat mendengar barang jatuh, Eros sudah bangun dan sekarang terjatuh di lantai. Aster kaget lalu langsung membopong Eros kembali tidur. Dia juga menelfon ambulans karena kondisi Eros yang di rasa cukup serius.


"Kamu tidak akan pergi kan?" ucap Eros dengan sendu.


Aster menatap Eros sedih, "Aku tidak akan kemana-kemana," ucapnya.


Setelah sampai di rumah sakit, Eros langsung di tangani pihak rumah sakit. Aster mengisi data diri Eros lalu menyerahkan kepada suster. Tak lama seorang suster memanggil Aster.


"Apakah anda keluarkan tuan Eros?" tanya dokter.


"Saya kenalannya," ucap Aster memang benar kan? Hubungan mereka tidak ada kejelasan.


"Kondisi pasien suda membaik, dia mengalami dehidrasi dan anemia. Dan mungkin karena belum makan dia sampai pingsan begitu, untuk sementara tolong berikan pasien makanan yang lunak agar mudah di cerna dan buat pasien merasa bahagia. Kebahagiaan pasien juga penting untuk kesembuhan, ini resep obatnya anda bisa menebus nya di apotek. Pasien bisa pulang setelah infusnya habis atau jika pasien mau dia bisa di rawat disini selama semalam dan pulang besok," ucap Dokter itu.


Aster tersenyum dan mengangguk paham lalu keluar dari ruangan dokter dan menghampiri Eros. Dia melihat infus yang baru habis 1/4. Dia merasa bersalah kepada Eros bagaimana pun ini gara-gara dia. Aster beranjak ingin menebus resep dan membelikan Eros bubur.


Saat kembali Aster bernapas lega, untung saja Eros belum bangun. Atau dia akan histeris karena tidak menemukan keberadaan Aster. Aster duduk di samping Eros dan memandang wajah itu lekat-lekat. Dia menggenggam tangan Eros yang sekarang sudah terasa hangat, tidak saat Aster sampai tangan nya sangat dingin.


Beberapa menit kemudian pria itu bangun, Aster yang tertidur di sebelah nya juga terbangun merasakan pergerakan Eros. Eros berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk di matanya. Lalu melihat Aster yang ada di sebelah nya tengah tersenyum dengan sangat cantik.


"Kamu tidak pergi?" ucap nya lirih.


Aster menggeleng, "Aku tidak akan kemana-mana?" ucap Aster.


"Aku tidak ingin bangun dari mimpi ini," ucap Eros sambil tersenyum.


Aster tersenyum lalu mencium kening Eros, "Ini bukan mimpi aku nyata," ucap Aster.


Eros terdiam lalu menatap wajah Aster lekat-lekat, dia bangkit dari tidurnya dan langsung memeluk Aster sambil menangis. Aster membalas pelukan Eros, melihat banyak pasang mata yang menatap mereka Aster segera menutup tirai di brankar Eros lalu memeluk nya kembali.


Setelah puasa menangis Eros langsung menghujani Aster dengan pertanyaan, "Kamu kemana saja? Pamit hanya sehari tapi tidak kunjung pulang, ponsel tidak aktif dan tidak memberi kabar," ucap Eros dengan tatapan sedih. Bekas air mata masih ada di sekitar matanya.


"Astaga pria ini sangat lucu saat menangis dia seperti anak kecil," ucap Aster dalam hati sampai mengusap air mata Eros.


"Aku kehilangan ponsel ku, terus saat mau pulang bibi melarang karena terlalu cepat. Eh setelah beberapa hari mobil ku yang rusak, jadi aku membeli mobil baru dan ponsel baru. Cuma proses nya sedikit lama, dan saat ingin menghubungi mu aku tidak hafal nomer mu," ucap Aster menjelaskan selogis mungkin.


"Apakah mobilnya tidak bisa dibenarkan sampai harus beli yang baru?" tanya Eros siapa yang membeli mobil hanya gara-gara rusak.


Aster ingin memukul kepalanya, alasan nya ternyata tidak logis "Iya mobilnya rusak parah sekali jika menunggu di perbaiki akan sangat lama. Lalu itu desa tidak ada tranportasi umum jadi aku meminta kenalan bibi untuk mencarikan mobil yang murah dan bekas. Cuma ya sedikit lama," ucap Aster dia berharap alasan nya ini tidak menimbulkan kecurigaan.


Eros hanya mengangguk, tidak bertanya lagi.


"Maafkan aku ya? Tapi sekarang kamu harus makan, oke?" ucap Aster dan Eros langsung menurut seperti anak anjing.


Eros menghabiskan bubur yang Aster belikan, tentu saja karena Aster memaksanya sambil menyuapinya. Bagaimana Eros bisa menolak?


Setelah kenyang Aster meminta Eros tidur lagi infusnya tinggal sedikit dan mereka bisa pulang. Aster sudah meminta untuk Eros di rawat semalam lagi tapi Eros menolak. Tapi dia menurut saat Aster meminta nya untuk tidur sebentar.


Eros tidur sambil menggenggam tangannya, sangat erat seperti jika terlepas dia tidak akan menemukan Aster lagi.