The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Pertemuan



"Eros?" ucapnya lirih.


Aster membaca pesan dari Eros satu persatu, matanya berkaca-kaca saat membaca pesan itu. Eros sudah mengingat nya. Tanpa pikir panjang Aster bergegas untuk pergi menemui Eros. Tapi dia mengehentikan langkahnya, bagaimana jika Eros melupakan nya lagi? Dia tidak akan bisa bangkit kembali jika harus terluka.


Meski itu bukan kesalahan Eros, tapi bagaimana pun dia merasa seperti di khianati. Jika dia kembali bersama Eros, apa ada jaminan bahwa dia akan bahagia dan tidak terluka lagi?


Aster yang tadinya semangat mengurungkan niatnya untuk menemui Eros, dia memilih merebahkan dirinya dan terus berpikir.


Beberapa menit berlalu, Aster teringat dengan kata-kata itu lagi. "Jalanin hidup mu dengan baik maka kau akan bahagia"


Benar! Dia harus menjalani hidupnya sebagaimana adanya. Mungkin memang Eros jawaban dari kebahagiaan nya. Bagaimana pun itu bukan salah Eros untuk melupakan nya. Dan kebahagiaan nya sudah menanti di depannya, Aster tidak boleh menghalangi kebahagiaan itu. Dia harus menyambut kebahagiaan nya dengan tangan terbuka dan tersenyum.


Aster bangkit dan kembali optimis, dia meyakinkan dirinya. Jika kali ini dia tidak akan terluka lagi dengan mencintai Eros kembali. Justru ini kebahagiaan yang sudah dia nantikan.


Aster bergegas keluar dari Apartemen nya, tapi saat dia hendak membuka pintu. Orang itu muncul.


Eros datang padanya, lelaki itu langsung menghamburkan pelukan ke pada Aster. Aster merasa sangat Emosional, sentuhan yang dia rindukan, raga yang dia nantikan sekarang ada di dekapan nya. Aster membalas pelukan Eros dengan erat.


"Maafkan aku karena sangat terlambat, aku minta maaf karena bodoh telah melupakan mu dan tidak berusaha untuk mengingat mu. Maafkan aku dan terimakasih mau kembali pada ku," ucap Eros emosional.


Aster menangis mendengar ucapan itu, suara itu, deru napasnya, detak jantung yang tak karuan saat dia memeluk nya. Hal yang begitu hangat, hal yang sangat dia nantikan. Jangan bangunkan Aster jika itu hanya mimpi.


Eros melepaskan dekapannya, dia menatap wajah Aster lekat-lekat, semesta nya sudah kembali. Jiwa yang pergi sudah kembali dan mengisi raganya. Eros mengusap air mata yang keluar dari mata cantiknya.


"Semesta ku telah kembali," ucap Eros lalu kembali memeluk Aster. Aster tersenyum harus, mereka berpelukan untuk waktu yang lama. Melepaskan rindu yang sudah terpendam begitu lama. Mendekap erat seolah akan kehilangan satu sama lain jika melepaskan dekapan itu.


Cinta yang tulus sudah kembali menemukan rumah nya.


...***...


Point of View (POV) Eros


(Sudut pandang Eros)


Hari itu Eros menjalani hari-hari yang melelahkan, dia menatap layar monitor yang tidak pernah mati itu. Rasanya dia sudah lelah menghitung seberapa lama dia menunggu. Tapi dia berusaha sabar dan bertahan, anggap saja ini adalah hukuman karena telah menyakiti cintanya.


Eros menatap monitor yang menuju Apartemen Aster, dia tidak pernah sehari pun lupa melihat monitor itu. Harapan nya adalah suatu hari cintanya akan kembali dan pulang padanya.


Eros selalu berharap agar hari itu segera tiba, dan mungkin hari yang di nanti Eros akhirnya tiba. Wanita yang selalu dia rindukan setiap waktu, akhirnya muncul di layar itu. Dia kembali ke Apartemen nya.


Eros tidak bisa menggambarkan perasaan nya, dirinya terasa mati rasa namun tersirat kebahagiaan di wajahnya. Tanpa pikir panjang, dia segera bangkit untuk menemui kekasih yang sudah dia nantikan.


Dengan amat tergesa dia pergi dari kantornya, menyempatkan diri untuk menelfon suruhan nya dan memastikan Aster tidak akan pergi kemana-mana sebelum dia datang. Eros memacu kendaraan nya dengan cepat dan tidak sabaran. Akhirnya penantian itu terbayarkan.


...***...