The Birth Of The Angel

The Birth Of The Angel
Harus Pergi



Waktu berjalan begitu cepat, hari ini sudah terhitung 1 tahun lebih Aster tinggal di bumi. Dan sudah 2 kali dia tidak pulang ke Olympus karena memilih untuk cuti di Bumi. Aster berpikir keras, karena ada pekerjaan yang harus dia lakukan di Olympus. Belum lagi dia takut para Dewa Dewi akan curiga melihat sikap Aster yang seperti enggan untuk pulang. Mau tidak mau cuti kali ini dia harus pulang.


Hal yang membuat dia bingung adalah Eros. Perbedaan waktu di bumi dan di Olympus lumayan cukup terasa, membuat Aster juga tidak bisa tinggal di Olympus terlalu lama. Pasti Eros akan memaksa untuk ikut, jika Aster pergi terlalu lama. Dia juga tidak bisa mengabari Eros setelah masuk ke dalam portal. Mungkin jika masih bisa mengabari Eros tidak akan memaksa untuk ikut.


"Sayang apa yang kamu pikirkan?" tanya Eros yang tiba-tiba memeluk Aster dari belakang.


Aster terkejut karena dia sedang berdiri di pinggir danau dan Eros tiba-tiba datang memeluknya, "Eros ini tempat umum," ucap Aster.


Eros tidak menggubris omongan Aster dan semakin memeluknya erat, "Tidak apa, kamu liat di sekeliling banyak yang bermesraan. Kenapa harus malu," ucap Eros.


"Eros," ucap Aster dengan penekanan.


Eros mengalah dan melepaskan pelukannya, "Oke fine, puas?" ucap Eros sedikit kesal.


"Eros aku ingin berbicara penting," ucap Aster dengan nada serius sehingga Eros tidak jadi kesal.


Eros diam dan mendengar, "Besok aku akan pergi ke rumah bibi ku, dia sedang sakit jadi aku akan menjenguknya. Dan kamu tidak perlu khawatir aku akan mengabari mu. Aku hanya akan pergi seminggu okey?" ucap Aster.


"Baiklah tapi aku ikut, jika kamu tidak ingin aku menemui bibi mu aku akan mencari penginapan disana," ucap Eros.


Aster sudah menduga Eros akan seperti ini, "Tidak boleh disana tidak ada penginapan," ucap Aster.


"Tidak masalah aku bisa tinggal di dalam mobil, pokoknya aku tidak membiarkan kamu pergi sendiri," ucap Eros.


Aster sudah tidak tau harus berasalan apa lagi, "Kenapa sih kamu sangat keras kepala? Aku hanya pergi beberapa hari, kita juga selalu bertemu hampir setiap hari. Apa tidak bisa kamu memberikan aku waktu sendiri tanpa terus mengikutinya ku? Aku sesak Eros, berhentilah bersikap posesif biarkan aku pergi sendiri ke rumah bibi ku," ucap Aster dengan nada tinggi.


Terlihat raut wajah kecewa dari Eros, dia tidak menyangka bahwa Aster merasakan demikian. Eros memaksakan senyuman di wajahnya.


Dia merapikan anak rambut Aster dan membelai wajahnya lembut, "Baiklah aku tidak akan mengikuti mu, jangan marah lagi ya. Maaf jika kamu sesak selama bersama ku, maaf jika kamu merasa aku seperti mengekang mu," ucap Eros, dia tersenyum tapi hatinya terasa sakit.


Tapi bukan masalah, asal Aster tidak meninggalkan nya itu tidak akan menjadi masalah. Eros akan terus memahami Aster dan mengalah. Asal dia tetap di sisinya.


"Aku sedikit ada urusan, kamu tidak apa ya pulang sendiri? Aku akan memesankan taxi, besok aku akan ke rumah mu saat kamu pergi ya? Aku pergi dulu," ucap Eros lalu mencium kening Aster dan pergi.


Aster melihat punggung itu menjauh, dia tidak bermaksud demikian. Dia juga tidak pernah merasa Eros posesif padanya. Eros membebaskan dia untuk mengikuti kegiatan apapun di kampusnya. Dia juga boleh berteman dengan siapa pun. Hanya saja jika ada perkumpulan tertentu Eros memilih untuk menemani Aster.


Dia hanya akan memperhatikan tanpa berkomentar tentang apa pun yang Aster lakukan. Aster tau dia melakukan itu karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya. Tapi Aster mengatakan hal yang jahat.


"Maafkan aku Eros,"


...***...


Mereka sarapan bersama dengan makanan yang Eros masakan. Aster juga merasa masakan Eros tidak seenak biasanya. Katanya suasana hati juga mempengaruhi rasa masakan. Pasti gara-gara suasana hati yang sedih rasa masakan Eros tidak semaksimal biasanya.


Eros mengantar Aster sampai di parkiran, lalu memeluk Aster sangat lama seolah tidak ingin dia pergi.


"Tolong jangan lupa kabarin aku ya?" ucap Eros.


Aster mengangguk, padahal hal itu tidak mungkin terjadi. Dia sengaja meninggalkan ponselnya di atas kasur untuk menjadi alasan tidak mengabari Eros.


Aster mengendarai mobilnya dan pergi dari daerah apartemen nya. Eros memandang mobil Aster yang menjauh. Setelah beberapa menit Eros melihat GPS yang dia pasang di mobil Aster. Setidaknya dia harus tau Aster kemana meski tidak ikut.


Eros terus memperhatikan jalur yang di lewati Aster. Sampai saat mobil itu berhenti di kawasan hutan yang cukup dekat dari daerah apartemen Aster. Eros khawatir karena mobil itu tidak kunjung bergerak lalu segera menuju lokasi terakhir mobil itu.


Jarak hutan itu lumayan dekat sekitar 15 menit dari Apartemen, Eros juga akhirnya menemukan mobil Aster yang di parkir agak masuk hutan. Hal itu membuat Eros semakin khawatir lalu bergegas.


Eros melihat mobil itu dan tidak menemukan Aster, dia khawatir dan panik takut terjadi sesuatu kepada Aster.


"Harusnya aku memaksa untuk ikut atau harusnya aku mengikuti dia diam-diam. Sekarang dia pergi lagi, dia menghilang." ucap Eros lalu berteriak memanggil nama Aster.


Di tengah rasa panik dan khawatir nya Eros melihat ada kamera di mobil Aster untuk merekam jalanan. Siapa tau dia bisa menemukan petunjuk di situ.


Eros membuka mobil Aster yang sama sekali tidak di kunci, dia mengambil kartu memori lalu memutar vidio di kamera itu lewat laptop yang selalu ada di mobilnya.


Eros mengecek file di hari itu dan dia melihat sesuatu yang mengejutkan. Aster masuk ke dalam suatu portal misterius lalu menghilang di dalamnya. Eros merasa terkejut lalu dia merasakan kepalanya sangat pusing dan pingsan saat itu juga.


...***...


Saat sore menjelang Eros bangun dari pingsannya. Dia merasa kepalanya masih sangat pusing, Eros mengingat kembali kejadian yang tadi terjadi. Dia melihat sekeliling, ternyata yang di alami Eros nyata dan bukan mimpi. Eros juga melihat kembali protal yang membawa Aster pergi.


"Siapa kamu sebenarnya Aster? Apa karena hal ini kamu sampai membohongi ku?" ucap Eros sedih.


"Terlepas dari siapa pun kamu, aku tidak peduli. Tapi tolong cepat kembali," ucap Eros lalu dia menangis. Eros tidak peduli siapa sebenarnya Aster, hal yang jauh lebih dia takut kan adalah jika tidak akan bertemu Aster lagi.


Eros mengenang kembali kenangan mereka saat awal bertemu sampai sekarang. Dia juga ingat Aster pernah mengajukan pertanyaan jika Aster bukan manusia apa Eros masih menyukai nya.


Eros saat itu berpikir Aster hanya bercanda tapi jawaban Eros bukan candaan. Dia menjawab pertanyaan Aster dengan sungguh-sungguh. Dan hal itu yang akan terjadi sekarang. Siapa pun Aster bagaimana wujudnya asal itu tetap Aster yang dia kenal Eros akan menerimanya. Dan dia akan menemukan Aster seperti sebelum-sebelumnya.