
Altar bulat turun untuk menjemput player baru. Sesampainya mereka di atas kelompok Yuda mendapat nama julukan mereka [ The Outsider ] dan mereka bertemu dengan banyak pengguna sistem lainnya.
"Apa apaan ini? banyak sekali pengguna sistem disini."
Mereka diculik oleh Lost Brainware gelombang kedua dan dipaksa untuk mendaki menara.
Kelakuan Systemverse yang buruk membuat Yuda semakin kesal.
Yuda bertabrakan dengan seorang pria berpakaian bangsawan Tiongkok. Dari penampilannya pria itu tampak seperti seorang kultivator.
Yuda bergegas berdiri lalu membantu pria itu namun tangannya ditepis.
"Jangan sentuh aku, dasar rakyat jelata!'
Mendengar hinaan itu Yuda langsung menyingkirkan dari hadapan si pria.
"Tionghoa sialan! mudah mudahan aku bertemu dengannya."
Rafaela memegang tangan Yuda. Dia mengungkapkan kekhawatirannya dengan cara berbisik.
Kekhawatiran Rafaela bisa diterima sebab dia bukan pengguna sistem petarung. Yuda meyakinkannya untuk menggunakan tiket emas saat bertarung, itu pasti akan membantunya.
Sekarang Kikil yang memeluk tangan kirinya. Rupanya Kikil iri dengan Rafaela yang mendapat bantuan.
"Berikan aku tiket emas juga... "
"Aku tidak yakin bisa menang."
Yuda berpikir dua kali. Secara teknis tidak ada dampak buruk dari membagikan tiket emasnya.
Yuda pun memberikan 3 lembar tiket emas ke Kikil, lalu membagikan tiket emasnya ke yang lain untuk berjaga jaga.
Otto, Sabela, dan Kallen diberi 1 tiket. Kikil dapat 3. Rafaela dapat 5.
Tak lama kemudian Sistem Pemandu muncul masih dalam wujud Golem mungil.
[ Pemandu ]
[ Ujian lantai kedua segera dibuka ]
[ Ini adalah pertarungan 1 vs 1, System user vs System user ]
[ Menangkanlah dan naiklah ke lantai berikutnya! ]
Bagian tengah pulau melayang ditutupi batu granit, tiang tiang dipasangkan, atap transparan dibentangkan, nama nama petarung ditetapkan.
Yuda terpilih sebagai petarung pertama melawan pengguna sistem artefak elemental.
Otto bercanda dengan memijat punggung Yuda sebelum dia pergi. Kallen ikut membercadainya dengan mengelap keringat di pipi Yuda dengan kain bajunya.
"Selamat berjuang ketua, jadilah contoh yang baik untuk kami." Ucap Otto.
Rafaela menggenggam erat tiket emas saat Yuda naik ke arena.
Yuda berusaha menganalisa kemampuan lawannya dengan pusaka lensa yang dapat menampilkan statistik musuh.
Nama : Ezeriel Clawsin
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 19 tahun (sudah meninggal)
Sistem : Elemental
Spesifikasi kemampuan Sistem : Master 4 elemen bumi dan 1 elemen mistis
Masa lalu : ???
< Isi kolom yang kosong untuk mendapatkan hadiah dari Sistem >
< Tanyakan langsung bagaimana masa lalu mereka, anggaplah seperti upaya berbaur >
Yuda mengeluarkan sebuah meriam tangan, senjata itu dia minta dengan tiket emas sebelum naik ke arena.
Pria yang menjadi lawannya memperkenalkan dirinya. Ezeriel Clawsin sang pangeran gagal dari wilayah Antoinette.
***flashback Ezeriel Clawsin***
Di masa damai keluarga kerajaan Clawsin membuat sebuah sayembara untuk memperebutkan sang putri tertua bernama Rosemary Clawsin.
Saat itu Ezeriel yang seorang pengguna Sistem baru kembali dari tugas mulia berburu naga iblis. Ezeriel rela meninggalkan tugas mulia itu demi memastikan keamanan kakaknya dan sayembara yang dilaksanakan.
Ezeriel bicara dengan sistemnya.
"Hari ini aku merasa tidak enak badan. Apa karena kemarin aku kebanyakan minum?"
Sistem-nya menjawab. [ Hari ini adalah hari yang besar, kalau kau merasa tidak enak badan berarti ada sesuatu yang salah di istana ini.]
Sistem Ezeriel bernama Elemental System.
Setelah mendapat peringatan dari sistemnya akan adanya bahaya Ezeriel bergegas mencari sumber bahaya tersebut. Dia menanamkan keempat artefaknya di sekeliling istana guna mengaktifkan sebuah skill unik, naas saat akan menanam artefak keempat dia diserang dari belakang oleh musuh mengerikan yang tak lain adalah naga iblis yang dia incar.
Naga itu menusuk punggung Ezeriel dengan cakram berduri, melumpuhkan sebelah tangan Ezeriel lalu menusuk jantungnya.
Ezeriel berusaha memanggil artefak airnya guna menyembuhkan diri namun sang naga iblis yang mengetahui rahasia kekuatan Ezeriel telah menyegel 3 artefak yang dia tinggalkan di sekeliling istana.
Ezeriel yang sekarat pun bertarung habis habisan sebelum dirinya mati karena pendarahan hebat.
Ezeriel pun mati tanpa sempat meraih mimpinya. Setelah mati jiwanya diambil oleh Lost Brainware.
Systemverse menjadi rumah barunya, tempat dimana dia bangkit kembali dalam keadaan sehat, dan diharuskan mendaki 1010 lantai guna mencapai puncak mistis dari menara terbalik.
***Flashback Ezeriel berakhir***
Ezeriel dengan senang hati menceritakan masa lalunya ke Yuda. Ini menghemat penggunaan kartu Yuda. Kalau tadi dia menolak menceritakannya Yuda akan menggunakan kartu emas/platinum.
< Masa lalu : Pangeran yang terbunuh oleh musuh besarnya tepat di hari pernikahan kakaknya >
Yuda berkata. "Kau punya masa lalu yang sedih. Kurasa bukan hanya kau yang punya masa lalu kelam di tempat ini."
Ezeriel melanjutkan. "Kita semua diculik dan dipaksa bertarung. Memang ironis tapi aku sudah terbiasa dengan kekejaman Systemverse."
Ezeriel mengambil lembar foto dari saku bajunya. Itu adalah foto kakaknya yang dicintainya dan beberapa anggota keluarga kerajaan yang menyayanginya.
Ezeriel bersumpah atas nama keluarganya. "Aku bersumpah atas nama keluargaku, aku akan mendaki hingga puncak menara dan mencari cara kembali ke keluargaku."
Artefak berbentuk pohon bonsai berwarna coklat perunggu muncul di tangannya.
Sistem Kebaikan menganalisis benda itu dalam hitungan detik.
< Itu adalah salah satu artefak elementarnya, artefak bumi! >
Yuda memilih cincin bumi sebagai sebayanya utamanya.
Ezeriel menancapkan ekor artefak itu ke tanah lalu memanggil roh bumi yang bersemayam di dalam artefak.
Ezeriel dan roh menantang Yuda bertarung hingga salah satu dari mereka pingsan, menyerah, atau mati.
Pertarungan pertama pun dimulai dengan tiupan terompet.
Yuda menggunakan Nebula eye untuk berteleportasi ke depan Ezeriel.
Ezeriel yang terkejut sontak mengubah arah serangan sihirnya.
Yuda menusuk tangan kiri Ezeriel dengan keris reog lalu menembakkan Drake Breath dari cincin buminya tepat di wajah Ezeriel.
Gelombang udara Drake Breath level 4 menekan Ezeriel hingga menghancurkan arena.
Kekuatan penghancur yang Yuda tunjukkan membuat banyak orang terpana sekaligus menginspirasi arsitek arena untuk memodifikasi pondasi agar tidak mudah hancur.
Sempat mengira dirinya sudah menang Yuda malah terjerat tertusuk duri tanah di kedua kakinya.
Ezeriel berhasil bertahan dari gempuran Drake Breath. Dengan senyum lebar dia berkata.
"Jika kau mati disini, siapa yang akan mencarimu?"
Yuda berteleportasi sejauh mungkin dari Ezeriel.
Duri tanah yang menusuknya ikut terbawa. Yuda tidak merasakan sakit karena yang tertusuk adalah tubuh avatarnya. Dia hanya merasakan lemas di kakinya saat menggerakkan avatarnya.
Ezeriel bangkit dengan wajah setengah hancur. Punggung dihiasi dengan roda perunggu yang nampak berbahaya.
Roda itu memberinya kontrol penuh atas elemen mistis yang disebut Dark Vibracoat.
Dark Vibracoat adalah arang yang berasal dari alam semesta Ezeriel.
< Analisis kemampuan Ezeriel Clawsin selesai >
< Jumlah artefak : 5 >
< Jumlah elemen : 2 (3 tersegel) >
< Elemen terbebas : Earth (Manipulasi bumi) | Dark Vibracoat (Manipulasi cahaya hitam) >
< Dark Vibracoat adalah elemen mirip cahaya yang bersuhu sangat tinggi. Elemen ini dapat dibentangkan seperti tabir. Tidak memiliki ukuran yang jelas/terus berubah ubah. Ezeriel pernah menggunakan elemen ini untuk menahan hujan meteor naga iblis >
Roh Dark Vibracoat menampakkan diri, bersamaan dengan dilepaskan tabir merah darah yang membakar langit hingga langit berubah gelap seperti gosong.
Ezeriel mengancam akan melepas penahan dari tabir bagian bawah yang akan menghujani arena dengan api jika Yuda tidak mau menyerah.
Yuda pun berpikir logis. Jika avatarnya kalah di pertarungan ini dia masih bisa membuat avatar baru dan mengirimnya ke Systemverse.
"Bagaimana menurutmu Sistem? Apa sebaiknya aku menyerah demi kebaikan semua orang?"
Nostradamus menggantikan Sistem bicara kepada Yuda. [ Daripada menyerah dan kembali dengan avatar baru, bukankah lebih baik anda menggunakan seluruh kekuatan untuk mengalahkannya? Itu jauh lebih terhormat.]
Ezeriel menunggu, rasa kesal mulai muncul di hatinya.
"Tapi aku tidak bisa menggunakan kartu emas, atau yang lain akan ketahuan menggunakan bantuanku."
[ Kali begitu gunakan tiket platinum. ]
Yuda lupa kalau dia punya jenis tiket lain yang lebih kuat.
Yuda menolak untuk menyerah lalu merobek selembar tiket platinumnya.
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................