
Sambil mendengarkan cerita Kallen, Otto menebas para Undead dengan pedang Rohan Blazeheart.
Otto berkata, "Oohh, jadi itu alasanmu takut pada Undead. Lebih tepatnya kau tidak tega menyerang mereka karena mereka mengingatkanmu pada anak-anakmu."
Kallen mengangguk pelan.
Otto berkata lagi. "Aku tidak akan bertanya lagi. Kalau kau merasa tidak mampu, tetaplah di belakangku."
Kallen duduk di belakang Otto, sudah lama sejak terakhir kali dia mengharapkan perlindungan dari orang lain.
Karena misinya menghabisi semua Undead, Otto pun tidak perlu berpindah tempat. Cukup berdiri di tempat yang sama dan para Undead akan menghampirinya.
Sistem Lone Wolf cukup baik kepada penggunanya, dia memperlihatkan kenangan indah saat Kallen masih bersama anak-anaknya.
Kallen menemukan kesamaan antara Otto dan kedua anaknya.
Undead bukanlah monster yang memiliki IQ tinggi dalam pertempuran. Mereka menyerang musuh tanpa strategi, sehingga sangat mudah dikalahkan.
"Mudah sekali. Berapa banyak sisa core ku, Sistem?"
Otto menyebut energi mistis yang mewujudkan segala bentuk serangannya 'Core'. Pemilihan nama itu bukan tanpa alasan. Inti Sistem Otto adalah jantungnya, alias inti dari tubuhnya.
[Sistem Pendongeng]
[Setelah berpindah dunia untuk yang ketiga kalinya jumlah Core mu menurun drastis]
[Sisa core \= 30/5,000,000,000,000]
[Jumlah itu cukup untuk memanggil dua Horsemen dan membuat 10 berita palsu skala planet]
"Itu cukup."
Otto mendekati Kallen yang masih lemas. Tanpa bicara, dia mengangkat Kallen ke atas sebuah kotak biru yang melayang.
"Kau boleh duduk di Lighthouse. Benda ini juga bisa diubah seperti ini... "
Otto menyentuh sisi Lighthouse, mengubahnya menjadi kursi sofa melayang yang nyaman dengan tetap mempertahankan bentuknya.
"Te-terima kasih, kau sangat perhatian,"
Otto tersenyum lalu berkata. "Memiliki banyak kekuatan tidak buruk kan?"
Mereka mendekati kotak pesan yang melayang naik turun seperti save point dalam video game.
Lighthouse mengikuti tanpa bergetar saat bergerak maju.
SPT menghilang saat Otto menyentuh kotak pesan itu.
<Sistem Pemandu>
[Anda telah berhasil melewati tes pertama]
[Jujur, saya tidak menyangka, Anda Otto Night, ternyata lebih kuat dari Kallen Kyrlshine, setidaknya di bagian Hax]
Otto mengangguk membenarkan hal itu.
Sistem pemandu memberi mereka hadiah dan kode teleportasi.
Hadiah Otto adalah Hand Gun dan kotak gacha yang dapat diaktifkan dengan menukar 10 nyawa monster berbagai ukuran. Pengecualian untuk monster skeleton yang mereka habisi hari ini.
Kallen mendapat sebuah bel cantik dengan banyak ornamen dan sekeranjang buah pil. Buah itu hanya buah biasa.
Barang-barang itu secara otomatis masuk ke sebuah ruang penyimpanan yang disebut juga Treasure Room, ruang virtual yang tidak terlihat dan hanya dapat dibuka dengan kata kunci suara atau gerakan tubuh.
Otto penasaran dengan keadaan teman-temannya. Sebenarnya, dia sangat takut berjalan di planet itu tanpa pengguna Sistem Kebaikan.
<Sistem Pemandu>
[Jalan yang Anda nantikan ada di tempat ini, masukilah portal itu, dan Anda akan menemukan apa yang Anda inginkan.]
Otto membayangkan Vanessa; dia berharap petualangan ini segera berakhir dan dia bisa menemukan jalan pulang.
Saat mereka berdua memasukinya, angin yang sangat kencang bertiup dari belakang.
Otto berusaha bertahan dari dorongan angin yang seakan memaksa mereka melintasi portal itu.
"Otto, lepaskan peganganmu ke celah dimensi itu! Kita akan baik-baik saja!" teriak Kallen yang sudah sampai di seberang jalan.
Otto pun melepas pegangannya; dia terbang selama beberapa detik lalu jatuh di pasir. Di sanalah dia bertemu kembali dengan avatar Yuda dan Ratu Sabela.
Aneh, Yuda tampak menjaga jarak dari Sabela. Nampaknya sesuatu yang menarik terjadi selama perjalanan.
Otto menyapa Yuda dan Sabela; Kallen tampak malu duduk di atas sofa seperti orang penyakitan.
Tak lama kemudian, Rafaela dan Kikil sampai ke tempat itu.
Menurut pengakuan Rafaela, mereka diserang oleh segerombolan makhluk aneh bertopeng kera.
Kikil sempat melawan mereka dengan kekuatan Sistem-nya, tapi orang-orang bertopeng itu tidak bisa mati. Dan mereka...
"Mereka mencabik-cabik tubuh Kikil dengan sangat kejam menggunakan tombak putih berapi, hiks, hiks,"
Rafaela menangis tersedu-sedu saat menceritakan kejadiannya. Kejadian itu membuat Rafaela trauma.
Yuda memeriksa mayat Kikil; serangan yang membunuhnya adalah tusukan vertikal ke arah jantung.
Rafaela membenarkan hal tersebut. Kikil tertusuk di dadanya sebelum disiksa oleh para penjahat.
Kejadian ini menunjukkan bahwa Systemverse tidak seaman yang mereka bayangkan.
Sistem Pemandu muncul lagi. Kali ini dia menunjukkan daftar nama kelompok Yuda, dan nama Kikil tidak ada di sana.
<Sistem Pemandu>
[Turut berduka cita atas gugurnya salah satu peserta.]
[Sekarang waktunya kalian memanjat tangga pengetahuan Systemverse dengan mendaki sebuah tempat bernama Tower of Midnight.]
Kematian anak perempuan itu membuat hati Rafaela hancur. Dia melepaskan amarah yang terpendam.
"Kurang ajar! Kenapa kau membunuhnya?! Apa salahnya sampai harus merasakan kematian yang begitu menyakitkan!!?"
<Sistem Pemandu>
[Jawabannya akan kau temukan di akhir perjalanan ini. Dakilah 1010 lantai menara itu dan sebutkan keinginan kalian.]
"Apa??"
<Sistem Pemandu>
[Kau masih tidak mengerti juga. Alam semesta ini adalah surga yang diciptakan untuk para pengguna Sistem yang mencintai kerja keras dan memiliki hasrat tidak terbatas untuk menjadi yang terkuat.]
"Apa yang kau bicarakan?!"
Selain Rafaela, tidak ada yang membesar-besarkan kematian Kikil.
Otto menenangkan Rafaela; pada akhirnya kematian Kikil tidak menghasilkan apa pun. Hanya ingatan tentangnya yang tersisa.
Jenazah Kikil pun disimpan dalam Virtual Pocket Yuda.
Otto meminta semua orang yang tersisa menunjukkan hadiah yang mereka dapatkan dari ujian atau misi sebelumnya.
Yuda mendapat bidak catur Raja, dan Sabela mendapat bidak catur Ratu. Benda itu mereka dapatkan setelah menyelesaikan ujian tanya jawab seputar mitologi Nordik dan Jawa.
Rafaela mengaku sempat mendapat sesuatu namun benda itu diambil kembali oleh Sistem Pemandu.
Reaksi Rafaela akan suatu hal menunjukkan bahwa dia memiliki hati yang terlampau lembut. Bagi sebagian orang dia itu cengeng.
Kallen berbisik ke Otto. "Haruskah kita naikkan dia ke Lighthouse?"
Otto menjawab. "Jangan menjelek-jelekkan orang...! Dasar kau."
Untuk mengobati kesedihan Rafaela, Kallen dan yang lain sepakat untuk menggelar alas di tempat itu untuk sementara waktu.
Sistem Pemandu yang ingin menegur dikejutkan oleh hawa mengancam yang luar biasa dari Sabela. Menyadari betapa menakutkannya pemilik Sistem YGGDRASIL itu, Sistem Pemandu pun tidak jadi menegur mereka.
Yuda berusaha menghubungi Sistem Kebaikan. Sudah 20 jam mereka putus kontak. Untungnya Yuda masih bisa mengendalikan avatarnya dan menghubungi Sistem lewat dunia manusia.
Yuda yang sedang mengontrol avatar merasa lelah. Sebenarnya, avatar itu memiliki mode autopilot, hanya saja Yuda enggan menggunakannya.
"Kenapa perasaanku tidak enak? Apa terjadi sesuatu di tempat kerja? Atau di toko buku? Apa aku melupakan sesuatu yang penting?"
Yuda mengubah setelan avatarnya ke mode autopilot lalu membasuh wajahnya.
Ingatannya pulih setelah itu. Dia baru ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahun Sistem yang ke-10.
Di tanggal itu, Yuda pertama kali bertemu dengan Sistem 10 tahun yang lalu. Susunan pesta ulang tahun itu sangat sederhana, yaitu pemotongan kue dan doa untuk semua orang di belakang Sistem, termasuk sang pencipta Sistem.
Yuda berdoa dengan khusyuk. "Lindungilah kami dari segala marabahaya di luar sana. Ampunilah dosa dosa Kikil dan terimalah segala amal ibadahnya, serta tempatkan dia di tempat terbaik di sampingmu. Amin."
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................