The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Perpisahan



Hari pernikahan yang sudah dari awal di rencanakan akhirnya tiba, Eros sudah tidak mengingat kejadian saat dia di culik dan menjalani kehidupan nya dengan normal. Sama juga dengan Ivory yang sudah tida ingat dengan semua yang dia lalui. Rencananya dengan Dewi Aphrodite dan tentang dunia Dewa Dewi dia sudah tidak mengetahui nya lagi. Mereka benar-benar menjalani hidup yang normal seakan tidak ada campur tangan malaikat.


Hari ini Eros mengenakan Tuxedo dengan dadi pita, dia terlihat tampan dan gagah. Sedangkan mempelai wanita menggunakan Wedding Gown berwarna putih dengan mahkota emas membuat si pemakai terlihat cantik.


Eros menunggu dengan gelisah, hingga akhirnya si mempelai wanita muncul dengan di gandeng ayah mempelai menuju altar. Eros mengulurkan tangannya saat mempelai wanita sudah dekat. Mereka lalu memulai pernikahan itu di depan altar dengan sangat hikmat. Baik mempelai wanita mau pun pria menitikkan air mata saat mengucapkan janji suci pernikahan.



Para tamu undangan bertepuk bahagia saat keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Namun ada satu tamu yang terlihat hanya diam, ya dia Aster. Dia datang ke pernikahan Eros untuk meyakinkan hatinya sekali lagi.


Aster melihat pria yang pernah mengucapkan janji untuk hidup dengan nya sudah menjadi milik wanita lain. Meski itu bukan salah Eros tapi hatinya merasa di khianati. Dia melihat wajah Eros dan Ivory tersenyum bahagia. Semua orang melupakan nya dan hanya dia yang ingat.


Mungkin memang dari awal dia tidak pernah jatuh cinta ke pada Eros. Harusnya dia melawan ramuan sialan itu. Atau meminta para Dewa atau Dewi menolong nya. Setidaknya dia masih bisa hidup normal, tidak seperti sekarang Aster seperti sudah tidak punya tempat untuk kembali.


Setelah kejadian itu Aster kembali ke Istana Olympus, tapi para Dewa dan Dewi mengecamnya. Dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas untuk di dengar. Mereka mengatakan bahwa perbuatan Aster sangat tercela dan seharusnya dia tidak di lahirkan. Dia hanya Dewi yang berparas cantik tapi bersikap tidak seperti Dewi. Mereka mengecap Aster menjadi Dewi yang gagal. Bahkan sahabat nya juga memalingkan wajah dan seolah tidak mengenal Aster saat semua penghuni mengecamnya.


...***...


Di tengah keputusasaan nya dia mengingat ucapan Steven tentang legenda bahwa jika bisa sampai di puncak gunung Olympus maka Tuhan akan mendengar kan jiwa putus asa itu dan mengambulkan satu permintaan nya. Namun dia harus melepaskan semua kekuatan Dewi nya dan tidak boleh menggunakan kekuatan itu saat mendaki gunung.


Aster memejamkan matanya, sayap malaikat pun muncul dia mengambil pedang emas lalu memotong sayap itu. Jika sayap itu di potong maka semua kekuatan nya juga akan menghilang. Aster merasa sangat kesakitan punggungnya mengeluarkan darah. Aster terdiam sejenak lalu mengoleskan ramuan yang dia dapat dari peri hutan. Tak lama setelah dia mengoleskan ramuan itu Aster tak sadarkan diri.


Tak lama dia terbangun dan waktu sudah menunjukkan malam hari, dia sudah tidak merasakan sakit di punggungnya dan sayap miliknya berubah menjadi liontin berwarna perak.



Aster tidak tau apakah sayapnya bisa kembali atau tidak, dia tidak peduli. Aster mengambil liontin itu lalu membuangnya di danau. Dia masuk ke hutan dan untuk mencari makan. Besok dia akan pergi ke gunung Olympus meski dia tidak tau apa yang akan dia hadapin tapi Aster pikir ini lebih baik dari pada bunuh diri. Setidaknya ini usaha terakhir untuk tetap hidup.