Systemverse

Systemverse
Bab 32. Janji yang terlupakan



Musuh yang dia cari adalah wanita yang ingin menghabisinya di malam saat dia mencari Kikil dan Yudistira yang menghilang.


Wanita itu bernama Vanessa.


Otto sedikit terkejut mendengar namanya.


Nama itu sama dengan istrinya.


Vanessa menatap lembut ke Otto.


Dia berjalan dengan anggun.


Dia memakai China Dress dengan campuran kain merah dan emas.


Penampilannya bagaikan ratu tiongkok.


Ditambah lagi banyak orang tidak bisa mengendalikan pandangan mereka ketika melihatnya.


Tidak salah lagi, dia adalah Queen Bee nya kelompok ini.


"NONA VANESSA! NONA VANESSA! Biarkan aku yang menghabisi pengganggu itu!!"


Seorang pria berlari ke depan Otto dan Vanessa.


Dengan gaya sok kuat pria yang mati konyol di kehidupan sebelumnya itu mencoba mengintimidasi Otto hanya dengan kata-kata.


"Hei anak muda! Kalau mau menyentuh Vanessa, langkahi dulu mayatku... "


Biasanya Otto akan melenyapkan orang seperti ini dalam hitungan detik, sayang sekali sistemnya tidak bisa digunakan.


Pria itu merasa superior karena memiliki tubuh yang lebih besar dari lawannya. Ditambah dia punya 4 buff title yang didapatkan dari 4 lantai sebelumnya.


Tangan yang dingin menyentuh pinggang pria itu.


Sentuhan tiba-tiba Vanessa membuatnya tersentak.


Senyuman rubah membuat pria itu meneguk saliva.


Meskipun wanita itu cantik tetapi dia juga memiliki sisi gila.


"Jangan ikut campur urusanku,"


Seketika rubah itu berubah menjadi singa betina ketika bertemu mangsa.


Vanessa membalas sorotan tajam Otto dengan senyum lembut.


Dia terus tersenyum seperti orang tidak waras. Pikir Otto.


Otto masuk ke dalam lingkaran yang disediakan.


Tidak perlu basa basi dengan musuh, Otto langsung mengatakannya.


"Jika aku menang... "


Otto melirik ke para pria di belakang Vanessa.


Tatapan mereka bahkan lebih tajam dari Otto yang ingin mencabut nyawa wanita di depannya.


Baiklah. Akan aku ganti permintaanku.


Otto menunjuk Vanessa.


"Setelah aku mengalahkanmu, kamu harus menjadi budakku selama tiga tahun."


Vanessa tersenyum senang seakan sudah menduga hal tersebut.


Vanessa pun meminta hal yang cukup berbahaya.


"Permintaanmu lama juga. Kalau begitu aku juga akan meminta sesuatu yang sulit."


"Jika aku menang, aku akan mengubah gendermu."


"Permanen seumur hidup."


"... ... ."


"HAHAHAHAAH...!! Dasar ****** ini!"


"Tugas Queen Bee pasti sudah membuat otakmu bergeser!"


"AKU TERIMA!!"


Terlihat Yuda dan Kikil di pinggir lapangan. Mereka berdua sama sama penasaran dengan kemampuan fisik Otto.


Otto dan Vanessa kini berada dalam satu lingkaran yang sama.


Vanessa memutar badannya agar Otto bisa melihat keseluruhan dari bajunya.


"Apa kau menyukai pakaianku hari ini?"


"... ... ."


Otto tidak menjawab dan hanya melancarkan pukulan yang dilapisi api.


< Master of Fireworks (Lt. 4) < Anda bisa menjadi manusia obor selama 20 menit >


< Kelemahan : Tidak ada >


"Nah, mari kita hitung dosa dosamu... "


Dengan tubuh yang seperti iblis neraka Otto melompat ke hadapan Vanessa.


Tiba-tiba sosok wanita berkerudung turun ke tengah arena.


Dia menahan tinju Otto dengan kukunya yang tajam.


"Apa?"


Vanessa tidak tahu siapa yang menolongnya.


Yang pasti di mata Vanessa wanita berkerudung itu sangat cantik.


"Wanita aneh! Kamu datang darimana, hah?"


Wanita itu menjawab.


[ Ruang pengawas... ]


[ ...kau tidak bisa menghabisinya sekarang, peserta Otto Night. Dia telah terpilih sebagai player terbaik yang segera mewarisi title spesial dari penguasa lantai kelima. ]


"Lalu? Aku tidak peduli."


"Aku akan menghabisi dia walaupun dia anak emas kalian!"


[ Kau akan mati kalau nekat melawannya. ]


[ Dia telah mengalahkan 10 peserta yang lebih kuat darimu. ]


[ Persyaratan untuk naik ke lantai 6 sudah terpenuhi sebelum kau datang. ]


"... ... ."


"Aku tidak peduli, wanita ini mencoba membunuhku tempo hari... "


[ Kamu tidak mengerti, jika kamu melawannya sekarang, kamu akan tewas, ]


Yuda mencoba masalah Otto, sedangkan Kikil diutus untuk mengawasi pertarungan Sabela dan Kallen.


Saat Kikil sampai disana dia melihat pertarungan hand to hand antara Kallen dan Sabela.


Kallen menggunakan seni bela diri asal dunianya yang disebut Wushu, sementara Sabela menggunakan ilmu bela diri Aikido.


Sejauh ini tidak ada yang tahu Yuda mahir bela diri Aikido selain Sabela.


Sabela diam diam menyelidiki rumah Yuda tanpa sepengetahuan orang rumah.


Tetapi Sistem Kebaikan yang hampir maha tahu tidak pernah melepaskan pandangannya dari rumah sang kontraktor.


Yuda tahu semua aktivitas Sabela di rumahnya.


Tetapi Yuda hanya menganggapnya seperti kucing yang penasaran dengan isi rumah manusia.


Tinju Kallen mendarat di pipi Sabela.


Selama 25 menit Kallen telah mendaratkan ratusan pukulan di wajah Sabela.


Sabela tetap mampu bertahan berkat julukan [ Dryad ] yang memberinya efek regenerasi super cepat.


Perbedaan kemampuan fisik mereka terlihat jelas.


Sabela lebih lemah.


Dia terpukul mundur beberapa meter setiap menahan tendangan Kallen.


Dasar teknik Aikido adalah menangkap dan menahan musuh.


Jika berhasil menangkap lengan musuh praktisi Aikido tidak boleh melepasnya apapun yang terjadi.


Sabela berhasil mempraktekkan salah satu teknik dalam bela diri Aikido.


Sabela mengerahkan seluruh kekuatan mentahnya.


Dia hampir berhasil memutus saraf lengan Kallen.


Beruntung menarik tangannya sebelum hal mengerikan terjadi.


"Itu sakit... kamu ingin bertarung serius denganku?" Tanya Kallen dengan geram.


"Jangan bicara seolah aku yang menulis, kamulah yang melancarkan tinju tanpa ampun ke wajahnya."


"Tapi kamu tidak terluka, bukan?"


"... ... ."


"Kalau kamu tidak terluka, dan tidak dirugikan, jangan mengeluh!"


Pergerakannya pun sangat aneh.


Setelah berdiam diri selama kurang lebih 28 menit dia tiba-tiba menyerang dengan kekuatan penuh yang hampir saja membuat lenganku putus.


Kallen merasakan tembok besar di hadapannya.


Sabela beruntung mendapat banyak title berefek kuat.


Salah satunya adalah title 'Dryad' yang dia dapatkan dari ujian lantai 2.


Selain menyembuhkan luka fisik, title tersebut juga memulihkan tenaga, dan kelelahan mental Sabela.


Satu satunya yang tidak dia sembuhkan adalah perasaan geram yang menumpuk di hatinya setiap kali tinju Kallen mendarat di wajahnya.


Sabela menyeka darah yang mengalir dari hidungnya akibat pukulan terakhir Kallen.


Kallen melompat kecil di tempatnya berdiri.


Kalau Sabela punya regenerasi, Kallen punya buff kecepatan dari title yang dia dapatkan di lantai 4.


"Majulah agar aku bisa memukulmu, Sabela." Pinta Kallen dengan lembut.


"Tidak mau. Kamu saja yang datang kesini agar aku bisa memelukmu." Sahut Sabela dengan tatapan mengancam.


Kallen terdiam untuk beberapa saat.


"Bukankah pada akhirnya akan berpelukan? Aku tidak berpikir menjadikanmu musuh meskipun kalah dalam pertarungan ini."


"... ... ."


Sabela menarik nafas panjang, kemudian dia keluarkan.


Dia menurunkan pertahanannya, kemudian bertanya pada Kallen.


"Kamu mendapat sesuatu yang baru di tengah pertarungan ini. Apa aku benar?"


"... ... ."


"Malaikat bertudung putih itu mungkin bisa tidak tampak di mata semua orang, tetapi tidak di mataku dan Sistemku,"


"... ... ."


"Dia datang 2 menit yang lalu, mendaulatmu sebagai salah satu player terbaik, dan memberimu title baru."


"... ... ."


"Efek title itu mungkin jebakan beruang atau sejenisnya. Makanya kau memanggilku tadi, agar aku menginjak jebakan di dekat kakimu."


"... ... benar. Kamu penguasa yang cerdas,"


"berbeda sekali dengan kaisar dungu di duniaku."


Sabela mengambil pedang dari inventori yang mirip dengan milik Kallen.


Sabela mendapatkan pedang dan inventori itu dari blacksmith kuburan yang sama, dengan harga yang sama.


Bedanya pedang Sabela lebih tipis dan elegan.


"Ayo kita selesaikan pertarungan ini sebelum Yudistira menginterupsi keseriusan kita."


Sabela mengangkat rok nya ketika berjalan dan berlari, demi menjaga keanggunannya dan memanas manasi Kallen yang kehilangan keanggunannya ketika bertarung.


"Hiiap!"


"BERHENTI SOK IMUT!!!!"


Kikil menutup matanya ketika mereka mulai beradu pedang.


5 menit kemudian terdengar suara pedang yang jatuh.


Mereka bertarung di atas tanah semen yang memungkinkan untuk pedang bersuara ketika jatuh.


Terlihat Sabela sudah meringkuk di bawah kaki Kallen.


Dia kalah setelah Kallen menunjukkan kemampuan berpedangnya yang luar biasa.


Lebih lanjut, teknik pernafasan yang dimiliki Kallen membuatnya memberinya kemampuan mengolah tenaga yang sangat halus ketika bertarung, sekaligus membuang emosi merugikan dalam pertarungan.


"Ohh... dia menang... "


Kallen mengangkat dagu Sabela.


"Syukurlah aku menang. Sekarang beritahu aku, kegelisahan hatimu!"


Kikil menunggu dengan sabar.


Yuda datang dengan Otto.


"Menurutku Kallen punya lebih banyak motivasi untuk menang, karena itulah Sabela kalah."


Otto tiba-tiba muncul di samping Kikil.


"Permintaan Sabela sedikit keterlaluan." ucap Yuda.


"Ayo katakan, setidaknya aku tahu alasanmu menghindari kami."


Sorot mata Kallen menajam ketika Sabela membuka bibirnya.


[ Ujian lantai 5 telah berakhir ]


[ Hadiah dan julukan akan diberikan setelah kalian naik ke lantai 6 ]


[ Yang kalah dalam pertandingan ini akan dihapus semua julukan dan item hadiahnya ]


[ Ring! ]


[ Julukan dan item anda telah ditarik oleh Grand Master ]


Kikil, Sabela, dan Rafaela kehilangan buff mereka. Sungguh sangat disayangkan. Padahal mereka sudah cukup bersahabat dengan buff tersebut.


Keputusan ini menerima kritikan pedas dari para player.


Sebagian besar mengkritik sikap Sistem yang seakan tidak mendukung mereka.


"Apa-apaan ini? Kalian bilang akan membantu kami mencapai puncak menara dan meraih posisi tertinggi yang gagal kami dapatkan semasa di dunia?"


"Kenapa sekarang kalian malah mempersulit kami?"


"KELUARLAH SISTEM PEMANDU! Kamu harus bertanggung jawab!!"


Sistem Pemandu tidak muncul.


Tangga menuju lantai berikutnya terbuka.


Sistem Pemandu muncul di depan kelompok Yuda saat mereka ingin naik ke lantai berikutnya.


[ Kalian semua telah terdeteksi sebagai penyusup ]


"... ... ."


[ Mulai saat ini, semua buff dan item berharga Systemverse akan ditarik ]


"... ... ."


[ Kalian juga tidak akan mendapatkan julukan dan item lagi setelah ini ]


"Baguslah, kami juga merasa risih dengan semua buff mu di tubuh kami,"


Yuda melihat teman temannya.


Cahaya merah keluar dar tubuh mereka, menandakan kepergian kekuatan Systemverse.


"Ayo kita naik!"


...- Lantai 6 -...


Di sebuah hutan yang tidak terlalu lebat, yang menyatu dengan daratan berpasir dan tanah rawa.


Hiduplah seekor binatang buas yang diberi nama Valvarad.


Manusia serigala jahat yang dikutuk dengan bulu merah yang akan membakarnya ketika penyusup yang memasuki wilayah tuannya.


Konon kutukan itu akan lepas jika dia mencabut nyawa salah satu entitas terkuat yang menjaga lantai keenam.


Sistem Pemandu sengaja memisahkan Yuda dari teman temannya ketika dalam perjalanan menaiki lantai.


Yuda jatuh ke tengah pulau terpencil yang dipenuhi binatang merata.


Sedangkan teman temannya jatuh di satu tempat yang sama, sungai bernama Hudson 2.0.


"Hudson? Maksudmu sungai di Amerika Utara?"


[ Kalau kamu ingin bertemu dengan teman temanmu lagi jelajahi sungai Hudson ini sampai ke ujung lainnya ]


[ Apa anda ingin menggunakan sampan? ]


[ YES/NO ]


[ Jika memilih sampan tingkat kesulitan akan diturunkan ke Normal ]


[ Jika memilih jalur darat atau udara level kesulitan akan naik ke yang tertinggi ]


Tanpa pikir panjang Yuda memilih jalur udara.


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................