
Hari ini Eros menyisikan waktunya untuk menemani Aster mensurvei daerah yang akan di jadikan area toko yang akan istrinya buka. Aster terlihat bersemangat dan senang saat melihat beberapa lokasi yang mereka datangi. Eros merasa bahagia melihat senyuman yang terpancar dari wajah Aster.
"Apakah ada tempat yang sudah kamu pilih sayang?" tanya Eros saat mereka tiba di persimpangan lampu merah.
"Iya tentu, tempat yang barusan kita datangi lokasinya sangat strategis dan bangunan nya juga cantik tidak perlu banyak perubahan," ucap Aster semangat.
"Benarkan? Baiklah kita ambi tempat itu?" tanya Eros.
"Tentu saat tiba di rumah aku akan menghubungi pemilik tempat itu," jawab Aster.
"Telfon saja sekarang sayang, lalu kita bisa makan siang bersama," ucap Eros.
"Ah baiklah, kamu benar. Jika kita tidak bergegas nanti tempat itu bisa di ambil orang lain," ucap Aster lalu merogoh ponsel dan menelfon.
Eros tersenyum lalu kembali menjalankan mobilnya saat lampu sudah menunjukkan warna hijau. Dia mengemudi dengan kecepatan sedang karena ingin istrinya selalu aman.
Namun takdir Tuhan memang sangat unik ya. Di arah kanan jalan, sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi lalu menghantam mobil yang tengah Eros kendarai.
Mobil itu terbanting dan menabrak beberapa mobil lain yang menyebabkan kecelakaan beruntun. Naas Aster yang berada di kursi pengemudi bagian kanan menerima hantaman yang amat keras di tubuhnya.
Eros mengerang kesakitan, lalu menggeser tubuhnya dan melihat kondisi Aster. Gadis itu terluka sangat parah sampai mulutnya mengeluarkan darah.
Jantung Eros berpacu cepat dia memanggil-manggil nama Aster. Gadis itu membuka matanya sedikit lalu terbatuk. Eros menangkap wajah itu lalu menarik tubuhnya dalam dekapan nya. Dengan sekuat tenaga dua berusaha menggendong tubuh Aster agar keluar dari mobil itu.
"Sayang bertahan lah, sebentar lagi kita akan ke rumah sakit. Tolong bertahan sebentar ya," ucap Eros panik, air mata nya mulai menetes bersama dengan detak jantung yang berpacu tak karuan.
"Tidak kita akan hidup dengan baik bersama ya? Tolong bertahan sebentar lagi ya? Aku tidak akan sanggup jika harus hidup tanpa mu lagi," ucap Eros lalu mendekap tubuh Aster dan mulai menangis keras.
"Aku mencintaimu, selamanya," ucap Aster setelah nya. Setelah nya dia benar-benar menghembuskan napas terakhirnya.
"Tidak-tidak, bangun Aster bangun. Bangunlah sayang, aku tidak bisa kehilangan kamu lagi," ucap Eros histeris lalu mengguncang kan tubuh Aster keras.
Tak lama paramedis tiba dan mengehentikan Eros, lalu memeriksa semua bagian vital Aster.
"Tolong-tolong bangunkan dia, dia marah pada ku makanya tidak mau membuat matanya," ucap Eros memohon pada paramedis itu.
Paramedis pun melakukan tugasnya dia melakukan CPR berharap dapat kembali membuat jantung Aster berdetak. Paramedis itu melakukan CPR beberapa menit lalu menyuruh rekannya mengambil Defibrilator.
Defibrilator adalah stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban henti jantung.
"shoot" ucapnya lalu menempelkan alat itu ke dada Aster.
Paramedis itu melakukan nya sebanyak beberapa kali. Lalu saling bertatapan dengan paramedis lainnya dan menggelengkan kepalanya.
Beberapa detik kemudian paramedis itu menutup tubuh Aster dengan kain putih dan segera mengevakuasi tubuhnya. Eros terlihat histeris saat Aster di bawa pergi dari hadapannya.
"Kenapa kalian membawanya pergi, kalian harusnya membangun kannya," dia terus histeris dan meronta-ronta. Mau tak mau paramedis lainnya menyuntikan dia obat penenang. Eros yang masih hidup masih butuh perawatan karena lukanya juga tak kalah parah.