
...
...
...
The Destroyer terdiam, bukan rasa takut maupun kaget yang dia rasakan, melainkan keheningan dan kesepian di dunia yang luas dan penuh akan lautan manusia.
[Perasaan ini...]
< Jadi kau menyadarinya >
< Ini adalah dunia supranatural yang tercipta dari rasa sepi yang Yudistira rasakan di masa lalu >
< Sepi dan sakit, tidak ada yang menolongnya, >
< Tapi kami berhasil mengubah takdirnya, jadi jangan coba-coba dengan kekuatanmu, mengubah keadaannya kembali seperti dulu >
The Destroyer ingin menghancurkan masa tua indah yang Yuda jalani saat ini. Hal itulah yang berusaha dicegah oleh Sistem Kebaikan.
[ Kalian, siapa kalian sebenarnya? Masyarakat apa yang ada di atas sana? ]
< Kau tidak pantas mengetahuinya >
[ Sombong sekali ]
The Destroyer berusaha menyerang Sistem tapi tanpa tubuh aslinya The Destroyer takkan bisa melukai Sistem.
Sistem Kebaikan pun melancarkan serangan yang serupa skill Glitch In The Universe namun 1000 kali lipat lebih kuat dan teralah.
The Destroyer terhempas ke dunianya. Tubuhnya menghantam dasar lautan hingga membentuk sebuah palung sedalam 7000 kilometer.
Destroyer berceloteh lalu naik kembali ke permukaan laut. Sayangnya Sistem Kebaikan menyegel kedua tangannya sehingga dia tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya. Setelah itu Sistem kembali menjatuhkannya ke laut.
Beres berurusan dengan The Destroyer Sistem Kebaikan kembali menemui Yuda.
< Kita menyetujui tawaran The Destroyer, masuklah ke menara itu, panjang perjalanannya sekitar 8 tahun, >
Yuda menyampaikan pesan Sistem. Reaksi yang mereka tunjukkan berbeda beda.
Otto terdiam dan merasa sedih tidak bisa menemui Vanessa selama 8 tahun ke depan. Sabela tidak terlalu memikirkannya. Kikil cukup sedih. Rafaela menahan tangis, Kallen cemas berlebihan.
Yuda bertanya apa yang membuat Kallen cemas. Kallen pun menjelaskan bahwa kerajaannya tengah dilanda perang saudara. Kallen sangat khawatir pada teman temannya.
Otto bertanya. "Loh, bukannya kau tidak punya teman?"
Kallen menatapnya dengan pahit seolah ingin Otto menarik ucapannya.
Yuda lanjut bertanya ke Rafaela. Rafaela merindukan masternya dan karyawan restorannya.
Menanggapi kesedihan mereka Sistem Kebaikan pun berinisiatif. < Yudistira, katakan pada mereka 8 tahun itu adalah waktu perjalanan paling lama, bukan paling cepat >
< Kalian mungkin saja bisa menyelesaikan ekspedisi ini sebelum 6 tahun >
"Oh ya, bagaimana kau tau? Apa ada seseorang yang menjelajahi menara ini sebelum kami? Atau kau hanya mengarang?"
Sistem menjawab. < Kami juga bisa melakukan Time Leap, di masa depan yang cukup jauh kalian berhasil mencapai atap menara itu. Karena sudah sampai sana kalian berhasil memenuhi janji dengan The Destroyer. >
The Destroyer yang masih di bawah laut mengalami error saat Sistem mengirimkan video yang direkam oleh Yuda di masa depan.
The Destroyer berkata. [ Jadi seperti ini inti kehidupan kami.]
The Destroyer tersenyum.
yuda dan yang lain diberi mata uang yang berlaku di dalam menara, tanpa mengatakan apa apa lagi Sistem mengirim mereka ke dalam menara.
****************************************
Kesadaran Yuda kembali ke dunia nyata, terlihat avatarnya masuk mode autopilot. Anak dan istrinya masih tidur.
Yuda pergi ke dapur untuk membasuh wajahnya. Dia merogoh kantongnya mengambil belati Prince of Persia yang menyelamatkan hidup mereka.
Sistem menunjukkan hasil pemurnian Miracle Yuda yang sudah 100 persen. Kini kekuatan Yuda sudah kembali sepenuhnya, dan yang paling penting ia bisa menukarkan kartu dengan leluasa lagi.
Sistem berkata ke Yuda yang sedang gosok gigi. < Penukaran kartu sekarang tidak penting lagi, asalkan bisa mengunjungi alam semesta Sistem kau akan baik baik saja >
"Aku mengerti, Sistem. Jadi kau sudah tau masa depan kami?"
< Begitulah, semua akan baik baik, tapi rintangan akan tetap ada, jadi teguhkan dirimu >
- Pov avatar Yuda -
Yuda memasuki menara dengan perasaan tegang. Tangga yang mereka lihat dari luar seperti tangga biasa ternyata adalah dunia bawah tanah yang sangat besar.
Di tengah hamparan rumput yang dihiasi bunga berwarna biru, keenam orang itu meneliti sekitarnya.
Tanah, pasir, debu, rumput, daun, bunga, semuanya tersusun oleh materi yang sama dengan kembarannya di dunia Yuda.
Atas permintaan Rafaela Yuda dan yang lainnya pun membantunya memetik bunga bunga itu sampai sekeranjang.
"Mau dibuat apa?" Tanya Kallen ke Rafaela.
"Sumber madu sebagus ini tidak boleh dilewatkan, kita bisa memanfaatkannya jadi bahan masakan." Jawab Rafaela.
Kallen mengangguk.
Otto memanggil tunggangannya, burung hantu besar berwarna Nocturna yang mampu terbang dalam kecepatan tinggi.
"Ayo naik, Rafaela! Sudah cukup mengumpulkan bunganya!"
Rafaela berkata dengan lembut. "Terima kasih sudah menyelamatkan aku. Aku akan memasak hidangan terbaik sebagai gantinya."
Yuda dan Rafaela jadi yang terakhir naik ke Nocturna.
Tak jauh dari ladang bunga madu Nocturna menemukan sebuah kota besar berjarak 1 kilometer dari mereka.
Pemandangan kota itu tampak familiar, kota itu sangat mirip dengan Magnumlia, sebuah kota yang ada di alam semesta Otto.
Furhouse, rumah modern yang mirip apartemen menjulang tinggi, memenuhi kota, patung emas berdiri di tengah kota. Betapa takjubnya Otto melihat patung emas itu merupakan patung dirinya.
"Mungkinkah ini... duniaku?"
Yuda mengingatkan Otto untuk tidak mudah percaya dengan apa yang ada di dunia ini.
"Kau terlalu penakut. Biarkan aku memeriksanya."
Nocturna menukik ke bawah.
Pendaratan yang tidak mulus membuat pegangan Kallen terlepas dan menabrak Otto hingga keduanya terjatuh.
Otto yang tertindih segera menjauhkan wanita itu.
"Berat sekali, bangun!"
"Kau tidak perlu sekasar itu,"
Kallen menepuk kain bajunya, membuang debu yang tertempel dari baju Otto.
Kikil mendahului mereka, takjub dengan pemandangan kota yang tidak biasa. Secara infrastruktur kota Magnumlia milik Otto lebih modern dari kota metropolitan milik Amerika Serikat.
"Apa benar kota ini milikmu Otto?" tanya Yuda.
"Benar. Aku mengambil alih kota ini, rencananya kami akan mengambil alih negara, tapi Lost Brainware menculik kami sebelum tujuan itu tercapai." Otto menghela nafas berat.
- Di dunia nyata, alam semesta Yudistira -
Hari sudah pagi saat kelompok Yuda menemukan kota Magnumlia versi Systemverse.
Yuda mengunjungi Vanessa yang tinggal di rumah dinas Yuda. Dia menunjukkan pemandangan kota Magnumlia ke Vanessa.
"Apa benar kota itu milik kalian?" Tanya Yuda e Vanessa.
"Benar, itu sangat mirip. Apa Otto berhasil kembali?" tanya Vanessa penuh harap.
"Sayangnya belum nona, kami baru memasuki lantai pertama, lantai itu sangat indah seperti yang kau lihat sekarang."
Yuda melihat memo di hp nya, dia baru ingat harus menghadiri meeting perusahaan.
Keadaan ini membuat Yuda bimbang, hingga ia memutuskan menyerahkan avatarnya pada Vanessa selama ia mengikuti meeting.
Frederica menyiapkan jas dan pakaian untuknya lalu dia berangkat setelah menyerahkan avatarnya.
Di mobil Yuda berbicara dengan Sistem.
"Keputusanku tak salah kan? Sistem?"
< Entahlah, aku tidak akan men spoiler masa depan sekarang >
Kembali ke rumah yang penuh dengan keajaiban. Para Homunculus bekerja tanpa henti membersihkan semua barang dalam 10 menit agar tamu mereka merasa nyaman.
Frederica mengatur suhu ruangan jadi lebih hangat dengan pusaka Sistem. Sementara Vanessa sedang fokus dengan kacamata vr nya.
Perubahan player dirasakan oleh sang avatarnya, perasaan Vanessa dibagikan ke dalam dirinya. Lalu dengan spontan dia memeluk Otto.
Otto yang dipeluk oleh avatar laki-laki pun merasa jijik.
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................