The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Rencana



"3, 2, 1," ucap Aster menghitung mundur sambil menutup matanya. Dia merasakan sesuatu melesat dengan cepat tapi melewati nya? Aster membuka matanya dia melihat bayangan nya hilang dan panah itu meleset lalu ikut menghilang. Aster melihat sekeliling dia melihat Dewi Aphrodite dan Ivory? Mereka bersama?


"Kau berusaha terlalu keras anak ku," ucap Aphrodite dengan suaranya yang menggelegar. Dia yang membuat panah itu melesat dan tidak mengenai Aster.


Aster melihat Ivory seperti tersenyum sinis, apa sebenarnya yang terjadi? Aster tidak mengerti, bagaimana Dewi Aphrodite bisa menemukan nya? Dia sudah mencari tempat paling aman agar tidak di temukan, tapi Dewi Aphrodite dengan mudahnya menggagalkan usahanya.


Panah itu hanya ada satu untuk masing-masing pasangan yang di targetkan dan jika gagal maka tidak akan ada panah lain nya. Aster melihat Dewi Aphrodite mengeluarkan panah perak, panah ini lebih mudah di gunakan karena bisa di tusukan langsung tanpa jarak namun masih bisa di patah kan. Tetapi jika keduanya saling mencintai maka tidak ada yang bisa mematahkan nya. Panah perak seperti pengikat agar dua orang yang saling mencintai tidak pernah berpisah.


"Kau tau setelah ini kutukan ku pada mu tidak akan bisa hilang, hanya dengan cara Eros mengingat mu maka semua akan kembali tetapi sekarang kau tidak punya celah lagi agar dia bisa mengingat mu. Ini adalah rencana ku dengan Ivory," ucap Dewi Aphrodite.


Ivory yang sedari tadi diam juga ikut bersuara, "Jangan mengatakan aku jahat Aster, sama seperti mu yang tidak ikhlas melepaskan Eros bahagia bersama ku aku juga demikian. Bahkan dari awal Eros harusnya menjadi milik ku tapi karena mu dia tidak menjadi milik ku. Saat itu Dewi Aphrodite datang bak sinar bintang yang memberikan ku harapan untung memperjuangkan cinta ku kembali. Jangan salah kan aku, salahkan saja diri mu karena merenggut cinta orang lain," ucap Ivory lalu menusukkan panah perak ke hatinya dan di bantu Dewi Aphrodite juga menusukkan pasangan panah itu ke jantung Eros.


Tak lama Ivory pingsan, dengan kekuatan nya Dewi Aphrodite membawa Ivory dan Eros lalu membuka portal. Sebelum pergi dia mengatakan sesuatu kepada Aster.


Setelah kepergian mereka Aster menangis sejadinya, dia tidak tau harus berbuat apa lagi. Apa benar ini adalah kesalahan nya? Cintanya pergi atau memang dari awal itu bukan cintanya? Aster merasa sangat tidak berdaya, mimpinya yang sederhana. Dia hanya ingin hidup sebagai manusia normal bersama Eros. Dia tidak ingin kuasa atau pengakuan Dewa maupun Dewi, dia tidak ingin!


Dia hanya bermimpi hidup bahagia bersama orang yang dia cintai, apa kah sesulit itu? Apakah karena keinginan sederhana nya dia di anggap melewati batasan?


Bahkan dia menganggap Dewi Aphrodite sebagai ibunya sendiri dia tidak pernah berpikir untuk menyaingi nya. Mungkin dulu Aster merasa puas dan bangga karena terlahir sempurna tapi sungguh dalam hatinya tidak pernah terbesit keinginan untuk menggantikan sang Dewi.


Bahkan setelah bertemu Eros dja merasa kesempurnaan dan keindahan yang selama ini dimilikinya tidak berarti. Eros membuat dia sadar bahwa kehidupan sederhana dengan orang yang di cintai jauh lebih berarti dari pada kuasa yang dia punya.


"Apakah kita benar-benar usai? Namun kenapa hanya aku yang ingat? Harusnya aku juga di buat lupa akan diri mu," ucap Aster pilu.