The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Berakhir [End]



Bertahun-tahun Eros jalanin dalam kesendirian. Dia sibuk bekerja dan fokus pada urusan kantornya. Sehingga Perusahaan itu bisa berada di puncak tertinggi kejayaan nya. Meski terlihat seperti robot karena dia tidak pernah berhenti bekerja, Eros merasa hanya ini yang bisa dia lakukan.


Dia juga memilih untuk tinggal bersama orang tuanya dan menemani orang tuanya di masa tua mereka. Sekarang dia menjadi lebih dekat dengan orang tuanya. Dia juga mengadopsi seorang anak lelaki yang dia temui di pinggir jalan saat anak itu tengah mengais-ngais sampah.


Anak itu yatim piatu, dan Eros merasa harus menyelamatkan anak itu. Meski tanpa sosok ibu dia membesarkan anak itu dengan baik. Meski tanpa Aster hidup nya sedikit terisi saat bertemu dengan anak itu.


"Aidan, oper ke ayah. Ayo cetak gol" ucap Eros saat mereka tengah bermain sepak bola bersama dengan Leon dan anak perempuan nya yang sangat tomboy itu.


Tidak seperti anak perempuan yang suka bermain boneka, anak Leon dan Ivory sangat suka bermain sepak bola robot dan permainan anak perempuan lainnya.


"Flora kali ini aku dan ayah yang akan menang," ucap Amor lalu berhasil mencetak gol.


"Ayah kita menang, wlekk kau kalah Flora," ucap Aidan senang.


Mereka melakukan selebrasi bersamaan, Flora melihat itu mendengus kesal. Leon panik karena anaknya pasti akan marah padanya karena kalah.


Ivory yang mengerti mencoba menjelaskan, lalu Flora berusaha menerima kekalahan nya. Toh ini pertama kalinya Aidan berhasil menang. Dia juara satu berturut-turut.


Eros dan Leon tersenyum melihat anak mereka yang mulai bertengkar. Flora selalu terlihat dominan dan sering membuat Aidan menangis. Mungkin karena Flora juga 2 tahun lebih tua dari Aidan karena itu dia suka menjahilin Aidan.


"Aku sudah besar tau, tunggu saja ya kak saat aku dewasa aku akan lebih tinggi dari pada kamu," ucap Aidan tidak senang saat Flora menyebut nya pendek.


"Benarkah? Kau sekarang saja pendek pasti nanti makin pendek wlekk," ucap Flora lalu tak lama Aidan mulai menangis dan lari ke pelukan ayahnya.


Ivory lalu memarahi Flora dan menyuruh nya minta maaf. Mau tidak mau dia patuh dan meminta maaf kepada Aidan.


"Sudahlah tidak masalah Ivory mereka hanya anak kecil," ucap Eros tidak ingin ambil pusing. Wajar jika mereka saling bertengkar. Toh jika ada orang lain yang menjahili Aidan Flora akan menjadi orang pertama yang melindungi nya.


"Tidak paman ibu benar, maaf karena sudah membuat Aidan menangis. Seharusnya aku yang lebih tua menjaga dia bukan membuat dia sedih," ucap Flora lalu meminta maaf pada Aidan dan mereka akur kembali.


Orang tua Eros tersenyum melihat tingkah cucu mereka. Begitu pula dengan Eros, Leon dan juga Ivory. Terkadang Leon memikirkan Eros yang masih memilih sendiri di usianya. Namun dari Eros dia juga sadar bahwasannya Move on bukan berarti harus menemukan orang baru.


Eros pernah bilang hidup dengan kenangan bahwa dia pernah di cintai oleh Aster dan pernah bahagia bersamanya meski singkat cukup untuk menjalani hidupnya yang tidak berarti. Dan kehadiran Aidan membuat hidup nya lebih berarti.


Setidak dia masih memiliki Leon dan Ivory selaku sahabat nya untuk menemani di masa tua. Serta ada Aidan dan Flora yang akan mengisi hari-hari tua. Meski tanpa orang baru, atau pendamping baru Eros akan tetap baik-baik saja.


Karena baginya Aster tidak akan pernah tergantikan.


"Aku mencintaimu selalu Istri ku," gumam Eros.


...***...


Jangan lupa mampir ya. Terimakasih 🤍