
Otto melempar berlian itu lalu naik ke atas kursi, phobia ularnya pun ketahuan oleh yang lain.
Yuda mengamankan telur itu di pocket-nya lalu kembali untuk memulai acara.
"Tadi pagi aku berdebat dengan Sabela perihal bentuk alam semesta ini. Singkatnya Sabela sedang meneliti bentuk alam semesta guna mencari kemungkinan jalan masuk kalian."
"Dengan hormat aku menghentikan penelitiannya dan mengajak ke sini."
Kikil mengangkat tangan lalu bicara. "Sabela? Maksudmu kakak perempuan dingin itu? Siapa sangka dia bicara begitu banyak padamu."
Sabela menanggapi dengan anggukan kecil lalu minta maaf ke Kikil karena selalu mengabaikannya. Sabela melakukannya karena tidak menyukai cara bicara Kikil yang cenderung menghina.
Yuda mengangkat tangannya meminta semua untuk tenang.
"Mohon jangan mengganggu acara ini, ada hal penting yang harus saya sampaikan."
Kikil kesal lalu memukul meja. "Hei paman! Aku ini tuan putri. Dan wanita itu mengejekku, jangan halangi aku membalasnya!" Kata Kikil.
"Tapi nona Sabela bilang kau mengejeknya?" Sela Otto.
"Memangnya kau punya bukti?!" (Kikil)
"Kau memang mengejekku, aku punya buktinya." (Sabela)
Sistem Sabela muncul dan menunjukkan rekaman momen saat Kikil mengejeknya.
Bersamaan dengan itu Sabela memberitahu mereka nama Sistem-nya.
[Sistem YGGDRASIL]
Kekuatan Sistem-nya terbagi menjadi 9, salah satunya kekuatan untuk mengumpulkan seluruh informasi dari yang di 9 dunia.
Sabela mempertanyakan alasan mereka bisa mengerti bahasa satu sama lain, padahal berasal dari alam semesta yang berbeda. Kemungkinan jawabannya ada di Systemverse.
Secara blak blakan menyebut Systemverse sebagai alam semesta khusus yang mengumpulkan para pengguna Sistem dan mengirim mereka ke alam semesta lain secara acak.
Sabela melirik Yuda, lalu menyerahkan panggung kepadanya.
"Seperti yang Sabela katakan. Kalian telah diculik oleh sebuah alam semesta. Aku tidak akan banyak bicara karena yang akan melakukannya adalah temanku ini."
Nostradamus adalah tamu yang dimaksud. Dia mengenakan kemeja biru bergaris, rompi hitam, dan dasi putih. Untuk bawahannya dia mengenakan celana hitam dan sepatu hitam.
Tentu saja Nostradamus menyesuaikan penampilannya dengan acara yang akan dia ikuti. Dalam perjamuan yang menegangkan ini berpakaian santai adalah langkah yang bagus.
"Selamat malam, saya Nostradamus."
Nostradamus duduk di kursi kosong yang telah disediakan.
"Tanpa basa basi saya langsung saja ke intinya. Tidak penting bagaimana bentuk alam semesta ini, yang jelas kalian bisa pulang ke alam semesta masing-masing."
Para hadirin mulai ribut, Nostradamus melanjutkan.
"Tapi besar kemungkinan Systemverse akan menculik kalian lagi."
Nostradamus menjabarkan fenomena Lost Brainware seperti rumus yang sulit dipelajari. Masalah utamanya terletak pada Systemverse itu sendiri, dan alasan dia melakukan impor - ekspor produk sistem ke berbagai dunia.
Mereka berlima beruntung bertemu Yudistira dan Nostradamus, jika mereka kembali sekarang Lost Brainware akan kembali menculik dan menelantarkan mereka di antah berantah.
"Tentu kita tidak mau hal ini terjadi."
"Tuan Otto, sebagai orang yang pernah mengembala di Systemverse bisakah kau ceritakan kondisi geografis-nya? Katakan semua yang kau tahu dan lihat."
Otto bercerita tentang Systemverse. Selama perjalanannya mencari jalan keluar dari tempat itu dia tidak pernah sekali pun melihat makhluk hidup yang nyata. Kebanyakan yang dia lihat hanyalah hologram atau makhluk non fisik yang diciptakan oleh papan papan hologram yang menumpuk di tempat itu.
Nuansa Grimdark yang kental, beberapa tempat juga terlihat seperti dunia yang penuh jam bundar meleleh seperti lukisan The Persistence of Memory. Otto menambahkan dunia itu penuh pemandangan bak lukisan aliran Surealisme.
Nampaknya waktu di dunia itu tidak berjalan seperti dunia Otto dan Vanessa, sebab mereka tidak pernah sekalipun kelaparan atau kehausan.
Nostradamus berencana mengirim mereka ke Systemverse untuk menyelidiki alam semesta itu. Hitung-hitung sebagai tenaga kerja gratis.
Jika bersedia mereka akan diberi sejumlah perlengkapan yang memadai dan mengemban misi menemukan inti dari semesta tersebut.
Contohnya, inti dari alam semesta Yudistira yang berupa sebuah bintang abadi dan mampu berubah wujud setiap satu Milenium.
Sabela mengangkat tangannya. Menyatakan kebersediaannya mengikuti misi ini.
Dengan tegas dia berkata. "Aku akan melakukan apa pun untuk kembali ke sisi rakyatku."
"Aku juga." Rafaela angkat tangan.
Otto dan Kallen angkat tangan di saat bersamaan.
Sekarang tersisa Kikil. Mau tidak mau dia harus mengikuti kata mayoritas.
Lalu bagaimana dengan Yuda. Dia tidak ikut, tapi Nostradamus berniat mengikutsertakan dirinya bagaimana pun caranya. Untuk itu Nostradamus membuat sebuah siasat.
Mereka akan berangkat 6 hari dari sekarang, termasuk Yuda yang akan pergi dalam wujud avatar.
Sebelum pergi para pengguna Sistem menikmati akomodasi yang ramah di kantong Yuda.
6 hari kemudian, Yuda mendapatkan alat baru yang mendukungnya menciptakan avatar guna mencegah terjadi kerusakan saat melewati atmosfer hingga ruang dan waktu yang memisahkan alam semesta.
Konyolnya avatar yang dia buat merupakan anak kandung dari tokoh fiksi bernama Michael Salga.
Boneka manusia dibangun dari tanah yang suci dan air yang mengalir. Alat itu bekerja dengan sangat baik, hasil pahatannya sangat mirip dengan manusia.
Lalu bagaimana dengan kekuatannya? Avatar itu memiliki salinan kekuatan Yuda. Tentu saja kekuatan tersebut akan berkembang mengikuti perkembangan Yuda. Dan avatar itu memiliki kendali lintas semesta.
"Selamat pagi semuanya. Ini aku Yudistira."
Sabela menatap Yuda dengan mengantuk, dia mengaku tidak tidur selama dua hari karena semangat belajar.
Gerbang besar terbuka di langit, asap biru yang tidak asing mengepul di sepanjang tepinya. Entah apa yang terjadi para pengguna Sistem sudah berada di pesawat antariksa saat melihat portal itu.
Yuda tersentak hingga menumpahkan kopi di sampingnya. Posisinya seperti sedang bermain game online. Sangat menyenangkan bergelut dengan rasa penasaran dan ketakutan yang nyata.
Bahkan saking takutnya Yuda pada dunia baru itu sekujur tubuhnya sampai gemetar seperti goyangan mesin cuci.
"Aku tidak takut, Rika! Buatkan saja air es untuk ku minum."
Melihat temperamen suaminya berubah Frederica semakin yakin dia sedang dilanda ketakutan ekstrem.
Nostradamus berperan sebagai kapten kapal. Dia memerintahkan para pengguna sistem untuk memilih pasangan masing-masing.
Terpilihlah pasangan, Otto - Rafaela, Kallen - Kikil, Yudistira - Sabela.
Mereka akan menjelajahi salah satu planet paling berbahaya di Systemverse.
Di planet itu ada awan gas yang dapat mengubah manusia menjadi bahan organik. Nostradamus menunjukkan hasil penelitian awan gas untuk lebih meyakinkan mereka.
[Gunakan kamera untuk menangkap gambar. Potret semua tempat yang kalian lewati maupun singgahi tanpa terkecuali.]
[Kalau kalian sudah siap aku akan mengirim kalian ke empat penjuru mata angin. Tim siapa pun yang berhasil mencapai ujung pertama kali akan dikirim ke lokasi ke empat. Pekerjaan tambahan itu tidak akan membebani kalian yang ingin pulang ke rumah.]
"Apa disini ada... makhluk semacam Alien?" Tanya Kikil.
Sebelum Nostradamus sempat menjawab Otto bertanya pada Kikil. "Darimana kau tau Alien? Bukankah di duniamu tidak ada ilmu Astronomi??"
Kikil menatap Otto, lalu menjawab dengan nada malas. "Tentu saja aku belajar. Oh ya, tuan Yudistira, katakan pada istrimu, aku pinjam buku resep masakannya."
Frederica sudah tau salah satu dari mereka mencuri buku masakannya. Dia sudah mengikhlaskannya.
Keenam orang ini pun berpisah.
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................