The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Cinta?



Aster menjalankan aktivitas nya di bumi seperti biasa, cuma kali ini sedikit berat. Dia harus mengejar ketertinggalannya nya karena sudah 2 Minggu bolos sekolah. Tapi ini semua salah Steven yang ceroboh itu. Dia juga baru tau kalau cuti maksimal itu 1 bulan boleh cuti dan boleh tidak cuti. Boleh juga hanya cuti beberapa hari. Tapi dia baru memberi info itu sekarang setelah terlanjur.


Aster menjalankan misinya sebagai Kang Jodoh atau kadang di sebut Mak Comblang. Aster baru tau ternyata di dunia manusia ada yang seperti itu. Lalu kenapa dia repot-repot menjodohkan orang. Sekelas keturunan Dewi saja pernah gagal, tidak ada bedanya dengan manusia kan?


Aster memijat pelipisnya yang sakit, belum karena tugas kuliah menumpuk akibat absen 2 Minggu di tambah sepasang suami istri di depannya yang tidak berhenti berdebat. Membuat Aster lelah.


Mereka bernama Zayn dan Hany, mereka sepasang suami Istri yang menikah di atas kontrak. Aster baru tau jika yang seperti ini nyata. Sudah dua tahun menikah tapi Hany merasa hidup dengan suaminya yang tidak pernah peduli atau dekat dengannya terlalu melelahkan. Di sisi lain ada Zayn yang sangat mencintai Hany tapi tidak tau bagaimana harus mendekati Istri nya itu. Dia takut jika memaksa Hany akan membenci nya.


Tapi ternyata Istrinya juga mendambakan cinta yang selama ini Zayn rasakan untuknya. Istrinya bahkan sudah menentukan tanggal perceraian membuat Zayn tidak bisa berkutik.


Aster geram, jika memang cinta kenapa di tahan? Tunjukkan saja dengan perhatian kecil pasti akan luluh. Dia juga geram kepada Hany, jika memang ingin di cintai kenapa tidak membuka diri, kenapa juga selalu bersikap acuh sehingga Zayn yang tidak berpengalaman takut untuk mengganggu waktu Istrinya. Memang komunikasi itu sangat penting.


Aster memikirkan ide gila, jika Hany terluka apa Zayn masih bisa menyembunyikan cinta dan perhatian nya? Hany memang pernah sakit tapi dia selalu menutupi nya dari Zayn karena berpikir pria seperti Zayn tidak akan peduli padanya.


Aster mendorong pelan tubuh Hany agar menyenggol vas bunga, kejadian itu terjadi sangat natural dan kaki Hany yang menggunakan rok pendek pun terluka terkena serpihan kaca. Hany meringis melihat kulitnya tergores. Memang luka kecil tapi sangat perih.


Zayn yang panik langsung menggendong Hany agar tidak terkena pecahan kaca lainnya. Dia bergegas mengambil P3K dan membalut luka Hany dengan telaten.


Hany terenyuh tidak pernah tau bahwa suaminya bisa bersikap perhatian padanya. Hany berpikir kembali apa ini karena dia yang tidak mau berusaha dekat dengan Zayn? Dia mengingat saat awal menikah Zayn selalu mencoba mengajak nya bicara tapi Hany yang berpikir pernikahan ini tidak akan berhasil memilih mengabaikan Zayn. Makin lama Zayn tidak lagi bertanya seperti dulu, sampai mereka seasing sekarang. Hany juga tidak pernah sekali pun berusaha.


"Maaf," ucap mereka bersama.


"Kau duluan," ucap Hany.


Aster mulai menjalankan tugasnya menaburkan serbuk cinta, seperti misinya akan berhasil.


"Aku minta maaf tidak pernah berusaha memperbaiki hubungan kita. Aku lalai sebagai suami mu membuat kamu selalu kesepian di rumah besar ini, aku juga bodoh karena tidak membuat mu bahagia saat kita bersama aku menyesal. Aku tidak akan menyakiti kamu lagi, aku setuju bercerai carilah seseorang yang akan membahagiakan mu," ucap Zayn sambil tersenyum meski matanya nampak tidak rela jika harus membayangkan Hany wanita yang di cintai nya akan menjadi milik lelaki lain.


Hany menangis lalu memeluk Zayn, dia sadar bahwa dirinya juga salah dirinya juga tidak pernah berusaha. Dia sadar Tuhan sudah memberikan dia hartanya yang berharga, dia hanya perlu memolesnya agar hartanya bersinar kembali. Tapi Hany baru sadar sekarang apa terlambat?


Zayn merasa sedih, dia tidak pernah melihat Hany menangis dan sekarang Hany menangis karenanya?


"Jangan menangis aku mohon, aku akan melakukan apa pun asal kamu tersenyum dengan wajah cantik mu itu," ucap Zayn lalu memeluk Hany. Dia ingin memeluknya sangat lama jika ini akan menjadi yang terakhir.


Hal itu membuat Hany sedih, pria macam apa yang sudah dia sia-siakan?


"Jika boleh apa ada 1 kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan ini?" ucap Hany dalam pelukan Zayn.


Zayn tertegun dia tidak salah dengar kan?


"Kamu ingin kita tidak jadi bercerai dan memberi kesempatan untuk hubungan ini?" tanya Zayn memastikan.


Hany mengangguk, "Aku juga minta maaf, ini bukan saja salah mu tapi jug-" ucap Hany terputus saat Zayn tiba-tiba menciumnya.


"Jangan minta maaf ini sungguh bukan salah mu," ucap Zayn tulus, ah dia sudah sangat lama ingin mencoba bibir Hany. Dia hanya pernah merasakan nya saat acara pemberkatan.


Hany tersenyum lalu mengecup bibir Zayn, "Terimakasih," ucapnya sambil tersenyum. Yang langsung di sambut dengan ciuman yang selama ini Zayn pendam.


Aster geleng-geleng kepala lalu meninggalkan tempat itu, kalian tau kan apa yang akan terjadi selanjutnya?


Sudah 3 hari akhirnya dia berhasil membuat pasangan itu bersama. Aster mengakui tugas ini tidak sulit karena sebenarnya mereka saling mencintai hanya kurang komunikasi. Aster jadi sadar bahwa komunikasi itu sangat penting dalam hubungan.


...***...


Eros tersenyum melihat Aster yang mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, meski dia terkadang tidak tidur karena harus begadang mengejar ketertinggalannya.


"Kamu ingin pamer karena sebentar lagi sidang dan akan lulus sedangkan aku mahasiswa semester satu harus menanggung beban ini," ucap Aster dramatis.


Sebenernya jika dia tidak menghilang selama 2 Minggu hal ini tidak akan terjadi, Aster ada mahasiswa teladan yang selalu mengumpulkan tugas praktek tepat waktu. Jika dia 2 Minggu tidak kuliah berarti 10 hari melewatkan kelas, untung saja dia tidak di keluarkan karena banyak absen. Ya kampus tidak peduli mau mahasiswa itu masuk atau tidak yang penting mereka membayar uang kuliah tepat waktu.


"Tidak Aster aku melihat kamu sangat manis saat menulis makanya aku tersenyum," ucap Eros bersungguh-sungguh.


Aster kesal melihat Eros yang bertampang sok manis itu. Lalu dengan marahnya mengusir Eros dari Apartemen nya.


"Aster."


BRAK!


Eros mengusap dadanya pelan, memang mood wanita tidak ada yang bisa memahami. Eros memilih menunggu. Sampai Aster membuka pintunya kembali, dia lelah berdiri lalu mengambil kursi lipat yang dia taruh dekat apartemen Aster.


Ini bukan pertama kalinya Aster begitu.


Aster merenggangkan badannya, akhirnya tugasnya sudah selesai dan masih pukul 7 malam. Nanti dia tidak perlu begadang dan bisa tidur nyenyak. Aster memikirkan Eros yang dia usir, pria itu selalu menunggu di depan pintu sampai Aster membukakan nya.


"Apa dia masih menunggu ku?" tanyanya


Aster membuka pintu apartemen nya pelan dia melihat Eros yang tertidur di depan pintu Apartemen nya. Aster tersenyum lalu membangunkan Eros dan mengajaknya makan malam.


...***...


Aster dan Eros memutuskan untuk makan di restoran cepat saji. Banyak pasang mata yang memandang karena baik pira maupun wanita nya sangat cantik. Mereka pasangan yang serasi.


Itu yang di pikiran orang-orang tapi tidak dengan Aster.


"Sebentar lagi aku akan menjadi mahasiswa semester 2 dan kamu akan jadi sarjana ya?" tanya Aster yang sedang menikmati burger miliknya.


"Benar," ucap Eros dengan seulas senyuman.


"Eros apa kamu mencintai ku? Kamu menganggap ku apa di hidup mu?" tanya Aster tiba-tiba. Membuat Eros tersedak.


Eros menatap Aster yang menunggu jawaban, ternyata hanya dia yang berpikir bahwa Aster adalah kekasih nya. Ternyata Aster perlu pernyataan jelas bahwa dia adalah kekasihnya. Tapi cinta? Iya tentu saja Eros mencintai Aster, jika tidak kenapa dia hampir gila saat Aster menghilang? Tapi bukan sudah jelas? Apakah hal ini masih perlu pernyataan resmi?


Aster yang merasa geram karena Eros sangat lama berpikir lalu pergi dari tempat itu dan meninggalkan Eros.


Eros yang melihat Aster pergi tampak panik dan langsung mengikuti nya. Dia tidak menahan Aster tapi mengikuti nya dari belakang, Eros tau jika dia melakukan itu maka Aster akan marah dan menimbulkan keributan, dia tidak mau Aster malu di hadapan banyak orang. Saat Aster sudah berjalan di jalan sepi baru Eros menahan nya.


"Ah lepaskan aku," ucap Aster saat Eros menahan tangan ku. Eros tidak menghiraukan nya, dan semakin menghimpit Aster ke tembok. Nyali Aster seketika menciut saat melihat perlakuan Eros dia tidak kasar juga tidak menatapnya dengan menakutkan tapi Aster merasa terintimidasi.


Eros melepaskan tangan Aster saat di rasa dia sudah tenang dan tidak akan kabur. Lalu memeluk pinggang Aster dan semakin mempersempit jarak mereka. Aster bahkan bisa merasakan napas Eros yang menerpa kulit wajahnya.


"Aster tatap aku," ucap Eros dengan suara beratnya.


Aster yang awalnya takut akhirnya memberanikan diri menatap Eros.


"Apakah aku yang amat depresi saat tidak mengetahui keberadaan mu selama 2 Minggu tidak cukup membuktikan cinta ku? Aku yang selalu berada di samping mu hampir setiap hari masih tidak cukup membuktikan ketulusan ku? Apakah aku yang selalu menunggu mu sampai kamu siap untuk memaafkan ku meski terkadang aku tidak tau salah ku apa juga belum cukup untuk mu? Aku tau kita baru dekat beberapa bulan, tapi aku tidak bercanda saat hari itu mengatakan aku mencintaimu. Maaf karena aku juga tidak berusaha mengungkapkan nya lagi. Aku pikir dengan sikap ku yang selalu perhatikan, serta mengurus mu dengan baik akan cukup membuat mu tau perasaan ku." Eros menghentikan omongan.


"Asterhea Evadne aku Eros Morpheus ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu. Bahkan rasanya aku tidak pernah jatuh cinta kepada wanita lain selain kamu. Jadi tolong terima perasaan ku yang tulus ini dengan menjadi kekasih ku ya?" ucap Eros dengan senyuman nya.


Aster tersenyum, ucapan Eros lebih seperti melamar, "Aku bersedia," ucap Aster. Eros tersenyum lalu mencium lembut bibir Aster, lembut tapi agresif. Terakhir kali dia berciuman seperti ini saat mereka bertemu di pantai dulu. Eros tidak ingin melakukan nya , karena takut Aster tidak suka. Jadi selama ini hanya berani mengecup Aster. Tapi kali ini Aster yang seakan tidak ingin berhenti. Dia menahan leher Eros akan ciuman mereka tidak cepat berakhir.