The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Honeymoon



Paris, Prancis


 Bulan madu seperti apa yang di inginkan oleh pengantin baru? Bulan mau romantis di Negeri dengan julukan Negeri Cinta? Atau menikmati indahnya sunset di hotel tertinggi di pulau Dewata? Kalau Aster boleh berpendapat, apa pun itu asal Eros bersamanya akan selalu terasa seperti bulan madu.


Dimana dia mendapatkan kecupan di pagi hari dari pria yang dia cintai saat membuka matanya. Lalu mendengar ucapan cinta terlontar dari bibir pria itu, sambil tersenyum manis. Agar dia memiliki banyak energi untuk menjalani hari-harinya yang mungkin akan berlalu dengan penat. Lalu mereka akan menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan sambil bergandengan tangan dan di tutup dengan obrolan soal mimpi menjadi orang tua yang memiliki anak-anak yang lucu.


Persis seperti yang sedang mereka lakukan. Menikmati waktu dengan berkeliling kota Paris. Lalu di tutup dengan makan malam di kamar hotel sambil menikmati indahnya kota Paris di malam hari dengan menara Eiffel yang bercahaya. Hari indah itu berakhir seperti itu.


Di lanjutkan dengan ke esokan harinya, mereka memanjakan mata dengan melihat bangunan dengan Arsitektur Klasik sambil menyantap makanan lezat di siang hari. Dan sesekali menikmati bulan madunya dengan mengurung diri di kamar hotel menikmati indahnya malam hari sampai fajar sambil berpelukan dengan tubuh tanpa sehelai benang.


Kehidupan sempurna yang Aster dan Eros impikan, celah masa lalu tidak membuat mereka goyah ataupun berhenti saling percaya bahwa mereka memang ada untuk satu sama lain. Kebahagiaan yang di nanti benar-benar ada di hadapan mereka setelah banyak duka dan suka yang di lewati. Kisah cinta yang berakhir manis meski memiliki banyak kepahitan.


Makna bahagia yang mereka dapatkan dari pahitnya kehidupan. Mereka selalu berharap bahwa akhirnya akan terus seperti ini, biarlah sampai rambut mereka memutih. Meski mungkin akan ada konflik rumah tangga dalam pernikahan nantinya. Namun mereka harap, kebahagiaan ini akan begini untuk waktu yang lama.


...***...


Aster dan Eros mengunjungi Pont des Arts, yaitu jembatan penyebrangan yang menghubungkan Institut de France dan alun-alun pusat dari Palais du Louvre. Sering juga di sebut jembatan cinta. Karena dulunya banyak gembok cinta yang di pasang di sepanjang pagar jembatan. Namun mengalami perbaikan karena material yang sudah tua dan berkata. Meski begitu masyarakat disana mencari alternatif lain dengan menggantung kan gembok ke pada tiang lampu jembatan.


Eros dan Aster menikmati waktu terakhir mereka di Paris sebelum nantinya akan kembali kepada aktivitas semula mereka. Eros memeluk Aster dari belakang sambil memandang Sungai Seine yang juga merupakan tempat wisata terkenal.


Banyak musisi jalanan yang menyanyikan lagu dengan instrumen era 80an, musik yang cocok untuk berdansa dan menambah kesan romantis. Mereka menikmati waktu mereka sampai matahari benar-benar tenggelam.


"Eros, jika kamu bisa mengungkapkan aku lewat kata maka aku seperti apa di hidup mu?" tanya Aster memecah keheningan di antara mereka.


Pria itu sedikit berpikir, dahinya berkerut seperti berpikir sangat keras, "Kamu? Bagaikan, hmm apa ya?" ucapnya.


Eros tertawa pelan, "Okey sayang, tapi sebelumnya kamu harus memanggil ku dengan panggilan khusus. Kita sudah menikah," ucap Eros.


Ya memang Aster akui dia belum terbiasa memanggil Eros dengan ungkapan sayang. Meski terkadang memanggil 'sayang' tapi memang lebih sering hanya menyebut nama Eros saja.


"Iya tapi jawab dulu," ucap Aster bersikeras.


"Aku memang tidak pandai mengungkapkan kata, tapi kamu bagi ku seperti hati yang utuh namun saat tidak ada kamu hati itu terasa kosong. Namun jika aku mengatakan itu terdengar sangat memalukan, karena hari ku tetap baik-baik saja saat aku melupakan mu. Aku juga tidak bisa mengungkapkan dengan jelas, tapi yang pasti aku bersyukur bisa menemukan dunia ku kembali. Aku bersyukur bisa memeluk cinta ku kembali, meski aku sangatlah terlambat," ucap Eros sedih.


Aster menggeleng pelan, "Tidak ada yang mau takdir yang dulu memisahkan kita. Dan entah aku ataupun diri mu tidak bisa berkutik jika Dewa ataupun Dewi sudah memberikan kutukan nya. Ini bukan salah mu ataupun salah ku. Tidak ada yang salah, hanya takdir yang terlalu jahat kepada kita. Untuk apa dipertemukan jika hanya ingin di pisahkan." ucap Aster sedih lalu segera memeluk Eros.


"Sudah ya, yang terpenting adalah kita masih di beri kesempatan untuk bersama," ucap Eros menenangkan.


Aster mengangguk di balik pelukan itu.


...***...


Halo semua aku nulis cerita baru judulnya 'The Billionaire Secret' buat yang suka genre Romansa Kantor tentang CEO dan karyawan nya boleh di cek.



Itu sedikit cuplikannya, jangan lupa mampir 🥺🤍