Systemverse

Systemverse
Bab 20. Kue persahabatan



Rafaela melangkah mundur sambil menarik tangan Kallen.


"Makhluk itu kah yang ada di dalam dirinya? Aku tidak percaya makhluk seberbahaya itu bisa merasuki seorang gadis lemah." ucap Rafaela.


"Begitulah mbak, dunia kita kejam dan brutal. Ditambah lagi dia tidak bisa menemukan dewa yang sebenarnya. Sungguh menyedihkan."


Kallen menggendong Rafaela. Tak lama kemudian sistem pemandu mengumumkan penundaan ujian selama beberapa jam.


Yuda pun membawa kelompoknya ke tempat yang aman, dimensi Nostradamus. Tidak tega melihat Dkavia terbaring di lantai, Yuda pun membawanya.


Sesampainya mereka di dimensi independen milik Nostradamus...


"Baiklah kontraktor, jelaskan kenapa kau lari kesini?!" Nostradamus melanjutkan dengan helaan nafas panjang. "Yang lebih penting lagi, bagaimana caramu masuk kesini?"


Yuda menjelaskan pelan pelan. "Ada yang ingin aku tanyakan soal Sistem. Perihal jalan masuknya Sistem yang menunjukkannya padaku."


Nostradamus membuat kursi dari sihir lalu menjawab pertanyaan pertama Yuda.


"Kenapa kau ingin tahu soal Sistem?" Nostradamus bertanya.


"Sekadar ingin tahu saja. Sistem kebaikan berasal dari pencipta Sistem, lalu bagaimana dengan para sistem yang muncul di Systemverse." Yuda melanjutkan. "Bahkan mereka tidak tahu asal usul sistem mereka kecuali Sabela."


Nostradamus mengatakan secara gamblang dan penuh percaya diri, menurutnya mayoritas sistem yang muncul di Systemverse berasal dari suatu entitas kosmik yang diberi nama The Father of useless thing.


Ayahnya dari segala hal tidak berguna. Makhluk ini berwujud ular angkasa yang sangat besar. Nama itu disematkan padanya karena dia suka membagikan kekuatannya kepada hal hal paling tidak berguna. Contohnya, manusia yang memiliki kemauan besar tapi malas bekerja.


Makhluk ini ditemukan sekitar ribuan tahun yang lalu oleh pasukan penjelajah di sebuah planet tua colossal.


"Lalu bagaimana kekuatannya bisa menjangkau banyak universe?" Yuda bertanya lagi.


"Dia memiliki kemampuan yang mampu mengabaikan realita. Realita yang ku maksud adalah batasan antara universe. Banyak orang berlomba lomba memiliki kemampuan ini. Di Lainka kami menyebutnya, skill [ NO CLIP ]."


Akhirnya Nostradamus memberi mereka tempat duduk. Nostradamus melanjutkan. "Dengarkan baik-baik, kami menyimpulkan Systemverse sebagai kuburan dan tempat sampah. Karena orang-orang yang masuk kesana adalah orang-orang yang gagal dalam. kehidupannya."


"Apa kami harus menaiki 1010 lantai menara baru bisa pulang? Apa kalian tidak bisa membantu kami?" tanya Kikil dengan serius. Kikil melanjutkan. "Berdasarkan ceritamu tadi Sistem Kebaikan Yudistira tidak berasal dari the father, tapi kau mengatakannya seolah sistemnya lebih superior dari milik kami?"


Nostradamus menjawab. "Gadis kecil yang peka. Begitulah maksudku, Sistem Kebaikan jauh lebih kuat dan superior karena tidak terikat dengan The Father."


Kikil bertanya lagi. "Kalau begitu mengapa Yuda tidak mempelajari skill No Clip dan mengantar kami langsung ke puncak menara?"


Indra pendengaran Yuda bangkit.


Nostradamus menggosok dagunya. Lalu menjelaskan ke Kikil. "Diperlukan kekuatan dan ketahanan tubuh setara dunia untuk mempelajari skill itu. Orang biasa tidak akan bisa melakukannya. Tapi nona yang disana kemungkinan bisa."


Nostradamus menunjuk Kallen.


"Apa maksudmu aku?" (Kallen)


"Kau punya tubuh yang sekuat dunia dan energi yang mampu meledakkan bintang bintang. Kau adalah yang terkuat di kelompok ini jika mengabaikan hax Yuda dan Otto." Nostradamus mendekati Kallen. "Anggaplah ini sebagai investasi dan permainan peruntungan. Maukah kau mempelajari skill No Clip?"


Karena dorongan dari teman temannya yang ingin segera pulang Kallen pun menerima tawaran Nostradamus.


Nostradamus berjanji akan menemuinya lagi setelah mereka melewati lantai 10.


Nostradamus mengembalikan mereka ke Systemverse. Iblis Nightmare yang tadi mengamuk sekarang sudah jinak di bawah mata tombak para penjaga lantai 2.


Pemandangan itu cukup mengerikan. Sistem itu mati selayaknya makhluk hidup dengan tubuh membatu penuh luka tusuk. Kejadian ini pasti akan mengubah pandangan manusia terhadap eksistensi Sistem.


"Apa yang akan terjadi padanya sekarang?" Rafaela berusaha membangunkan Dkavia.


Sabela meletakkan tangannya di dada Dkavia. Beberapa detik kemudian Dkavia sadar dengan rasa sakit di bagian belakang kepalanya.


"A-apa yang kalian lakukan padaku?"


Dkavia menjauhi Rafaela dan teman temannya. Perasaan gelisah dia rasakan saat melihat wujud asli Nightmare berubah menjadi batu.


"Dia melarikan diri! Apa harus kita kejar?" tanya Rafaela.


"Kejar dia kalau kau mau. Kasihan juga dia tidak punya Sistem di tempat yang mengharuskannya memilikinya."


Ronde ketiga, dimiliki oleh pengguna sistem pembunuh.


Pengguna Sistem pembunuh menang atas pengguna sistem monarki.


Rafaela menemukan Dkavia bersembunyi di antara tumpukan kardus bekas yang berisi barang barang milik pengguna sistem yang gugur di ujian kedua ini.


Dkavia menatap Rafaela. Dia penasaran dengan Sistem milik Rafaela.


"Jangan murung disana, ikutlah ke kelompokku, ketua kelompokku adalah orang yang pertama bertanding dan menang. Dia sangat baik kepada orang-orang."


Dkavia menepis tangan Rafaela.


Gadis bar bar itu menunjukkan ke bar bar an nya dengan mencekik Rafaela. Tepat siasat itu Sabela da Yuda menolongnya.


Sabela menjerat Dkavia dengan serat pohon yang halus dan membuat gatal.


"Kalian datang beramai ramai untuk menghabisiku,"


Yuda terkekeh mendengarnya. "Untuk apa kami menyakitimu? Malahan kami datang untuk-"


Rafaela menabrak Yuda dari belakang lalu menyodorkan kue mangkuk ke Dkavia yang terjerat.


Rafaela menggunakan kekuatan sistemnya untuk memasak kue beraroma kuat dalam waktu singkat. Saking kuatnya aroma itu Yuda dan Sabela sampai tidak tahan untuk memakannya.


"Ini untuknya! akan kubuatkan khusus untuk kalian, jadi jangan mengganggu." ucap Rafaela tegas.


Dkavia pun menerima kue itu dan memakannya, tak lama air matanya menetes. Kehilangan sistem membuatnya senang bercampur sedih. Dia tidak bisa mengingat alasan di balik kesedihannya karena itulah Dkavia memutuskan menerima ajakan Rafaela.


"Syukurlah kamu suka~"


"Ini kue mangkuk terbaikku, aku akan membiarkannya setiap hari asalkan kau bergabung dengan kelompok kami."


Dkavia melirik Yuda. Dia pasti ketua kelompok gadis ini, pikirnya.


Tanpa diduga Dkavia berlutut kepada Yuda. Itulah tata krama barbarian.


Yuda pun merekrutnya sebagai anggota baru di bawah pengawasan Rafaela.


Sabela meminta penjelasan pada Yuda perihal keputusan menerima Dkavia.


"Wanita itu tidak berguna. Dia pasti akan menjadi beban, jadi kenapa kau menerimanya?"


Yuda menjawab. "Karena pelajaran yang membekas di hatiku membuatku tak mampu menolaknya. Jangan khawatir, Rafaela bilang akan menjaganya."


Sabela melanjutkan. "Tetap saja aku khawatir."


Kedatangan Rafaela dan Dkavia bersama membuat Kikil yang sedang menunggu terkejut.


Setelah dijelaskan oleh Yuda Kikil membuang muka seolah tidak suka dengan Dkavia.


Sementara Otto dan Kallen sedang bertengkar karena hal masalah sepele.


Sebelumnya Otto iseng menggunakan kekuatan hoax nya untuk mengubah posisi nama dia dengan Kallen. Tanpa diduga kekuatannya berhasil dan nama Kallen pun berpindah ke urutan 101. Hal inilah yang membuat Kallen murka dan mencubit wajah Otto dengan keras.


Mereka berdua berguling di tanah seperti dua ekor kucing.


Yuda tak berusaha memisahkan mereka karena menurutnya Otto pantas mendapatkan itu.


Tak lama setelah ronde 5 berakhir tibalah giliran Otto Night untuk bertarung.


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................