Systemverse

Systemverse
Bab 39. Mereka yang dianugerahi



Beberapa menit yang lalu.


Rafaela dan Dkavia mendapat serangan dari 2 dewa sekaligus, yaitu dewa cinta dan dewa penipu.


Beruntung keduanya berhasil diselamatkan oleh Kallen dan Otto.


Sayangnya aksi penyelamatan itu berujung tertariknya mereka ke lantai 1005, tempat berkumpulnya pasukan musuh.


"Berlindung ke belakangku, cepat!!" Perintah Yuda kepada Rafaela dan Dkavia.


Dewa cinta, Copid, melempar Bowl of Delicious Food beserta tangan anak itu.


Menyadari sesuatu yang buruk telah terjadi kepada suku Outlander, Yuda tidak bisa menahan amarahnya.


[ Tenanglah kontraktor. Emosi yang tidak terkontrol akan mengacaukan konsentrasimu. ]


"Aku tahu itu...! Tapi apa mereka masih hidup?"


[ Mereka masih hidup, tapi sekarat. Dan anak kecil yang menerima mangkuk pemberianmu sudah... ]


"Begitu ya. Kalau begitu tidak ada alasan untuk menahan diri!"


Yuda membuat karakter petarung baru di buku imajinasi sekaligus memanggil party TOV dan pasukan Homunculus nya.


Noir Homunculus yang merupakan jenderal para Homunculus dan raja reog Raiga berlutut di depannya.


"Berikan perintahmu tuan."


"Berikan perintahmu tuan."


Noir dan Raiga menunggu perintah Yuda.


Yuda pun mendapat sebuah ide.


"Kita harus menyingkirkan para pengikut dewa tanpa membunuh. Jadi, gunakan Delivery Tower ini untuk mengirim mereka ke lantai lain. Kalian tahu cara kerja alat ini bukan?"


Raiga dan Noir mengangguk.


Keduanya memimpin pasukan Rouge dan Noir Homunculus dalam perang melawan pengikut dewa dewa Systemverse.


Sabela menghadapi dewa cinta, Copid, dan dewa penipu, Hloki. 2 lawan 1.


Dalam kesempatan itu Sabela menunjukkan kekuatan penuh sistemnya dan wujud asli sang sistem yang ternyata berbentuk pohon raksasa melayang.


Pohon YGGDRASIL.


"Aku akan menggunakan semua kesempatan yang tersisa untuk memanggil kekuatan para dewa Nordik. Mohon bantuannya Sistem."


{ Tetapi, dewa dewi Nordik melarang penggabungan 9 kekuatan dewa dalam pertempuran. }


{ Jika melanggar hukuman akan menghampirimu. }


"Aku tidak peduli! Katakan pada Odin aku menemukan musuh beliau!!"


"Lakukan sekarang atau laporan bulan ini akan memuat namamu!"


Sistem YGGDRASIL yang takut dimarahi dewa tertinggi di alam semestanya dipaksa memilih antara peraturan atau Sabela.


Sabela memelototi YGGDRASIL, waktu seolah terhenti di tengah percakapan mereka.


Akhirnya YGGDRASIL memilih mengabulkan permintaan Sabela.


{ Baiklah, lagipula bukan aku yang akan menanggung akibatnya nanti. }


Diam diam Nostradamus menguping percakapan Sabela dengan Sistemnya.


Nostradamus sendiri berpartisipasi dalam perang ini dengan menyamar sebagai salah satu Noir Homunculus.


Jadi mitologi Nordik nyata di alam semestanya?


Ada baiknya menyelidiki alam semesta wanita ini setelah memulangkannya...


Tap!


Nostradamus mendarat dengan mulus di atas sebuah batu besar.


Ada Yuda juga disana.


Mereka sedang duduk di puncak monumen batu bernama Epistorik.


Yuda membuka lembaran baru untuk menulis kisah baru tentang seorang wanita yang bertarung menggunakan memori magma.


"AKHH! Jangan tiba-tiba menepuk pundakku, tulisanku jadi tercoret."


Kisah wanita yang menggunakan memori magma pun dihapus.


"Kontraktor! Jangan hanya duduk disini, teman temanmu membutuhkan bantuan!"


"Tidak perlu mengkhawatirkan Kikil, Rafaela, dan Dkavia. Mereka memiliki 100 tiket emas, ditambah sistemnya Kikil juga sangat kuat."


"Yang lebih penting lagi. Apa Sabela sudah memprediksi pertempuran ini dengan matanya?"


Kikil lah orang pertama yang memberitahu Yuda soal Nostradamus yang membagi tiket emas dan kekuatan mata.


Menanggapi pertanyaan itu, Nostradamus mencari tempat duduk yang nyaman terlebih dahulu.


Nostradamus menjawab. "Matanya bisa melihat kejadian besar di 20 hari yang akan datang. Kemungkinan dia sudah tahu akan melawan 2 dewa hari ini."


Nostradamus menunjuk makhluk besar yang berdiam di langit.


Dengan suara serius yang tidak seperti biasanya Nostradamus menjelaskan bahwa makhluk itu adalah dewa kebangkitan.


Namanya Anumbis. memiliki kemiripan nama dengan dewa Anubis, bedanya dia dapat membangkitkan orang yang sudah mati.


"Para pengguna sistem yang ada disini, hampir semuanya sudah mati. Mereka dihidupkan kembali oleh dewa ubur ubur itu."


"Kekuatan yang dapat membangkitkan orang mati... ternyata ada makhluk yang memiliki anugerah seperti itu... "


"Atau tidak. Sebelum ke puncak kita harus tahu rahasia dewa itu."


"Ei hei Nostradamus, jangan bilang kau mau bicara dengannya?"


"Itulah yang akan kulakukan,"


Nostradamus mengajak Yuda menemui dewa kebangkitan Anumbis. Bentuk Anumbis sangat mirip dengan Avitir.


Anumbis memiliki kemampuan berubah wujud menjadi manusia normal dengan 3 pasang sayap merah kehitaman di punggung.


Ketika Anumgal melihat Nostradamus dan Yuda dia langsung bertransformasi menjadi manusia, dan mengubah awan di sekitarnya menjadi tanah.


Nostradamus dan Yuda berbicara dengan Anumbis di atas tanah yang melayang.


Anumbis bicara dengan suara yang sangat merdu, hampir mirip suara wanita muda. Di lehernya terpasang kalung emas yang menyimpan kekuatan luar biasa.


Yuda menyamakan wajah Anumbis dengan karakter game 'wayang' yang pernah dimainkan bersama teman teman sekolahnya.


Jadi kangen masa masa sekolah...


 Nostradamus dan Anumbis saling menatap. Anumbis terkejut sihir Mind Readingnya tidak bekerja pada Nostradamus, tetapi masih bekerja pada Yuda.


Di sisi lain Nostradamus dapat membaca pikiran Anumbis. Hal ini saja sudah cukup menunjukkan sisa yang lebih kuat antara penyihir agung yang legendaris dan Dewa Kebangkitan.


"Aku tanya siapa kalian sebenarnya?"


Anumbis mengulangi ucapannya.


"Ada banyak sebutan untuk kami, pemburu, penjelajah, penunggang kuda, dan masih banyak lagi. Khusus untuk kegiatan ini kau bisa memanggil kami 'penjelajah'. "


"Apa yang kalian inginkan dari Systemverse kami?"


"Kami hanya penasaran, mengapa kalian menculik para pengguna Sistem."


"Awalnya aku mengira kalian orang baik, atau setidaknya kalian memiliki tujuan yang baik dengan menyelamatkan para pengguna sistem dari kegagalan dan berujung pada kematian."


"Tapi setelah melihatmu kepala berbalik 180 derajat."


"... ... ."


"Atas dasar apa kau menolak kematian mereka? Jawab!"


"... ... ."


"Kenapa diam saja?"


Keadaan semakin memanas.


Ucapanku tadi bukan sekedar kiasan.


Hawa di tempat itu meninggi dengan cepat, disebabkan naiknya emosi Nostradamus.


"Jawab! Atau aku hancurkan tempat ini! "


"... jawabannya di puncak menara. Jawaban itu terkunci di dalam inti alam semesta ini. Pengatur yang sebenarnya dari alam semesta yang luas ini, kami para dewa dan sistem pemandu hanyalah perantaranya."


Jawaban Anumbis membuat Nostradamus semakin kesal. Tinggal dijawab saja apa susahnya?


Nostradamus mengeluarkan tongkat yang kemunculannya menggetarkan seluruh dunia.


Tongkat itu bangun dari bumi atau langit dari lantai di bawahnya.


Selama pertempuran berlangsung tongkat itu mengumpulkan informasi dari setiap partisipan perang.


Tongkat itu memiliki sepasang mata yang mampu melihat segalanya, termasuk rahasia yang disembunyikan setiap individu, tidak terkecuali para dewa.


Tongkat itu melesat dengan sangat cepat ke pulau langit.


Nostradamus mengumpulkan mana di telapak tangannya hingga membentuk panah api hitam.


Panah itu melesat dengan kecepatan tinggi ke dada dewa kebangkitan.


Setelah mendapatkan tongkatnya kembali Nostradamus melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Dia membunuh dewa kebangkitan lalu menghidupkannya kembali setelah beberapa menit.


Nostradamus menunjukkan bahwa bukan hanya dewa kebangkitan yang memiliki anugerah tersebut.


"Lihat baik baik, makhluk yang diberkahi. Aku juga mampu melakukannya,"


Dewa yang masih syok setelah merasakan kematian sekali tiba-tiba merasakan rasa bersalah yang mendalam.


Jika tahu kematian semenyakitkan ini, aku tidak akan membawa mereka kembali ke dunia...


Dia menyadari kesalahannya dan apa yang membuat Nostradamus sangat marah.


Dia teringat kata-kata Nostradamus sebelum membunuhnya.


"Sebelum mendaki ke lantai tertinggi, aku akan membuat kalian mengetahui sebanyak apa dosa yang kalian buat di Systemverse ini."


"Tolong pergi ke bawah, kontraktor. Kau sudah melihat apa yang perlu dilihat dan ketahui."


Yuda menuruti perintah Nostradamus. Dia kembali ke bawah dengan kondisi mental bercampur aduk.


Kebetulan dia bertemu Sabela yang berhasil mengalahkan 2 dewa.


"Aku tidak suka ikut campur... tapi apa yang kalian temukan di atas sana?"


Sabela tidak sengaja batuk darah di tangan Yuda, kejadian itu membangkitkan instingnya.


Dengan cepat Sabela mengelap darah di batu dan di tangan Yuda.


Mata Yuda mengamati Sabela dengan baik. Tubuhnya penuh luka cakaran. Terdapat jejak rantai di leher dan perutnya yang tidak tertutupi baju.


Keadaannya seperti pengemis yang habis diseret di tanah.


"Kamu kelihatan lelah, istirahatlah di dunia unikku. Disana kamu boleh meminta apa saja."


Sabela cukup ragu awalnya, dia tidak pernah memasuki dunia unik seseorang, tetapi lukanya mengharuskannya menerima tawaran tersebut.


Kali ini Yuda tidak masuk melalui pintu seperti sebelumnya.


Tingkat penguasaannya telah jauh meningkat sehingga Yuda bisa mengirim seseorang ke dunia unik tanpa harus ikut masuk.


"Baiklah, mari kita lihat bagaimana perjalanan ini akan berakhir,"


Singkat cerita Yuda membuat banyak makhluk fantasi dengan kekuatan luar biasa.


Para makhluk fantasi itu mendominasi medan perang dengan cepat. Bersama pasukan Homunculus menghajar para pengikut dewa yang kebanyakan pengguna sistem menelan janji manis para dewa.


Di dalam dunia unik Sabela bertemu Rafaela dan Dkavia.


Kikil sedang bermain dengan salah satu makhluk fantasi berwujud kelinci.


Dia heran ketika melihat para pengguna sistem berkumpul di bawah patung batu.


"Apa ada penyelamat disana?"


Tidak lama kemudian cahaya terang muncul dari tempat Nostradamus dan Anumbis.


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................